Boling tidak lagi dilatih pelatih Korsel
Jum'at, 09 November 2012 - 23:47 WIB
Boling tidak lagi dilatih pelatih Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Cabang olahraga boling Jawa Barat tidak akan dilatih lagi oleh pelatih asal Korea Selatan (Korsel). Pasalnya, para atlet boling Jabar saat banyak berlatih di luar negeri, termasuk mengikuti berbagai kejuaraan di sana.
Wakil Sekretaris KONI Jabar, Lili Rolina mengatakan, para atlet boling Jabar selama ini banyak latihan di luar negeri. Bahkan sebelum mengikuti PON Riau lalu, mereka baru pulang dari Amerika.
"Karena mereka banyak latihan di luar negeri, sepertinya untuk cabor boling tidak akan dilatih pelatih asal Korea," katanya.
Meski untuk cabor boling tidak akan menggunakan pelatih Korea, kata Lili, pihaknya berencana akan menambah cabor yang akan dilatih di Korea. Bahkan tim dari KONI Provinsi Gyongsanbuk-Do, Korsel sudah datang memantau ke Jabar.
"Rencananya kita akan menambah jumlah cabor yang akan ditangani Korea, yakni dari 9 cabor jadi 12, dengan tambahan cabor ski air, sepatu roda, dan senam," katanya.
Seperti diketahui, hubungan kerjasama olahraga antara Jabar dan Korsel ini sudah terjadil sejak pertengah tahun 2011 lalu. Negara yang berada di peringkat lima besar saat Olimpiade London itu, membantu Jabar dengan mengirimkan 11 pelatih dari 9 cabor, di antaranya, judo, taekwondo, gulat, anggar, dan panahan. Bahkan, 3 bulan sebelum PON Riau lalu, 101 atlet Jabar diberangkatkan ke Gyongsanbuk-Do untuk dilatih secara khusus.
Sementara itu, selain menambah pelatih Korea, KONI Jabar berencana melakukan pertukaran pembinaan atlet dengan Korsel. Hal itu dilakukan untuk menciptakan atlet Jabar yang berprestasi, selain melakukan pembinaan jangka panjang. Dalam program yang hampir mirip dengan pertukaran pelajar ini, para atlet Jabar nantinya akan dibina di Korsel sampai mereka lulus sekolah.
Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengatakan, salah satu program KONI Jabar, rencananya dengan melakukan pertukaran pembinaan atlet dengan Korsel. Atlet yang dibina di negeri Ginseng merupakan atlet muda potensial, yang memiliki tekad dan semangat kuat untuk mengembangkan kemampuannya. Bahkan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jabar, juga bisa jadi terpilih dalam program ini.
"Kita akan komunikasikan program ini dengan Disorda dan Disdik, hingga terjadi sinergi. Sebab atlet yang berangkat ke sana nantinya masih sekolah," katanya.
Wakil Sekretaris KONI Jabar, Lili Rolina mengatakan, para atlet boling Jabar selama ini banyak latihan di luar negeri. Bahkan sebelum mengikuti PON Riau lalu, mereka baru pulang dari Amerika.
"Karena mereka banyak latihan di luar negeri, sepertinya untuk cabor boling tidak akan dilatih pelatih asal Korea," katanya.
Meski untuk cabor boling tidak akan menggunakan pelatih Korea, kata Lili, pihaknya berencana akan menambah cabor yang akan dilatih di Korea. Bahkan tim dari KONI Provinsi Gyongsanbuk-Do, Korsel sudah datang memantau ke Jabar.
"Rencananya kita akan menambah jumlah cabor yang akan ditangani Korea, yakni dari 9 cabor jadi 12, dengan tambahan cabor ski air, sepatu roda, dan senam," katanya.
Seperti diketahui, hubungan kerjasama olahraga antara Jabar dan Korsel ini sudah terjadil sejak pertengah tahun 2011 lalu. Negara yang berada di peringkat lima besar saat Olimpiade London itu, membantu Jabar dengan mengirimkan 11 pelatih dari 9 cabor, di antaranya, judo, taekwondo, gulat, anggar, dan panahan. Bahkan, 3 bulan sebelum PON Riau lalu, 101 atlet Jabar diberangkatkan ke Gyongsanbuk-Do untuk dilatih secara khusus.
Sementara itu, selain menambah pelatih Korea, KONI Jabar berencana melakukan pertukaran pembinaan atlet dengan Korsel. Hal itu dilakukan untuk menciptakan atlet Jabar yang berprestasi, selain melakukan pembinaan jangka panjang. Dalam program yang hampir mirip dengan pertukaran pelajar ini, para atlet Jabar nantinya akan dibina di Korsel sampai mereka lulus sekolah.
Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengatakan, salah satu program KONI Jabar, rencananya dengan melakukan pertukaran pembinaan atlet dengan Korsel. Atlet yang dibina di negeri Ginseng merupakan atlet muda potensial, yang memiliki tekad dan semangat kuat untuk mengembangkan kemampuannya. Bahkan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jabar, juga bisa jadi terpilih dalam program ini.
"Kita akan komunikasikan program ini dengan Disorda dan Disdik, hingga terjadi sinergi. Sebab atlet yang berangkat ke sana nantinya masih sekolah," katanya.
(aww)