Demi profesi, Nova pilih PBR?
Rabu, 14 November 2012 - 16:55 WIB
Demi profesi, Nova pilih PBR?
A
A
A
Sindonews.com – Persiba Bantul harus bersiap-siap kehilangan Nova Arianto. Meski mantan pemain kampiun Indonesian Super League (ISL) Sriwijaya FC ikut seleksi Persiba dan didaulat menjadi kapten saat turnamen pramusim, belum jaminan Nova bakal menjadi skuad Laskar Sultan Agung. Nova justru berpeluang membela Pelita Bandung Raya (PBR) musim depan.
Pemain kelahiran Semarang 11 April 1978 sebenarnya mengaku ingin menjadi bagian Persiba musim depan. Alasan utamanya adalah dengan keluarga. Nova ini memiliki keluarga kecil yang menetap di Yogyakarta. Namun, langkah managamen Persiba yang kurang cepat seputar masa depan pemain, membuat Nova berpikir dua kali.
Nova mengaku usai Persiba menjuarai Magelang Cup, sudah menanyakan seputar kontrak musim depan. Pihak managemen menjanjikan beberapa hari setelah dari Magelang, Nova akan diikat kontrak. Namun, sampai batas waktu yang diberikan managemen ternyata molor. Nova akhirnya mengakui masa depannya di Persiba belum jelas. "Masa depan di Bantul belum jelas, apakah jadi kontrak atau tidak," katanya, Rabu (14/11/2012).
Sebagai pesepakbola profesional, kepastian masa depan karir menjadi hal utama. Saat Nova masuk dalam radar bidik PBR, putra dari Pelatih Persisam Samarainda Sartono Anwar ini pun menyambut tawaran klub yang bermarkas di Bandung. Di PBR, Nova disodori nilai kontrak yang lebih tinggi dari Persiba. Namun, bukan itu yang menjadi pertimbangan Nova. "Profesional saja, masa depan karir adalah hal utama," tegasnya.
Nova mengaku tidak melanggar mengikuti seleksi di PBR. Pasalnya, Persiba juga belum mengikat dalam bentuk kontrak. "Bagi saya, sah saha saja di Bandung karena belum ada terikat kontrak bersama Persiba," ujarnya.
Di bagian lain., Persiba sebenarnya sangat ingin memboyong Nova. Bagi pelatih yang juga tim seleksi Persiba, Nova dianggap mampu menggantikan posisi Wahyu Wijiastano yang hijrah ke Semen Padang. Kepercayaan Persiba kepada juga ditunjukkan saat Nova didaulat menjadi kapten di dua turnamen Batik Cup dan Magelang Cup yang kemudian menyabet kampiun di dua turnamen pramusim tersebut.
Namun, keterbatasan finansial klub kebanggan publik Bantul ini tidak bisa mengikat kontrak kepada Nova secepatnya. Managemen sangat menyayangkan jika Nova benar-benar memilih PBR dari pada Persiba. "Kami sangat menyayangkan jika Nova tidak memilih Persiba. Jelas kami membutuhkan Nova untuk musim depan. Namun persoalannya ada di dana. Bagaimana kita bisa memberikan kepastian kepada pemain tentang kontrak jika dana saja belum pasti,” kata Manajer Operasional Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya.
Bagus mengakui, Nova hampir setiap musim selalu ikut seleksi Persiba. Namun, dengan berbagai alasan akhirnya Nova belum berjodoh dengan Persiba. Managemen hanya berharap, Nova menjaga komitmen bahwa suatu saat akan membela Persiba. "Saya harap dia (Nova) menjaga komitmen awalnya dulu saat disampaikan kepada saya ingin membela Bantul suatu saat nanti,” ujanya.
Pemain kelahiran Semarang 11 April 1978 sebenarnya mengaku ingin menjadi bagian Persiba musim depan. Alasan utamanya adalah dengan keluarga. Nova ini memiliki keluarga kecil yang menetap di Yogyakarta. Namun, langkah managamen Persiba yang kurang cepat seputar masa depan pemain, membuat Nova berpikir dua kali.
Nova mengaku usai Persiba menjuarai Magelang Cup, sudah menanyakan seputar kontrak musim depan. Pihak managemen menjanjikan beberapa hari setelah dari Magelang, Nova akan diikat kontrak. Namun, sampai batas waktu yang diberikan managemen ternyata molor. Nova akhirnya mengakui masa depannya di Persiba belum jelas. "Masa depan di Bantul belum jelas, apakah jadi kontrak atau tidak," katanya, Rabu (14/11/2012).
Sebagai pesepakbola profesional, kepastian masa depan karir menjadi hal utama. Saat Nova masuk dalam radar bidik PBR, putra dari Pelatih Persisam Samarainda Sartono Anwar ini pun menyambut tawaran klub yang bermarkas di Bandung. Di PBR, Nova disodori nilai kontrak yang lebih tinggi dari Persiba. Namun, bukan itu yang menjadi pertimbangan Nova. "Profesional saja, masa depan karir adalah hal utama," tegasnya.
Nova mengaku tidak melanggar mengikuti seleksi di PBR. Pasalnya, Persiba juga belum mengikat dalam bentuk kontrak. "Bagi saya, sah saha saja di Bandung karena belum ada terikat kontrak bersama Persiba," ujarnya.
Di bagian lain., Persiba sebenarnya sangat ingin memboyong Nova. Bagi pelatih yang juga tim seleksi Persiba, Nova dianggap mampu menggantikan posisi Wahyu Wijiastano yang hijrah ke Semen Padang. Kepercayaan Persiba kepada juga ditunjukkan saat Nova didaulat menjadi kapten di dua turnamen Batik Cup dan Magelang Cup yang kemudian menyabet kampiun di dua turnamen pramusim tersebut.
Namun, keterbatasan finansial klub kebanggan publik Bantul ini tidak bisa mengikat kontrak kepada Nova secepatnya. Managemen sangat menyayangkan jika Nova benar-benar memilih PBR dari pada Persiba. "Kami sangat menyayangkan jika Nova tidak memilih Persiba. Jelas kami membutuhkan Nova untuk musim depan. Namun persoalannya ada di dana. Bagaimana kita bisa memberikan kepastian kepada pemain tentang kontrak jika dana saja belum pasti,” kata Manajer Operasional Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya.
Bagus mengakui, Nova hampir setiap musim selalu ikut seleksi Persiba. Namun, dengan berbagai alasan akhirnya Nova belum berjodoh dengan Persiba. Managemen hanya berharap, Nova menjaga komitmen bahwa suatu saat akan membela Persiba. "Saya harap dia (Nova) menjaga komitmen awalnya dulu saat disampaikan kepada saya ingin membela Bantul suatu saat nanti,” ujanya.
(wbs)