Ketum KONI Jabar raih Man of The Year 2012
Senin, 12 November 2012 - 19:21 WIB
Ketum KONI Jabar raih Man of The Year 2012
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum KONI Jawa Barat, Azis Syarif memperoleh penghargaan Man of The Year 2012 untuk kategori Olahraga dari Yayasan Penghargaan Indonesia (YPI). Piala dan piagam penghargaan diberikan dalam resepsi yang digelar di Hotel Inna Grand Sanur, Bali, beberapa waktu lalu.
Selain Azis, ada 24 tokoh dari berbagai kategori yang memperoleh penghargaan tahunan ini. Mereka antara lain, Kanawil Kemenkumham Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk kategori Hukum, Ketua Koperasi Kredit di Sumatera Utara untuk bidang Ekonomi, Kapolres Tomohon untuk kategori kepolisian, dan tokoh lainnya. Penghargaan diserahkan oleh Wagub Bali dengan dan Ketua YPI Harry Rahman.
Menurut Harry, penghargaan tersebut diberikan melalui seleksi yang ketat selama hampir satu tahun terhadap setiap tokoh yang muncul di pemberitaan media nasional maupun lokal.
"Mereka yang mendapat penghargaan tidak selalu nama-nama besar yang kerap muncul di permukaan, melainkan mereka yang menelurkan karya nyata dan berpengaruh luas untuk daerahnya maupun berskala nasional. Jadi tak benar bila dikatakan ini hanya merupakan acara untuk menaikkan citra seseorang," tegas Harry.
Dia juga menjelaskan, pemberian penghargaan kategori Man of The Year sudah dilakukan selama sepuluh tahun terakhir. Setiap tahunnya, sejumlah tokoh diseleksi dan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari pengamat lokal yang kemudian ditarik datanya ke pusat.
Bisa jadi, nama-nama yang kemudian menjadi peraih predikat adalah sosok yang tidak terkenal secara nasional, namun dia terpilih lebih karena pengaruhnya bagi lingkungan atau daerah di sekitarnya untuk sebuah kategorisasi.
Khusus untuk Azis Syarif, menurut Harry namanya sudah malang melintang di dunia karate Jawa Barat sejak lama, dan mulai disorot oleh YPI semenjak menjabat Ketua Umum KONI Jabar tahun 2010 lalu.
Puncaknya adalah sejak keberhasilan KONI Jabr menjadi runner up pada perhelatan PON XVIII/2012 di Riau beberapa waktu lalu. Dia mampu mengangkat harkat dan martabat Jabar. Karena sebelumnya, pada PON XVII/2008 di Kaltim, Jabar terlempar pada posisi keempat klasemen akhir.
Posisi kedua di Riau ini membuat visi Azis Syarif menjadikan Jabar sebagai nomor satu kekuatan olahraga nasional pada PON 2016, bisa terwujud.
Sementara itu, Saat diminta pendapatnya tentang penghargaan ini, Azis Syarif mengatakan, dirinya tidak pernah berpikir untuk memperoleh penilaian atau penghargaan atas apa yang telah dilakukan untuk KONI Jabar.
"Saya bekerja untuk dunia olahraga Jabar, pertanggung jawaban saya adalah kepada rakyat Jabar untuk meningkatkan prestasi olahraga para atletnya. Jadi saya pikir apa yang saya lakukan biasa-biasa saja, normatif. Bahwa kemudian hal itu mendapat penilaian dari pihak lain termasuk YPI, ya saya cukup mengapresiasi itu," katanya.
Menurutnya, penghargaan tersebut didedikasikan untuk seluruh masyarakat Jabar. "Penghargaan ini adalah untuk warga Jabar. Silakan masyarakat menilai sendiri atas apa yang telah dilakukan KONI Jabar selama masa kepengurusan saya dalam dua tahun terakhir. Jika itu nilai baik, alhamdulillah, namun jika dinilai belum baik, buat saya itu sebagai motivasi untuk berkarya lebih baik lagi," pungkasnya.
Selain Azis, ada 24 tokoh dari berbagai kategori yang memperoleh penghargaan tahunan ini. Mereka antara lain, Kanawil Kemenkumham Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk kategori Hukum, Ketua Koperasi Kredit di Sumatera Utara untuk bidang Ekonomi, Kapolres Tomohon untuk kategori kepolisian, dan tokoh lainnya. Penghargaan diserahkan oleh Wagub Bali dengan dan Ketua YPI Harry Rahman.
Menurut Harry, penghargaan tersebut diberikan melalui seleksi yang ketat selama hampir satu tahun terhadap setiap tokoh yang muncul di pemberitaan media nasional maupun lokal.
"Mereka yang mendapat penghargaan tidak selalu nama-nama besar yang kerap muncul di permukaan, melainkan mereka yang menelurkan karya nyata dan berpengaruh luas untuk daerahnya maupun berskala nasional. Jadi tak benar bila dikatakan ini hanya merupakan acara untuk menaikkan citra seseorang," tegas Harry.
Dia juga menjelaskan, pemberian penghargaan kategori Man of The Year sudah dilakukan selama sepuluh tahun terakhir. Setiap tahunnya, sejumlah tokoh diseleksi dan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari pengamat lokal yang kemudian ditarik datanya ke pusat.
Bisa jadi, nama-nama yang kemudian menjadi peraih predikat adalah sosok yang tidak terkenal secara nasional, namun dia terpilih lebih karena pengaruhnya bagi lingkungan atau daerah di sekitarnya untuk sebuah kategorisasi.
Khusus untuk Azis Syarif, menurut Harry namanya sudah malang melintang di dunia karate Jawa Barat sejak lama, dan mulai disorot oleh YPI semenjak menjabat Ketua Umum KONI Jabar tahun 2010 lalu.
Puncaknya adalah sejak keberhasilan KONI Jabr menjadi runner up pada perhelatan PON XVIII/2012 di Riau beberapa waktu lalu. Dia mampu mengangkat harkat dan martabat Jabar. Karena sebelumnya, pada PON XVII/2008 di Kaltim, Jabar terlempar pada posisi keempat klasemen akhir.
Posisi kedua di Riau ini membuat visi Azis Syarif menjadikan Jabar sebagai nomor satu kekuatan olahraga nasional pada PON 2016, bisa terwujud.
Sementara itu, Saat diminta pendapatnya tentang penghargaan ini, Azis Syarif mengatakan, dirinya tidak pernah berpikir untuk memperoleh penilaian atau penghargaan atas apa yang telah dilakukan untuk KONI Jabar.
"Saya bekerja untuk dunia olahraga Jabar, pertanggung jawaban saya adalah kepada rakyat Jabar untuk meningkatkan prestasi olahraga para atletnya. Jadi saya pikir apa yang saya lakukan biasa-biasa saja, normatif. Bahwa kemudian hal itu mendapat penilaian dari pihak lain termasuk YPI, ya saya cukup mengapresiasi itu," katanya.
Menurutnya, penghargaan tersebut didedikasikan untuk seluruh masyarakat Jabar. "Penghargaan ini adalah untuk warga Jabar. Silakan masyarakat menilai sendiri atas apa yang telah dilakukan KONI Jabar selama masa kepengurusan saya dalam dua tahun terakhir. Jika itu nilai baik, alhamdulillah, namun jika dinilai belum baik, buat saya itu sebagai motivasi untuk berkarya lebih baik lagi," pungkasnya.
(aww)