Lorenzo sempat putus asa
Selasa, 13 November 2012 - 15:16 WIB
Lorenzo sempat putus asa
A
A
A
Sindonews.com - Jorge Lorenzo menyimpan cerita di balik keberhasilannya menjadi juara dunia MotoGP 2012. Pembalap asal Spanyol ini ternyata sempat khawatir kehilangan gelar saat dirinya terjatuh di Sirkuit Assen, Belanda, Juni lalu.
Saat itu, Lorenzo menempati posisi kedua di awal lomba. Namun, saat memasuki tikungan pertama, Lorenzo terjatuh dan membuat posisinya di klasemen terancam.
"Kualifikasi di Assen berjalan baik, tapi di hari Minggu, 100-200 meter (setelah start) saya berakhir di lintasan. Saya merasakan pukulan hebat di badan saya, motor terbakar, dan saya tak mengerti apa yang terjadi. Saya seakan bermimpi atau sejenisnya,"jelas Lorenzo kepada BBC.
"Saya berpikir gelar juara sudah berakhir. Tak ada poin, motor terbakar, saya berpikir semuanya sudah berakhir,"ia menambahkan.
Namun, setelah kecelakaan itu, Lorenzo bangkit. Ia juga tertolong dengan kecelakaan yang dialami Casey Stoner dan kurang konsistennya Dani Pedrosa. Akhirnya, Lorenzo berhasil meraih gelar juara dunia untuk yang kedua kalinya.
Gelar ini pun menjadikan Lorenzo sebagai pembalap Spanyol yang paling sukses di MotoGP. "Saya bangga menjadi pembalap Spanyol yang paling berkelas. Mrupakan kehormatan besar bisa disamakan dengan Alex Criville (juara 500cc tahun 1999),"Lorenzo mengakhiri.
Saat itu, Lorenzo menempati posisi kedua di awal lomba. Namun, saat memasuki tikungan pertama, Lorenzo terjatuh dan membuat posisinya di klasemen terancam.
"Kualifikasi di Assen berjalan baik, tapi di hari Minggu, 100-200 meter (setelah start) saya berakhir di lintasan. Saya merasakan pukulan hebat di badan saya, motor terbakar, dan saya tak mengerti apa yang terjadi. Saya seakan bermimpi atau sejenisnya,"jelas Lorenzo kepada BBC.
"Saya berpikir gelar juara sudah berakhir. Tak ada poin, motor terbakar, saya berpikir semuanya sudah berakhir,"ia menambahkan.
Namun, setelah kecelakaan itu, Lorenzo bangkit. Ia juga tertolong dengan kecelakaan yang dialami Casey Stoner dan kurang konsistennya Dani Pedrosa. Akhirnya, Lorenzo berhasil meraih gelar juara dunia untuk yang kedua kalinya.
Gelar ini pun menjadikan Lorenzo sebagai pembalap Spanyol yang paling sukses di MotoGP. "Saya bangga menjadi pembalap Spanyol yang paling berkelas. Mrupakan kehormatan besar bisa disamakan dengan Alex Criville (juara 500cc tahun 1999),"Lorenzo mengakhiri.
(aww)