Harapan tinju China di pundak Zhong Zao
Jum'at, 16 November 2012 - 23:26 WIB
Harapan tinju China di pundak Zhong Zao
A
A
A
Sindonews.com - China berpeluang memiliki juara tinju profesional untuk kali pertama. Itu benar-benar bisa terealisasi jika Xiong Zhong Zao mampu mengalahkan petinju Meksiko, Javier Martinez Resendiz, dalam pertarungan perebutan gelar kelas terbang mini versi WBC pada 24 November nanti di Kumming, China.
Bagi masyarakat China, yang tidak terlalu identik dengan tinju, duel ini sangat menarik. Sebab, terdapat kebanggaan di dalamnya. Jadi tidak salah apabila penduduk asli China bakal tumpek-blek menyaksikan pertarungan tersebut.
Zhong Zao sendiri nyaris meraih gelar kelas terbang WBC pada tiga tahun yang lalu. Sayang, dalam pertarungan itu Zhong Zao menderita kalah angka kendati ia sempat menjatuhkan lawannya, Daisuke Naito, dari Jepang, di ronde keenam. Petinju berusia 30 tahun itu meraih kemengan angka atas Osvaldo Razon (Meksiko) di pertarungan terakhirnya, Juni lalu.
Pertarungan itu menjadi duel terbaik yang pernah dilakukan dalam karirnya. Pasalnya, dengan kemenangan itu ia berhasil meraih gelar perak kelas terbang ringan WBC. Duel melawan Martinez seharusnya dilangsungkan pada 27 Oktober yang lalu, tapi karena tangan Zhang Zao masih cedera, maka pertarungan ditunda hingga 24 November nanti. Cedera itu dideritanya ketika ia mengalahkan Razon.
"Saya butuh waktu. Tanganku masih belum sempurna. Saya tidak tahu kenapa. Dalam laga terakhir, tangan saya terasa sakit di ronde kedua, tapi saya masih bisa menyelesaikan pertarungan dan bahkan meraih kemenangan. Nyeri ini bukanlah suatu masalah bagi saya. Saya memiliki tekad dan saya tidak bisa dihentikan," tutur pemilik rekor 19 menang (11KO) dan empat kali kalah, kepada Fight News, Jumat (16/11).
Bagi masyarakat China, yang tidak terlalu identik dengan tinju, duel ini sangat menarik. Sebab, terdapat kebanggaan di dalamnya. Jadi tidak salah apabila penduduk asli China bakal tumpek-blek menyaksikan pertarungan tersebut.
Zhong Zao sendiri nyaris meraih gelar kelas terbang WBC pada tiga tahun yang lalu. Sayang, dalam pertarungan itu Zhong Zao menderita kalah angka kendati ia sempat menjatuhkan lawannya, Daisuke Naito, dari Jepang, di ronde keenam. Petinju berusia 30 tahun itu meraih kemengan angka atas Osvaldo Razon (Meksiko) di pertarungan terakhirnya, Juni lalu.
Pertarungan itu menjadi duel terbaik yang pernah dilakukan dalam karirnya. Pasalnya, dengan kemenangan itu ia berhasil meraih gelar perak kelas terbang ringan WBC. Duel melawan Martinez seharusnya dilangsungkan pada 27 Oktober yang lalu, tapi karena tangan Zhang Zao masih cedera, maka pertarungan ditunda hingga 24 November nanti. Cedera itu dideritanya ketika ia mengalahkan Razon.
"Saya butuh waktu. Tanganku masih belum sempurna. Saya tidak tahu kenapa. Dalam laga terakhir, tangan saya terasa sakit di ronde kedua, tapi saya masih bisa menyelesaikan pertarungan dan bahkan meraih kemenangan. Nyeri ini bukanlah suatu masalah bagi saya. Saya memiliki tekad dan saya tidak bisa dihentikan," tutur pemilik rekor 19 menang (11KO) dan empat kali kalah, kepada Fight News, Jumat (16/11).
(nug)