Daud Yordan senang meski gagal robohkan Choi
Sabtu, 10 November 2012 - 00:38 WIB
Daud Yordan senang meski gagal robohkan Choi
A
A
A
Sindonews.com - Daud Yordan mengaku tidak pusing meski hanya menang angka mutlak atasChoijiljavyn Tseveenpurev. Dia tetap senang mampu mempertahankan gelar kelas bulu versi IBO miliknya. Tiga hakim memberinya nilai 117-111, 119-110, dan 118-110.
"Saya gagal menjatuhkan Choi, tapi itu tidak masalah. Saya sudah berusaha maksimal, namun dia cukup kuat. Berikutnya, saya akan berusaha lebih keras lagi," ungkap Daud setelah pertarungan 12 ronde di Marina Bay Sands, Singapura, Jumat malam (9/11).
Sebenarnya, ambisi Cino, julukan Daud, menjatuhkan sang lawan sudah terlihat sejak ronde pertama. Dia langsung berusaha agresif menekan Choi. Namun ketatnya pertahanan Choi membuat Daud kesulitan.
Bahkan, di ronde berikutnya, Choi berbalik menyerang. Beberapa pukulannya sempat masuk ke wajah Daud. Namun, Daud langsung bisa segera kembali menguasai keadaan. Teriakan penonton yang memanggil-manggil namanya membuat semangat Daud makin berkobar.
Memasuki ronde kelima, stamina Choi terlihat terkuras. Kondisi ini dimanfaatkan Daud untuk semakin menekan Choi. Skenario ini berhasil membuat sang lawan terus-terusan tersudut. Beberapa upper cut Daud mendarat mulus di wajah Choi. Namun, Choi masih tertolong bunyi bel. Choi pantang menyerah. Dia terus memberi perlawanan sampai ronde terakhir.
"Terima kasih Tuhan yang masih memberi saya kesempatan memenangkan pertarungan ini. Terima kasih dan penghargaan besar saya haturkan untuk seluruh rakyat Indonesia atas dukungannya yang luar biasa kepada saya. Kemenangan ini saya persembahkan untuk bangsa ini," ucap Daud.
Pelatih Daud, Damianus Yordan, meluapkan kegembiraannya. Dia mengaku bangga asuhan yang juga adik kandungnya itu bisa mempertahankan gelarnya untuk pertama kalinya setelah merebutnya dari petinju Filipina Lorenzo Villanueva di tempat sama pada 5 Mei lalu. “Daud punya mental dan power bagus. Itu ditunjukkannya hari ini,” ucapnya.
"Saya gagal menjatuhkan Choi, tapi itu tidak masalah. Saya sudah berusaha maksimal, namun dia cukup kuat. Berikutnya, saya akan berusaha lebih keras lagi," ungkap Daud setelah pertarungan 12 ronde di Marina Bay Sands, Singapura, Jumat malam (9/11).
Sebenarnya, ambisi Cino, julukan Daud, menjatuhkan sang lawan sudah terlihat sejak ronde pertama. Dia langsung berusaha agresif menekan Choi. Namun ketatnya pertahanan Choi membuat Daud kesulitan.
Bahkan, di ronde berikutnya, Choi berbalik menyerang. Beberapa pukulannya sempat masuk ke wajah Daud. Namun, Daud langsung bisa segera kembali menguasai keadaan. Teriakan penonton yang memanggil-manggil namanya membuat semangat Daud makin berkobar.
Memasuki ronde kelima, stamina Choi terlihat terkuras. Kondisi ini dimanfaatkan Daud untuk semakin menekan Choi. Skenario ini berhasil membuat sang lawan terus-terusan tersudut. Beberapa upper cut Daud mendarat mulus di wajah Choi. Namun, Choi masih tertolong bunyi bel. Choi pantang menyerah. Dia terus memberi perlawanan sampai ronde terakhir.
"Terima kasih Tuhan yang masih memberi saya kesempatan memenangkan pertarungan ini. Terima kasih dan penghargaan besar saya haturkan untuk seluruh rakyat Indonesia atas dukungannya yang luar biasa kepada saya. Kemenangan ini saya persembahkan untuk bangsa ini," ucap Daud.
Pelatih Daud, Damianus Yordan, meluapkan kegembiraannya. Dia mengaku bangga asuhan yang juga adik kandungnya itu bisa mempertahankan gelarnya untuk pertama kalinya setelah merebutnya dari petinju Filipina Lorenzo Villanueva di tempat sama pada 5 Mei lalu. “Daud punya mental dan power bagus. Itu ditunjukkannya hari ini,” ucapnya.
(aww)