Presiden WBC: China bisa menjadi negara tinju
Sabtu, 17 November 2012 - 02:00 WIB
Presiden WBC: China bisa menjadi negara tinju
A
A
A
Sindonews.com - Presiden World Boxing Council (WBC) Jose Sulaiman sangat bergembira dengan adanya pementasan pertarungan yang bersejarah di China. Ya, dikatakan bersejarah, untuk kali pertama China menjadi tempat diselenggarakannya pertarungan perebutan gelar juara dunia pada 24 November nanti. Pada saat itu, pahlawan tuan rumah, Xiong Zhong Zhao, akan menghadapi petinju Meksiko, Javier Martinez Resendiz, untuk gelar kelas terbang mini WBC.
Dalam sebuah wawancara dengan salah stasiun televisi Meksiko, Sulaiman menegaskan jika dunia tinju membutuhkan China dan pada 24 November di Kumming akan terjadi malam yang bersejarah bagi tinju. Pasalnya, tidak pernah ada dalam sejarah olahraga adu jotos itu memiliki pertarungan gelar juara dunia di sana. "China bisa berubah menjadi negara besar untuk tinju profesional. Saya senang bahwa China membuka pintunya dengan merayakan pertarungan besar ini, yaitu ketika gelar WBC akan dipertaruhkan," lanjutnya, seperti dikutip Boxing Scene, Jumat (16/11).
Pertarungan ini bisa digelar di China, setelah manajer/promotor/pelatih penantang utama Denver Cuello, Aljoe Jaro setuju untuk menepi, sehingga memungkinkan WBC menggelar pertarungan di negara yang memiliki penduduk terpadat di dunia itu.
Sebelumnya, Sulaiman mengatakan bahwa ia senang Jaro telah merespons positif permintaan digelarnya pertarungan di China dan membuat komitmen yang memastikan Cuello akan menghadapi pemenang antara Zhong dan Martinez pada duel wajib perebutan gelar yang akan berlangsung tahun depan.
Dalam sebuah wawancara dengan salah stasiun televisi Meksiko, Sulaiman menegaskan jika dunia tinju membutuhkan China dan pada 24 November di Kumming akan terjadi malam yang bersejarah bagi tinju. Pasalnya, tidak pernah ada dalam sejarah olahraga adu jotos itu memiliki pertarungan gelar juara dunia di sana. "China bisa berubah menjadi negara besar untuk tinju profesional. Saya senang bahwa China membuka pintunya dengan merayakan pertarungan besar ini, yaitu ketika gelar WBC akan dipertaruhkan," lanjutnya, seperti dikutip Boxing Scene, Jumat (16/11).
Pertarungan ini bisa digelar di China, setelah manajer/promotor/pelatih penantang utama Denver Cuello, Aljoe Jaro setuju untuk menepi, sehingga memungkinkan WBC menggelar pertarungan di negara yang memiliki penduduk terpadat di dunia itu.
Sebelumnya, Sulaiman mengatakan bahwa ia senang Jaro telah merespons positif permintaan digelarnya pertarungan di China dan membuat komitmen yang memastikan Cuello akan menghadapi pemenang antara Zhong dan Martinez pada duel wajib perebutan gelar yang akan berlangsung tahun depan.
(nug)