PBR maksimalkan potensi pemain muda
Minggu, 18 November 2012 - 00:58 WIB
PBR maksimalkan potensi pemain muda
A
A
A
Sindonews.com – Pelita Bandung Raya (PBR) bakal memaksimalkan potensi para pemain muda untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013. Namun melalui persiapan matang dan latihan keras yang sistematis, tim besutan pelatih Simon McMenemy tersebut optimistis bisa bersaing di kasta tertinggi sepakbola negeri ini.
Pelatih yang memiliki tato asal Inggris itu mengatakan, para pemain muda yang dimilikinya harus bisa membuktikan diri di kancah sepakbola profesional. Motivasi yang tinggi untuk menapaki karir bisa menjadi senjata ampuh dalam bertarung di lapangan hijau. Simon pun menjamin, semua pemain muda mendapat kesempatan yang sama untuk bertanding. “Saya sangat percaya terhadap tim ini, dimana mayoritas pemainnya berasal dari kalangan muda. Saya yakin dengan kemampuan dan motivasi yang mereka miliki untuk mengarungi kompetisi,” ujar Simon di sela latihan di lapangan sepakbola Pusdik Ijen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu sore (17/11).
Dia menyadari, para pemain berusia muda memiliki sejumlah kekurangan, terutama dalam hal pengalaman bermain. Performa yang fluktuatif pun menjadi pertimbangan Simon untuk untuk meracik strategi, dan menetapkan pemain mana saja yang layak diturunkan dalam satu pertandingan. Mengatasi hal itu, tim pelatih telah merancang beberapa tahapan target untuk membina mereka dalam jangka panjang.
“Pemain-pemain muda memang pasti akan membuat kesalahan. Dalam satu pertandingan bisa saja mereka bermain sangat bagus, tapi di pertandingan setelahnya mereka pun bisa bermain sangat buruk. Di tahun pertama, performa seperti itu akan menjadi kendala yang sangat terasa. Tapi di tahun kedua, saya menargetkan penampilan mereka tidak terlalu fluktuatif. Dan pada tahun ke tiga, performa naik-turun tersebut sudah tidak ada, berganti menjadi penampilan yang terus meningkat,” tutur Simon.
Ditanya masalah target dalam ajang ISL 2013, sang pelatih enggan terlalu menekankannya pada tim asuhannya. Menurutnya, pembentukan sebuah tim yang solid tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun saja. Melainkan perlu waktu relatif lama untuk menghasilkan kesebelasan yang tangguh. Simon pun memilih target aman untuk tetap bertahan di ISL pada musim kompetisi tahun-tahun selanjutnya.
“Kami tidak menargetkan untuk menyabet gelar juara pada ISL 2013, karena ini pun merupakan musim pertama Pelita Bandung Raya di ajang tersebut. Yang menjadi target saya adalah bagaimana agar tim ini bisa kompetitif. Tidak mudah dikalahkan, dan dapat memberi perlawanan pada tim lain. Tidak berarti karena kami adalah tim baru, kamudian dapat menjadi lumbung gol bagi tim lawan. Saya harap kesebelasan ini bisa terus berkembang. Tidak target juara, tapi tidak boleh juga degradasi,” pungkas Simon.
Pelatih yang memiliki tato asal Inggris itu mengatakan, para pemain muda yang dimilikinya harus bisa membuktikan diri di kancah sepakbola profesional. Motivasi yang tinggi untuk menapaki karir bisa menjadi senjata ampuh dalam bertarung di lapangan hijau. Simon pun menjamin, semua pemain muda mendapat kesempatan yang sama untuk bertanding. “Saya sangat percaya terhadap tim ini, dimana mayoritas pemainnya berasal dari kalangan muda. Saya yakin dengan kemampuan dan motivasi yang mereka miliki untuk mengarungi kompetisi,” ujar Simon di sela latihan di lapangan sepakbola Pusdik Ijen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu sore (17/11).
Dia menyadari, para pemain berusia muda memiliki sejumlah kekurangan, terutama dalam hal pengalaman bermain. Performa yang fluktuatif pun menjadi pertimbangan Simon untuk untuk meracik strategi, dan menetapkan pemain mana saja yang layak diturunkan dalam satu pertandingan. Mengatasi hal itu, tim pelatih telah merancang beberapa tahapan target untuk membina mereka dalam jangka panjang.
“Pemain-pemain muda memang pasti akan membuat kesalahan. Dalam satu pertandingan bisa saja mereka bermain sangat bagus, tapi di pertandingan setelahnya mereka pun bisa bermain sangat buruk. Di tahun pertama, performa seperti itu akan menjadi kendala yang sangat terasa. Tapi di tahun kedua, saya menargetkan penampilan mereka tidak terlalu fluktuatif. Dan pada tahun ke tiga, performa naik-turun tersebut sudah tidak ada, berganti menjadi penampilan yang terus meningkat,” tutur Simon.
Ditanya masalah target dalam ajang ISL 2013, sang pelatih enggan terlalu menekankannya pada tim asuhannya. Menurutnya, pembentukan sebuah tim yang solid tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun saja. Melainkan perlu waktu relatif lama untuk menghasilkan kesebelasan yang tangguh. Simon pun memilih target aman untuk tetap bertahan di ISL pada musim kompetisi tahun-tahun selanjutnya.
“Kami tidak menargetkan untuk menyabet gelar juara pada ISL 2013, karena ini pun merupakan musim pertama Pelita Bandung Raya di ajang tersebut. Yang menjadi target saya adalah bagaimana agar tim ini bisa kompetitif. Tidak mudah dikalahkan, dan dapat memberi perlawanan pada tim lain. Tidak berarti karena kami adalah tim baru, kamudian dapat menjadi lumbung gol bagi tim lawan. Saya harap kesebelasan ini bisa terus berkembang. Tidak target juara, tapi tidak boleh juga degradasi,” pungkas Simon.
(nug)