Pemain Persijap pilih mudik
Minggu, 18 November 2012 - 15:11 WIB
Pemain Persijap pilih mudik
A
A
A
Sindonews.com – Ketika pembentukan tim Persija Jepara sudah terbentuk dan siap untuk melakoni kompetisi musim depan, justru dua manajer Persijap dikabarkan mengundurkan diri. Keduanya merasa sudah tidak sejalan sehingga memutuskan untuk lepas dari Persijap.
Keduanya adalah manajer Teknik Adjie Darmana dan manajer Operasional Noor Mualif. Selain itu, sebelumnya sebab ketua umum Imam Ghazali melimpahkan mandat kepada RM Eko Gunarto Putro, seorang pengusaha muda yang juga Pembina yayasan Mutiara Samudra Biru.
Dengan mundurnya ketiga orang penting di tubuh Persijap Jepara jelas menunjukan betapa rapuhnya manajemen yang dibangun. Dengan kondisi manajemen yang semakin tidak jelas, membuat para punggawa klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu menjadi galau.
Terlebih meraka sudah tidak latihan lebih kurang tiga pekan lamanya sejak stadion Gelora Bumi Kartini diperbaiki. Bahkan saat ini sebagian besar pemain termasuk pelatih kepala Persijap Riono Asnan memilih pulang kampung, karena tidak kunjung ada kejelasan manajemen.
Hanya pemain-pemain asing seperti Evaldo, Marcos Vinicius, Kanaan Nakhjavani dan Keyvan Yazdanpanah yang masih bertahan.
“Belum ada latihan karena sampai saat ini belum ada kabar dari manajemen, sehingga para pemain pada pulang. Termasuk saya ini juga pulang ke Surabaya,dan akan tetap di Surabaya sampai masalah selesai,” kata Riono Asnan saat dihubungi SINDO, Minggu (18/11).
Dia mengatakan, dengan terlalu lama tidak melakukan latihan akan berpengaruh pada performa para pemain, baik fisik, taktik dan teknik. “Fisiknya pasti menurun, sehingga harus mulai dari awal lagi untuk mengembalikan stamina para pemain,” ujarnya.
Dengan masih adanya masalah internal di tubuh manajemen Persijap, tentu membuka lebar peluang para pemain untuk hengkang ke klub lain. Dan tentu jika itu terjadi maka kerugian besar bagi klub, yang sudah melakukan persiapan secara matang.
“Meraka bulan ada ikatan kontrak jadi bisa saja para pemain memilih pindah ke klub lain, dan itu tidak akan masalah,” ujarnya.
Mantan pelatih Persiku Kudus ini mengaku, sangat berharap permasalahan internal manajemen bisa secepatanya diselesaikan, sehingga persiapan tim bisa kembali dilanjutkan. “Waktunya sudah semakin mepet, kalau seperti ini terus nanti klub sendiri yang rugi. Oleh sebab itu sebaiknya masalah internal segera diselesaikan agar tidak berdampak pada para pemain,” tandasnya.
Terpisah General Manajer Persijap Jepara Chairul Mushonif, menyatakan, permasalahan yang terjadi di dalam manajemen akan segera diselesaikan. Dia mengaku dengan kondisi manajemen yang masih pincang, tidak bisa memaksa para pemain untuk tetap melakukan latihan, meski sebenarnya, dia sangat berharap para pemain tetap berlatih dan berada di Jepara.
“Dalam waktu dekat akan segera ada perbaikan. Terkait dua manajer yang mundur, dalam waktu dekat juga akan segera dicarikan penggantinya,” ujarnya.
Dia mengaku tidak ingin Persijap berlama-lama berkutat dengan masalah internal. Dan masalah tersebut harus segera diselesaikan.”Ini manajemen masih terus rapat, untuk mencari solusinya, mudah-mudahan bisa segera selesai dan pemain bisa kembali melakukan latihan,” tandasnya
Keduanya adalah manajer Teknik Adjie Darmana dan manajer Operasional Noor Mualif. Selain itu, sebelumnya sebab ketua umum Imam Ghazali melimpahkan mandat kepada RM Eko Gunarto Putro, seorang pengusaha muda yang juga Pembina yayasan Mutiara Samudra Biru.
Dengan mundurnya ketiga orang penting di tubuh Persijap Jepara jelas menunjukan betapa rapuhnya manajemen yang dibangun. Dengan kondisi manajemen yang semakin tidak jelas, membuat para punggawa klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu menjadi galau.
Terlebih meraka sudah tidak latihan lebih kurang tiga pekan lamanya sejak stadion Gelora Bumi Kartini diperbaiki. Bahkan saat ini sebagian besar pemain termasuk pelatih kepala Persijap Riono Asnan memilih pulang kampung, karena tidak kunjung ada kejelasan manajemen.
Hanya pemain-pemain asing seperti Evaldo, Marcos Vinicius, Kanaan Nakhjavani dan Keyvan Yazdanpanah yang masih bertahan.
“Belum ada latihan karena sampai saat ini belum ada kabar dari manajemen, sehingga para pemain pada pulang. Termasuk saya ini juga pulang ke Surabaya,dan akan tetap di Surabaya sampai masalah selesai,” kata Riono Asnan saat dihubungi SINDO, Minggu (18/11).
Dia mengatakan, dengan terlalu lama tidak melakukan latihan akan berpengaruh pada performa para pemain, baik fisik, taktik dan teknik. “Fisiknya pasti menurun, sehingga harus mulai dari awal lagi untuk mengembalikan stamina para pemain,” ujarnya.
Dengan masih adanya masalah internal di tubuh manajemen Persijap, tentu membuka lebar peluang para pemain untuk hengkang ke klub lain. Dan tentu jika itu terjadi maka kerugian besar bagi klub, yang sudah melakukan persiapan secara matang.
“Meraka bulan ada ikatan kontrak jadi bisa saja para pemain memilih pindah ke klub lain, dan itu tidak akan masalah,” ujarnya.
Mantan pelatih Persiku Kudus ini mengaku, sangat berharap permasalahan internal manajemen bisa secepatanya diselesaikan, sehingga persiapan tim bisa kembali dilanjutkan. “Waktunya sudah semakin mepet, kalau seperti ini terus nanti klub sendiri yang rugi. Oleh sebab itu sebaiknya masalah internal segera diselesaikan agar tidak berdampak pada para pemain,” tandasnya.
Terpisah General Manajer Persijap Jepara Chairul Mushonif, menyatakan, permasalahan yang terjadi di dalam manajemen akan segera diselesaikan. Dia mengaku dengan kondisi manajemen yang masih pincang, tidak bisa memaksa para pemain untuk tetap melakukan latihan, meski sebenarnya, dia sangat berharap para pemain tetap berlatih dan berada di Jepara.
“Dalam waktu dekat akan segera ada perbaikan. Terkait dua manajer yang mundur, dalam waktu dekat juga akan segera dicarikan penggantinya,” ujarnya.
Dia mengaku tidak ingin Persijap berlama-lama berkutat dengan masalah internal. Dan masalah tersebut harus segera diselesaikan.”Ini manajemen masih terus rapat, untuk mencari solusinya, mudah-mudahan bisa segera selesai dan pemain bisa kembali melakukan latihan,” tandasnya
(wbs)