Kontrak pemain makin tak jelas
Jum'at, 23 November 2012 - 18:15 WIB
Kontrak pemain makin tak jelas
A
A
A
Sindonews.com – Meski saat ini ketua Umum Persijap Imam Ghozali sudah menyatakan kesanggupannya untuk kembali memimpin Klub berjuluk Laskar Kalinyamat, namun, persiapan tim untuk melakoni musim depan belum juga ada kejelasan.
Hal ini disebabkan masih belum jelasnya kontrak para pemain, yang sudah ada kesepakatan untuk memperkuat Persijap Jepara. Akibat tidak adanya kejelasan kontrak ini para pemain enggan untuk melakukan latihan, bahkan meraka memilih pulang kampung.
Kontrak pemain semakin tidak jelas karena manajemen sendiri sampai saat ini belum menentukan kapan akan melakukan kesepakatan kontrak.
Manajemen memilih, untuk menunggu kejelasan dari Indonesia Super League (ISL) terkait kompetisi musim depan dan kejelasan dari Indonesia Super League (ISL) terkait dengan keinginan Persijap menyebrang.
Menurutnya, manajemen sekarang ini, terlalu terburu-buru dalam mempersiapkan tim untuk mengarungi kompetisi musim depan, sementara belum ada kejelasan baik dari ISL maupun IPL.
PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang menaungi kompetisi IPL sendiri hingga saat belum ada kejelasan kapan akan memulai kompetisi. Sementara itu, dari PT Liga Indonesia (LI) juga belum memutuskan apakah akan menerima Persijap di ISL.
Meski sudah banyak tersiar kabar bahwa PT Liga siap menampung Persijap bersama Semen Padang, namun kenyataannya hal itu baru akan diputuskan pada kongres PT Liga yang akan digelar Desember mendatang.
“Semua masih belum ada kejelasan, jadi kontrak pemain belum bisa dilakukan dalam waktu dekat,” kata Ketua Umum Persijap Imam Ghozali, saat dihubungi SINDO, Jum’at (23/11).
Dia mengaku akan tetap menuggu hasil keputusan dari kongres ISL, yang akan digelar Desember mendatang. Dengan kata lain, jika dalam kongres tersebut Persijap tidak diterima di ISL, maka Persijap mau tidak mau harus tetap berada di kompetisi IPL.
Dengan kemungkinan seperti itu, tidak menutup kemungkinan tim Persijap yang sudah terbentuk untuk persiapan kompetisi ISL akan bubar mengingat komepetisi IPL belum ada kejelasan kapan akan dimulai.
Dia menyatakan, akan merombak manajemen tim setelah dirinya menegaskan kesanggupan untuk memimpin Persijap. Dan ketuputusan terkait perombakan manajemen akan dilakukan pada 28 November mendatang. Selain pada pertemuan tersebut juga akan di pastikan mengenai keberlangsungan tim yang sudah dibentuk.“Perlu ada perombakan manajemen untuk memperbaiki Persijap,” tandasnya.
Hal ini disebabkan masih belum jelasnya kontrak para pemain, yang sudah ada kesepakatan untuk memperkuat Persijap Jepara. Akibat tidak adanya kejelasan kontrak ini para pemain enggan untuk melakukan latihan, bahkan meraka memilih pulang kampung.
Kontrak pemain semakin tidak jelas karena manajemen sendiri sampai saat ini belum menentukan kapan akan melakukan kesepakatan kontrak.
Manajemen memilih, untuk menunggu kejelasan dari Indonesia Super League (ISL) terkait kompetisi musim depan dan kejelasan dari Indonesia Super League (ISL) terkait dengan keinginan Persijap menyebrang.
Menurutnya, manajemen sekarang ini, terlalu terburu-buru dalam mempersiapkan tim untuk mengarungi kompetisi musim depan, sementara belum ada kejelasan baik dari ISL maupun IPL.
PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang menaungi kompetisi IPL sendiri hingga saat belum ada kejelasan kapan akan memulai kompetisi. Sementara itu, dari PT Liga Indonesia (LI) juga belum memutuskan apakah akan menerima Persijap di ISL.
Meski sudah banyak tersiar kabar bahwa PT Liga siap menampung Persijap bersama Semen Padang, namun kenyataannya hal itu baru akan diputuskan pada kongres PT Liga yang akan digelar Desember mendatang.
“Semua masih belum ada kejelasan, jadi kontrak pemain belum bisa dilakukan dalam waktu dekat,” kata Ketua Umum Persijap Imam Ghozali, saat dihubungi SINDO, Jum’at (23/11).
Dia mengaku akan tetap menuggu hasil keputusan dari kongres ISL, yang akan digelar Desember mendatang. Dengan kata lain, jika dalam kongres tersebut Persijap tidak diterima di ISL, maka Persijap mau tidak mau harus tetap berada di kompetisi IPL.
Dengan kemungkinan seperti itu, tidak menutup kemungkinan tim Persijap yang sudah terbentuk untuk persiapan kompetisi ISL akan bubar mengingat komepetisi IPL belum ada kejelasan kapan akan dimulai.
Dia menyatakan, akan merombak manajemen tim setelah dirinya menegaskan kesanggupan untuk memimpin Persijap. Dan ketuputusan terkait perombakan manajemen akan dilakukan pada 28 November mendatang. Selain pada pertemuan tersebut juga akan di pastikan mengenai keberlangsungan tim yang sudah dibentuk.“Perlu ada perombakan manajemen untuk memperbaiki Persijap,” tandasnya.
(wbs)