Juara LPI, tim SMPN 4 dianugerahi gelar pahlawan
Selasa, 20 November 2012 - 23:49 WIB
Juara LPI, tim SMPN 4 dianugerahi gelar pahlawan
A
A
A
Sindonews.com - Tim sepak bola SMPN 4 Semarang menerima bonus dari Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (20/11). Bonus tersebut diberikan atas keberhasilan tim SMPN 4 menjuarai Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat SMP.
Selain menerima bonus dari Plt Wali Kota, seluruh anggota tim juga mendapatkan gelar pahlawan dari pihak sekolah. Kemenangan diperoleh tim SMPN 4 setelah mengalahkan SMPN 16 Banten dengan skor tipis 1-0 pada partai final di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11) lalu.
Gol semata wayang yang mengantarkan kemenangan SMPN 4, berhasil dilesakkan oleh bomber mereka Heka Pradana di menit ke-42. Pada pertandingan tersebut juga dinobatkan sebagai pemain terbail Lipio 2012.
"Memang tidak seberapa, tapi paling tidak ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada siswa-siswa berprestasi yang ada di Kota Semarang," kata Plt Wali Kota Hendrar Prihadi usai menerima tim sepak bola SMPN 4 Semarang di ruang VIP Walikota, di Komplek Balaikota, Semarang.
Hendi (sapaan akrap Plt) berharap, para pemain bisa menjadi generasi yang punya manfaat, tidak hanya untuk keluarga, sekolah tetapi juga untuk Kota Semarang. "Kadang ada satu fase membuat anak-anak merasa hebat, terus tidak mau latihan, tindak-tanduknya semakin tidak baik. Nah itu jangan sampai terjadi pada anak-anak," ujarnya.
Dia juga berharap, anak-anak yang saat ini sudah berprestasi terus dipertahankan, dengan tetap konsisten, dan tetap rajin berlatih. "Jauhi narkoba dan tawuran,"pesan Plt.
Kepala Sekolah SMPN 4 Semarang Ringsum Suratno menambahkan, akan memberikan gelar pahlawan bagi sekolah untuk anak-anak yang tergabung dalam tim sepak bola. Gelar pahlawan tersebut akan diberikan dalam bentuk piagam dan juga bonus kepada setiap pemain. "Karena mereka telah membawa nama baik sekolah, dan Jawa Tengah pada umumnya," ujarnya.
Diakuinya, selama mengikuti Lipio banyak menemui kendala, termasuk kendala pendanaan, pasalnya untuk sekali main bisa menghabiskan anggaran ratusan juta. Namun hal itu dapat dilalui dengan bantuan orang tua murid."Semua yang diperoleh juga berkat kerjasama orang tua yang baik, dengan pihak sekolah," katanya.
Manajer Tim SMPN 4 Semarang, Sudibyo menambahkan, kedepan, sepak bola akan tetap didukung, karena menjadi salah satu Ikon Sekolah. "Untuk kompetisi tahun depan, kita sudah mulai merekrut pemain. Kita sengaja memulai sejak awal supaya persiapan benar-benar matang," katanya.
Selain menerima bonus dari Plt Wali Kota, seluruh anggota tim juga mendapatkan gelar pahlawan dari pihak sekolah. Kemenangan diperoleh tim SMPN 4 setelah mengalahkan SMPN 16 Banten dengan skor tipis 1-0 pada partai final di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11) lalu.
Gol semata wayang yang mengantarkan kemenangan SMPN 4, berhasil dilesakkan oleh bomber mereka Heka Pradana di menit ke-42. Pada pertandingan tersebut juga dinobatkan sebagai pemain terbail Lipio 2012.
"Memang tidak seberapa, tapi paling tidak ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada siswa-siswa berprestasi yang ada di Kota Semarang," kata Plt Wali Kota Hendrar Prihadi usai menerima tim sepak bola SMPN 4 Semarang di ruang VIP Walikota, di Komplek Balaikota, Semarang.
Hendi (sapaan akrap Plt) berharap, para pemain bisa menjadi generasi yang punya manfaat, tidak hanya untuk keluarga, sekolah tetapi juga untuk Kota Semarang. "Kadang ada satu fase membuat anak-anak merasa hebat, terus tidak mau latihan, tindak-tanduknya semakin tidak baik. Nah itu jangan sampai terjadi pada anak-anak," ujarnya.
Dia juga berharap, anak-anak yang saat ini sudah berprestasi terus dipertahankan, dengan tetap konsisten, dan tetap rajin berlatih. "Jauhi narkoba dan tawuran,"pesan Plt.
Kepala Sekolah SMPN 4 Semarang Ringsum Suratno menambahkan, akan memberikan gelar pahlawan bagi sekolah untuk anak-anak yang tergabung dalam tim sepak bola. Gelar pahlawan tersebut akan diberikan dalam bentuk piagam dan juga bonus kepada setiap pemain. "Karena mereka telah membawa nama baik sekolah, dan Jawa Tengah pada umumnya," ujarnya.
Diakuinya, selama mengikuti Lipio banyak menemui kendala, termasuk kendala pendanaan, pasalnya untuk sekali main bisa menghabiskan anggaran ratusan juta. Namun hal itu dapat dilalui dengan bantuan orang tua murid."Semua yang diperoleh juga berkat kerjasama orang tua yang baik, dengan pihak sekolah," katanya.
Manajer Tim SMPN 4 Semarang, Sudibyo menambahkan, kedepan, sepak bola akan tetap didukung, karena menjadi salah satu Ikon Sekolah. "Untuk kompetisi tahun depan, kita sudah mulai merekrut pemain. Kita sengaja memulai sejak awal supaya persiapan benar-benar matang," katanya.
(aww)