Herbert tuduh Chelsea dan FA menutupi kasus Clattenberg

Rabu, 14 November 2012 - 13:52 WIB
Herbert tuduh Chelsea...
Herbert tuduh Chelsea dan FA menutupi kasus Clattenberg
A A A
Sindonews.com - Pihak kepolisian metropolitan Inggris secara resmi menghentikan penyelidikan atas kasus rasial yang dialami dua pemain Chelsea, saat klub tersebut kandas 3-2 dikandangnya sendiri oleh Manchester United.

Melihat ada keganjilan tersebut pengacara dari masyarakat berkulit lebam (hitam) Peter Herbert menuduh klub yang berhasil menjuarai Liga Champions musim lalu bersama Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) berusaha menutup-nutupi kasus wasit kontroversial Mark Clattenburg.

Hal ini diungkapkannya setelah kepolisian metropolitan membeberkan pernyataan bahwa Chelsea tidak memberikan alat bukti yang cukup kuat untuk menjatuhkan kasus rasial yang dilakukan Clattenburg. Pasalnya, pihak klub tersebut merasa FA merupakan wadah yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Akibatnya, penyelidikan yang dilakukan polisi dihentikan.

Kendati demikian, FA berjanji akan menyelesaikan masalah ini sampai selesai. Namun, Herbert yang merasa dirugikan mengaku seharusnya FA dan Chelsea memberikan kepada polisi metropolitan untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kedengarannya sangat ganjil ketika sepakbola berusaha menutup-nutupi kasus rasial ini. Padahal kami berharap FA untuk menyerahkan masalah ini ke Kepolisian Metropolitan setelah Chelsea memberikan keluhan kepada FA," kata Herber seperti dilansir BBC, Rabu (14/11/2012).

"Namun, FA tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk melakukan penyelidikan atas kasus rasial ini. Jadi, kami memiliki keyakinan bahwa otoritas sepak bola utama di negara ini tidak memahami keseriusan untuk membasmi kejahatan rasial."

"Kami sangat curiga FA dan Chelsea gagal untuk memberikan informasi ini kepada Polisi Metropolitan untuk melakukan investigasi. Kami akan meminta penjelasan kepada komandan Borough, apakah alat bukti telah diberikan atau belum. Jika tidak diberikan oleh FA maupun Chelsea, kami ingin mengangkat masalah ini sampai ke menteri olahraga," tegasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (13/11) kemarin pihak kepolisian metropolitan secara resmi telah menutup kasus ini, karena Chelsea tidak memberikan alat bukti yang cukup kuat untuk kepolisian setempat melakukan penyelidikan. "Jika tidak ada alat bukti seperti korban dan yang lainnya tidak dapat diberikan pihak yang menggugat maka hal tersebut tidak dapat diselidiki," pernyataan kepolisian metropolitan.

Seperti diketahui, FA kembali memparkir wasit kontroversial Mark Clattenburg pada satu pekan kedepan. Pasalnya, Asosiasi tersebut telah membuat daftar wasit pada pekan ini. Namun, nama wasit berusia 37 tahun itu tak ada dalam daftar wasit yang akan meminpin pertandingan dalam satu pekan ini.
(aww)
Berita Terkait
Chelsea Ditahan Imbang...
Chelsea Ditahan Imbang Burnley 2-2
Keuangan Chelsea Karut-Marut,...
Keuangan Chelsea Karut-Marut, Ini Cara Thomas Tuchel Semangati Pasukannya
Keok Dari Dinamo Zagreb,...
Keok Dari Dinamo Zagreb, Chelsea Derita Tiga Kekalahan Tandang Beruntun
Kalahkan Watford, Chelsea...
Kalahkan Watford, Chelsea Jaga Peluang Lolos di Liga Champions
Willian Dapat Tawaran...
Willian Dapat Tawaran dari 2 Klub Liga Premier Inggris
Hakim Ziyech Siap Bela...
Hakim Ziyech Siap Bela Chelsea Usai Sembuh dari Cedera
Berita Terkini
Final Piala Dunia 2026...
Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
21 menit yang lalu
Soroti Laga Argentina...
Soroti Laga Argentina vs Mesir, Zohran Mamdani: The Pharaohs Dirampok
1 jam yang lalu
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
2 jam yang lalu
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
3 jam yang lalu
Mimpi Ouahbi dan Misi...
Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved