FIA warning pembalap tidak berkomentar vulgar
Jum'at, 09 November 2012 - 19:49 WIB
FIA warning pembalap tidak berkomentar vulgar
A
A
A
Sindonews.com - Federasi Otomotif Internasional (FIA) memperingatkan kepada seluruh pembalap Formula One (F1) untuk tidak berbicara dengan bahasa yang vulgar. Warning itu dinyalakan FIA setelah melakukan penyelidikan terhadap Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel saat perayaan setelah Grand Prix Abu Dhabi, akhir pekan lalu.
Ketika diwawancarai oleh mantan pembalap McLaren, David Coulthard, untuk salah satu stasiun TV, Raikkonen melontarkan kalimat yang tidak elegan, setelah naik podium di GP Abu Dhabi. "Terakhir kali kalian memberi pernyataan kepada saya omong kosong, karena saya tidak benar-benar tersenyum," kata pembalap Finlandia seperti dilansir iol.co.za, Jumat (9/11/2012).
Sedangkan Vettel yang hanya mampu menyelesaikan posisi ketiga melontarkan kalimat yang lebih vulgar. "Jelas ada kesempatan untuk bercinta, tapi kami tidak melakukan itu," tambah pembalap Red Bull tersebut.
Karena itu, seorang juru bicara FIA mengatakan, pada (8/11) lalu, surat peringatan itu telah dikirim ke seluruh direktur tim untuk memperingatkan kepada pembalapnya terkait komunikasi (bahasa) yang buruk saat melakukan wawancara usai balapan. Dalam surat itu ditulis bahwa dalam panasnya persaingan balapan, kegembiraan, maupun kekecewaan pembalap tetap harus berbicara sopan.
"Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk membuat para pembalap yakin bahwa bahasa vulgar tidak memiliki tempat selama proses wawancara di salah satu media berlangsung," pernyataan resmi FIA.
"Pembalap F1 bukanlah satu-satunya yang diwawancarai dalam kondisi seperti ini. Saya pikir petinju, rugby maupun pemain sepakbola secara rutin melakukan proses wawancara langsung di televisi. Namun, mereka berhasil menghindari bahasa yang tidak pantas," tulis surat FIA tersebut.
FIA memperkenalkan wawancara di podium yang dilakukan oleh mantan pembalap F1 berupaya untuk memberikan lebih banyak penggemar di dalam olahraga ini.
Ketika diwawancarai oleh mantan pembalap McLaren, David Coulthard, untuk salah satu stasiun TV, Raikkonen melontarkan kalimat yang tidak elegan, setelah naik podium di GP Abu Dhabi. "Terakhir kali kalian memberi pernyataan kepada saya omong kosong, karena saya tidak benar-benar tersenyum," kata pembalap Finlandia seperti dilansir iol.co.za, Jumat (9/11/2012).
Sedangkan Vettel yang hanya mampu menyelesaikan posisi ketiga melontarkan kalimat yang lebih vulgar. "Jelas ada kesempatan untuk bercinta, tapi kami tidak melakukan itu," tambah pembalap Red Bull tersebut.
Karena itu, seorang juru bicara FIA mengatakan, pada (8/11) lalu, surat peringatan itu telah dikirim ke seluruh direktur tim untuk memperingatkan kepada pembalapnya terkait komunikasi (bahasa) yang buruk saat melakukan wawancara usai balapan. Dalam surat itu ditulis bahwa dalam panasnya persaingan balapan, kegembiraan, maupun kekecewaan pembalap tetap harus berbicara sopan.
"Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk membuat para pembalap yakin bahwa bahasa vulgar tidak memiliki tempat selama proses wawancara di salah satu media berlangsung," pernyataan resmi FIA.
"Pembalap F1 bukanlah satu-satunya yang diwawancarai dalam kondisi seperti ini. Saya pikir petinju, rugby maupun pemain sepakbola secara rutin melakukan proses wawancara langsung di televisi. Namun, mereka berhasil menghindari bahasa yang tidak pantas," tulis surat FIA tersebut.
FIA memperkenalkan wawancara di podium yang dilakukan oleh mantan pembalap F1 berupaya untuk memberikan lebih banyak penggemar di dalam olahraga ini.
(aww)