Gubernur Sumsel: Pengurus gagal harus mundur
Selasa, 13 November 2012 - 22:43 WIB
Gubernur Sumsel: Pengurus gagal harus mundur
A
A
A
Sindonews.com -Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin melontarkan warning kepada para pengurus cabang olahraga atas kegagalan meraih prestasi terbaik pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/Riau.
Warning itu dinyalakan Alex pada malam apresiasi bagi atlet dan pelatih Sumsel peraih medali pada PON XVIII dan Peparnas XVI Riau tahun 2012 di Dining Hall, Wisma Atlet, Jakabaring Sport City, Senin malam (12/11).
"Bagi pengurus pengprov cabor yang gagal meraih target yang telah dijanjikan, maka mereka harus berani mempertanggungjawabkan kegagalan itu. Terutama bagi mereka yang jelas-jelas tidak mendukung atletnya secara langsung saat pertandingan, maka lebih baik mengundurkan diri dan diganti dengan pengurus yang benar-benar mau bekerja,"tegasnya.
Penegasan ini diungkapkan Alex agar pencapaian prestasi Sumsel kedepan bisa lebih baik lagi. Apalagi mengingat secara fasilitas Sumsel telah memiliki semua yang dibutuhkan terutama venues berstandar internasional dikawasan JSC. Karena itulah dia mengharapkan agar para pengurus cabor mulai serius mempersiapkan diri dengan memanfaatkan fasilitas yang ada tersebut.
Sehingga ditergetkan pada gelaran PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 mendatang bisa menempati posisi yang terbaik. Bahkan dia yakin, jika tiga tahun ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik, maka Sumsel tidak hanya mampu bercokol diposisi sepuluh besar tetapi tiga besar.
"Karena itu, saya meminta kepada pengurus cabor agar secepatnya mempersiapkan program pembinaan dan memanfaatkan banyaknya kejuaraaan nasional maupun internasional yang sudah berlangsung di Jakabaring sebagai ajang menimba ilmu,"ungkapnya.
Apalagi setelah didirikannya Institut Olahraga di Sumsel pada awal tahun nanti, maka Sumsel akan memiliki modal untuk jauh lebih berkembang dari daerah lain termasuk Jabar sebagai tuan rumah PON mendatang. Karena saat ini mereka baru akan membangun fasilitas PON untuk tahun 2016 mendatang, sementara Sumsel sudah terlebih dahulu memiliki fasilitas yang memadai eks SEA Games XXVI lalu.
"Itulah keunggulan yang kita (Sumsel) miliki dan harus benar-benar dimanfaatkan serta dimaksimalkan dengan baik,"lanjutnya.
Hal senada diungkapkan Ketua KONI Sumsel Muddai Madang. Dia meminta agar pengurus cabor yang tidak bisa bekerja maksimal agar melakukan evaluasi dan bila perlu mengganti susunan pengurusnya.
Contohnya Pengprov Cabor Sepak Takraw yang masuk dalam kategori terjelek, di mana dari target emas ternyata mereka hanya menang satu kali dari 14 kali tanding, sisanya 13 kali mengalami kekalahan. Begitu juga dengan cabor lainnya yang masih belum bisa memenuhi harapan, dia mengisyaratkan agar segera melakukan pembenahan.
"Sedangkan untuk pengurus cabor terbaik seperti anggar, biliar dan atletik yang berhasil memenuhi target dan bahkan melebihi target. Maka mereka akan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp. 250 Juta. Tetapi uang itu baru bisa diambil melalui proposal, jadi silakan ajukan kepada KONI. Yang penting itu demi kemajuan cabor tersebut,"pungkasnya.
Warning itu dinyalakan Alex pada malam apresiasi bagi atlet dan pelatih Sumsel peraih medali pada PON XVIII dan Peparnas XVI Riau tahun 2012 di Dining Hall, Wisma Atlet, Jakabaring Sport City, Senin malam (12/11).
"Bagi pengurus pengprov cabor yang gagal meraih target yang telah dijanjikan, maka mereka harus berani mempertanggungjawabkan kegagalan itu. Terutama bagi mereka yang jelas-jelas tidak mendukung atletnya secara langsung saat pertandingan, maka lebih baik mengundurkan diri dan diganti dengan pengurus yang benar-benar mau bekerja,"tegasnya.
Penegasan ini diungkapkan Alex agar pencapaian prestasi Sumsel kedepan bisa lebih baik lagi. Apalagi mengingat secara fasilitas Sumsel telah memiliki semua yang dibutuhkan terutama venues berstandar internasional dikawasan JSC. Karena itulah dia mengharapkan agar para pengurus cabor mulai serius mempersiapkan diri dengan memanfaatkan fasilitas yang ada tersebut.
Sehingga ditergetkan pada gelaran PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 mendatang bisa menempati posisi yang terbaik. Bahkan dia yakin, jika tiga tahun ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik, maka Sumsel tidak hanya mampu bercokol diposisi sepuluh besar tetapi tiga besar.
"Karena itu, saya meminta kepada pengurus cabor agar secepatnya mempersiapkan program pembinaan dan memanfaatkan banyaknya kejuaraaan nasional maupun internasional yang sudah berlangsung di Jakabaring sebagai ajang menimba ilmu,"ungkapnya.
Apalagi setelah didirikannya Institut Olahraga di Sumsel pada awal tahun nanti, maka Sumsel akan memiliki modal untuk jauh lebih berkembang dari daerah lain termasuk Jabar sebagai tuan rumah PON mendatang. Karena saat ini mereka baru akan membangun fasilitas PON untuk tahun 2016 mendatang, sementara Sumsel sudah terlebih dahulu memiliki fasilitas yang memadai eks SEA Games XXVI lalu.
"Itulah keunggulan yang kita (Sumsel) miliki dan harus benar-benar dimanfaatkan serta dimaksimalkan dengan baik,"lanjutnya.
Hal senada diungkapkan Ketua KONI Sumsel Muddai Madang. Dia meminta agar pengurus cabor yang tidak bisa bekerja maksimal agar melakukan evaluasi dan bila perlu mengganti susunan pengurusnya.
Contohnya Pengprov Cabor Sepak Takraw yang masuk dalam kategori terjelek, di mana dari target emas ternyata mereka hanya menang satu kali dari 14 kali tanding, sisanya 13 kali mengalami kekalahan. Begitu juga dengan cabor lainnya yang masih belum bisa memenuhi harapan, dia mengisyaratkan agar segera melakukan pembenahan.
"Sedangkan untuk pengurus cabor terbaik seperti anggar, biliar dan atletik yang berhasil memenuhi target dan bahkan melebihi target. Maka mereka akan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp. 250 Juta. Tetapi uang itu baru bisa diambil melalui proposal, jadi silakan ajukan kepada KONI. Yang penting itu demi kemajuan cabor tersebut,"pungkasnya.
(aww)