Jadwal tak direvisi, Di Matteo kecewa
Minggu, 11 November 2012 - 14:14 WIB
Jadwal tak direvisi, Di Matteo kecewa
A
A
A
Sindonews.com – Pelatih Chelsea Roberto di Matteo kecewa setelah pihak Liga Premier Inggris tak merevisi jadwal pertandingan antara Chelsea kontra Sunderland yang dilangsungkan pada 8 Desember mendatang.
Pihak Chelsea sebelumnya meminta pertandingan tersebut diubah jadwalnya. Pasalnya, jawara Liga Champions musim lalu itu harus bertanding pada 13 Desember di ajang Piala Dunia Antar Klub yang dihelat di Jepang. Hanya berjarak lima hari dari kompetisi lokal membuat kubu Chelsea keberatan.
“Anda akan berpikir Liga Premier memiliki kepentingan yang membuat Anda bisa sukses di Jepang, yang bisa memberikan pengaruh besar. Saya sangat kaget tentang ini,” ungkap Di Matteo seperti dikutip Daily Mail, Minggu (11/11/2012)
“Saya hanya tak bisa memikirkan hal itu. Mereka memberikan Anda kesempatan sukses di Jepang meski kami harus terbang selama sembilan jam dan tiba di sana tiga hari sebelum laga dimulai. Anda membutuhkan segalanya untuk menambahkan energi,” tambahnya.
Tak adanya perubahan jadwal membuat Di Matteo khawatir jika pasukannya bakal kelelahan dan rentan terkena cedera. “Kami akan menjalankan pertandingan di hari keenam, jadi kami bermain langsung di semi final dan kami akan ada di sana selama satu minggu. Ini merupakan risiko yang cukup besar karena faktor kesehatan dan cedera kemungkinan yang dihadapi para pemain,” pungkasnya.
Pihak Chelsea sebelumnya meminta pertandingan tersebut diubah jadwalnya. Pasalnya, jawara Liga Champions musim lalu itu harus bertanding pada 13 Desember di ajang Piala Dunia Antar Klub yang dihelat di Jepang. Hanya berjarak lima hari dari kompetisi lokal membuat kubu Chelsea keberatan.
“Anda akan berpikir Liga Premier memiliki kepentingan yang membuat Anda bisa sukses di Jepang, yang bisa memberikan pengaruh besar. Saya sangat kaget tentang ini,” ungkap Di Matteo seperti dikutip Daily Mail, Minggu (11/11/2012)
“Saya hanya tak bisa memikirkan hal itu. Mereka memberikan Anda kesempatan sukses di Jepang meski kami harus terbang selama sembilan jam dan tiba di sana tiga hari sebelum laga dimulai. Anda membutuhkan segalanya untuk menambahkan energi,” tambahnya.
Tak adanya perubahan jadwal membuat Di Matteo khawatir jika pasukannya bakal kelelahan dan rentan terkena cedera. “Kami akan menjalankan pertandingan di hari keenam, jadi kami bermain langsung di semi final dan kami akan ada di sana selama satu minggu. Ini merupakan risiko yang cukup besar karena faktor kesehatan dan cedera kemungkinan yang dihadapi para pemain,” pungkasnya.
(aww)