Pelatih Korsel angkat prestasi sepatu roda Jabar
Jum'at, 09 November 2012 - 23:51 WIB
Pelatih Korsel angkat prestasi sepatu roda Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat yang menambah pelatih asal Korea Selatan (Korsel) disambut baik oleh Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jabar. Pasalnya, cabor sepatu roda menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dilatih oleh pelatih asal Korsel tersebut.
Pelatih Pelatda sepatu roda Jabar saat PON Riau XVIII 2012, Andre Sudrajat, mendukung rencana KONI Jabar untuk melibatkan pelatih dari Korsel untuk cabor sepatu roda Jabar. Selain langkah tersebut bisa lebih memajukan prestasi sepatu roda Jabar terutama di ajang PON XIX/2016, Korsel juga merupakan salah satu kiblat cabor sepatu roda di Asia.
"Untuk saat ini, gudang sepatu roda dunia adalah New Zealand. Tapi untuk level Asia, Korsel termasuk negara terkuat. Sehingga dengan ada tambahan pelatih asal Korea, jadi keuntungan untuk Jabar," katanya.
Menurut Andre, keberadaan pelatih negeri Ginseng ini bukan hanya memengaruhi skill atlet Jabar. Para pelatih sepatu roda lokal pun bisa mengadopsi gaya kepelatihan mereka. "Yang akan meningkat kemampuannya bukan hanya atlet, tapi juga pelatih. Karena bisa mendapatkan ilmu baru dari mereka," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Harian Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jabar, Erry Sudrajat. Menurutnya, kualitas pelatih Korea sudah digambarkan pada PON Riau, beberapa waktu lalu. Meski para atlet sepatu roda baru disentuh tiga bulan sebelum PON oleh pelatih Korea, namun berpengaruh pada peforma atlet saat bertanding.
"Pelatih Korea yang melatih atlet Jabar saat di Korea selama 3 bulan sebelum PON Riau, datang langsung menyaksikan Devina dan kawan-kawan berlaga di PON. Bahkan mereka memberikan beberapa alat penting untuk peforma atlet sepatu roda Jabar," katanya.
Hasilnya dalam PON Riau, tambah Erry, atlet sepatu roda mampu menyumbang 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Padahal pada PON sebelumnya, di Kaltim, sepatu roda Jabar tidak menghasilkan medali apapun.
Selain pelatih Korsel, Perserosi Jabar mendukung program KONI Jabar yang rencananya akan melakukan program pelatda jangka panjang dimulai awal tahun 2013 mendatang.
"Kita mendukung program Pelatda jangka panjang KONI Jabar karena hasinya akan lebih maksimal. Sebagai bukti, untuk PON 2012 saja, dengan pelatda 2 tahun Jabar mampu memperbaiki posisi dari PON sebelumnya. Sekarang dengan persiapan dilakukan 4 tahun, kita optimis bisa juara umum di PON 2016," kata Erry.
Namun, agar hasilnya maksimal, lanjut erry, program ini harus berkesinambungan. Sebab, kalau terputus di tengah jalan, nantinya akan kembali ke nol lagi. Tidak itu saja, dengan program tersebut jangan sampai di tengah jalan ada kendala dihadapi para atlet seperti pendidikan atalit ataupun yang lainnya. Sebab kalau ada kendala tersebut, akan mempengaruhi si atlet.
Selain itu, uji coba bagi atlet akan menjadi sangat penting sebagai evaluasi hasil program latihan. Sehingga diketahui perkembangan kemampuan para atlet. ''Iya, dalam program jangka panjang itu harus ada uji coba. Karena itu merupakan langkah evaluasi melihat kemampuan para atlet selama berlatih,”pungkasnya.
Pelatih Pelatda sepatu roda Jabar saat PON Riau XVIII 2012, Andre Sudrajat, mendukung rencana KONI Jabar untuk melibatkan pelatih dari Korsel untuk cabor sepatu roda Jabar. Selain langkah tersebut bisa lebih memajukan prestasi sepatu roda Jabar terutama di ajang PON XIX/2016, Korsel juga merupakan salah satu kiblat cabor sepatu roda di Asia.
"Untuk saat ini, gudang sepatu roda dunia adalah New Zealand. Tapi untuk level Asia, Korsel termasuk negara terkuat. Sehingga dengan ada tambahan pelatih asal Korea, jadi keuntungan untuk Jabar," katanya.
Menurut Andre, keberadaan pelatih negeri Ginseng ini bukan hanya memengaruhi skill atlet Jabar. Para pelatih sepatu roda lokal pun bisa mengadopsi gaya kepelatihan mereka. "Yang akan meningkat kemampuannya bukan hanya atlet, tapi juga pelatih. Karena bisa mendapatkan ilmu baru dari mereka," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Harian Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jabar, Erry Sudrajat. Menurutnya, kualitas pelatih Korea sudah digambarkan pada PON Riau, beberapa waktu lalu. Meski para atlet sepatu roda baru disentuh tiga bulan sebelum PON oleh pelatih Korea, namun berpengaruh pada peforma atlet saat bertanding.
"Pelatih Korea yang melatih atlet Jabar saat di Korea selama 3 bulan sebelum PON Riau, datang langsung menyaksikan Devina dan kawan-kawan berlaga di PON. Bahkan mereka memberikan beberapa alat penting untuk peforma atlet sepatu roda Jabar," katanya.
Hasilnya dalam PON Riau, tambah Erry, atlet sepatu roda mampu menyumbang 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Padahal pada PON sebelumnya, di Kaltim, sepatu roda Jabar tidak menghasilkan medali apapun.
Selain pelatih Korsel, Perserosi Jabar mendukung program KONI Jabar yang rencananya akan melakukan program pelatda jangka panjang dimulai awal tahun 2013 mendatang.
"Kita mendukung program Pelatda jangka panjang KONI Jabar karena hasinya akan lebih maksimal. Sebagai bukti, untuk PON 2012 saja, dengan pelatda 2 tahun Jabar mampu memperbaiki posisi dari PON sebelumnya. Sekarang dengan persiapan dilakukan 4 tahun, kita optimis bisa juara umum di PON 2016," kata Erry.
Namun, agar hasilnya maksimal, lanjut erry, program ini harus berkesinambungan. Sebab, kalau terputus di tengah jalan, nantinya akan kembali ke nol lagi. Tidak itu saja, dengan program tersebut jangan sampai di tengah jalan ada kendala dihadapi para atlet seperti pendidikan atalit ataupun yang lainnya. Sebab kalau ada kendala tersebut, akan mempengaruhi si atlet.
Selain itu, uji coba bagi atlet akan menjadi sangat penting sebagai evaluasi hasil program latihan. Sehingga diketahui perkembangan kemampuan para atlet. ''Iya, dalam program jangka panjang itu harus ada uji coba. Karena itu merupakan langkah evaluasi melihat kemampuan para atlet selama berlatih,”pungkasnya.
(aww)