Kota Bandung andalkan peraih emas PON
Selasa, 13 November 2012 - 21:59 WIB
Kota Bandung andalkan peraih emas PON
A
A
A
Sindonews.com - Kota Bandung tampak percaya diri menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2014. Terlebih para atlet kota ini berhasil mendominasi raihan medali bagi kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/Riau.
Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Nurhasan mengatakan, dominasi pada PON Riau dapat menjadi tolak ukur kekuatan pada Porda 2014 yang rencananya digelar di Kabupaten Bekasi. Raihan itu juga bisa meningkatkan mental bertanding para atlet Kota Bandung.
''Pada PON 2012, atlet-atlet dari Kota Bandung berhasil menyumbangkan 42 medali emas untuk kontingen Jawa Barat. Terdiri dari 28 medali dari atlet perorangan, dan 14 medali dari beregu. Keberhasilan ini menjadi pondasi sekaligus tolak ukur Kota Bandung untuk berjaya di Porda 2014,” tutur Nurhasan di kantornya, Jalan Jakarta, Kota Bandung.
Pada PON Riau, Jawa Barat mampu keluar sebagai runner up di bawah DKI Jakarta. Kontingen provinsi ini berhasil membawa pulang 99 medali emas, 79 medali perak, dan 101 medali perunggu. ''Jika dikalkulasikan, berarti lebih dari 40% raihan emas Jawa Barat berasal dari atlet Kota Bandung. Ini membanggakan, dan para atlet tersebut masih kami monitoring,” sebut Nurhasan.
Meski di atas kertas Kota Bandung diprediksi berjaya di Porda 2014, ujar Nurhasan, pihaknya tidak lantas menyampingkan pembinaan para atlet. Bahkan, saat ini KONI Kota Bandung mulai gencar melakukan berbagai persiapan untuk berlaga di event olahraga provinsi empat tahunan tersebut. Di antaranya penyusunan anggaran tahun 2013, dan inventarisasi data atlet yang berpotensi.
''Tahun 2013 fokus utama kami adalah pembinaan atlet menjelang Porda, sehingga anggarannya pun diutamakan ke program tersebut. Pengajuan dananya sedang dalam penyusunan. Sedangkan untuk data para atlet potensial, akhir tahun ini harus sudah diserahkan oleh para pengurus cabang olahraga kepada KONI,” tuturnya.
Nurhasan menyebutkan, inventarisasi atlet berprestasi merupakan salah satu tahap pembentukan kontingen Kota Bandung. Setelah data terkumpul, pihaknya akan memulai proses pemilihan atlet yang sepenuhnya dilakukan di tahun 2013. Seleksi tersebut digelar dalam dua tahap, yaitu pemilihan tim bayangan pada enam bulan pertama, kemudian pembentukan tim inti pada semester kedua.
''Hingga Desember kami masih melakukan pendataan atlet. Setelah itu, Januari hingga Juni, akan dipilih atlet mana saja yang masuk tim bayangan. Sedangkan Juli sampai Desember adalah waktu pemilihan tim inti Kota Bandung untuk dikirim ke Porda 2014,” tutur Nurhasan.
Di samping persiapan inti tersebut, beberapa langkah awal lainnya mulai dilakoni KONI Kota Bandung. Diantaranya rancangan biaya uang saku dan dispensasi pada perusahaan atau sekolah masing-masing atlet.
''Pemberian bantuan transportasi untuk para atlet rencananya sebesar Rp 400 ribu perbulan selama pemusatan latihan. Kami juga tentu menyiapkan surat permohonan dispensasi pada instansi terkait, agar atlet yang menjalani latihan tidak bermasalah dengan tempat kerja atau sekolahnya,” pungkas Nurhasan
Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Nurhasan mengatakan, dominasi pada PON Riau dapat menjadi tolak ukur kekuatan pada Porda 2014 yang rencananya digelar di Kabupaten Bekasi. Raihan itu juga bisa meningkatkan mental bertanding para atlet Kota Bandung.
''Pada PON 2012, atlet-atlet dari Kota Bandung berhasil menyumbangkan 42 medali emas untuk kontingen Jawa Barat. Terdiri dari 28 medali dari atlet perorangan, dan 14 medali dari beregu. Keberhasilan ini menjadi pondasi sekaligus tolak ukur Kota Bandung untuk berjaya di Porda 2014,” tutur Nurhasan di kantornya, Jalan Jakarta, Kota Bandung.
Pada PON Riau, Jawa Barat mampu keluar sebagai runner up di bawah DKI Jakarta. Kontingen provinsi ini berhasil membawa pulang 99 medali emas, 79 medali perak, dan 101 medali perunggu. ''Jika dikalkulasikan, berarti lebih dari 40% raihan emas Jawa Barat berasal dari atlet Kota Bandung. Ini membanggakan, dan para atlet tersebut masih kami monitoring,” sebut Nurhasan.
Meski di atas kertas Kota Bandung diprediksi berjaya di Porda 2014, ujar Nurhasan, pihaknya tidak lantas menyampingkan pembinaan para atlet. Bahkan, saat ini KONI Kota Bandung mulai gencar melakukan berbagai persiapan untuk berlaga di event olahraga provinsi empat tahunan tersebut. Di antaranya penyusunan anggaran tahun 2013, dan inventarisasi data atlet yang berpotensi.
''Tahun 2013 fokus utama kami adalah pembinaan atlet menjelang Porda, sehingga anggarannya pun diutamakan ke program tersebut. Pengajuan dananya sedang dalam penyusunan. Sedangkan untuk data para atlet potensial, akhir tahun ini harus sudah diserahkan oleh para pengurus cabang olahraga kepada KONI,” tuturnya.
Nurhasan menyebutkan, inventarisasi atlet berprestasi merupakan salah satu tahap pembentukan kontingen Kota Bandung. Setelah data terkumpul, pihaknya akan memulai proses pemilihan atlet yang sepenuhnya dilakukan di tahun 2013. Seleksi tersebut digelar dalam dua tahap, yaitu pemilihan tim bayangan pada enam bulan pertama, kemudian pembentukan tim inti pada semester kedua.
''Hingga Desember kami masih melakukan pendataan atlet. Setelah itu, Januari hingga Juni, akan dipilih atlet mana saja yang masuk tim bayangan. Sedangkan Juli sampai Desember adalah waktu pemilihan tim inti Kota Bandung untuk dikirim ke Porda 2014,” tutur Nurhasan.
Di samping persiapan inti tersebut, beberapa langkah awal lainnya mulai dilakoni KONI Kota Bandung. Diantaranya rancangan biaya uang saku dan dispensasi pada perusahaan atau sekolah masing-masing atlet.
''Pemberian bantuan transportasi untuk para atlet rencananya sebesar Rp 400 ribu perbulan selama pemusatan latihan. Kami juga tentu menyiapkan surat permohonan dispensasi pada instansi terkait, agar atlet yang menjalani latihan tidak bermasalah dengan tempat kerja atau sekolahnya,” pungkas Nurhasan
(aww)