Dua oknum anggota Ultras Roma terlibat penyerangan

Minggu, 25 November 2012 - 07:42 WIB
Dua oknum anggota Ultras...
Dua oknum anggota Ultras Roma terlibat penyerangan
A A A
Sindonews.com - Misteri pelaku penyerangan kepada sekelompok suporter Tottenham Hotspur di sebuah bar di Pusat Kota Roma jelang duel kontra Lazio pada Liga Europa mulai terungkap.

Polisi Italia yang mengaku telah menangkap 15 pelaku menyebut keterlibatan oknum tifosi garis keras klub rival sekota Lazio,AS Roma. Polisi melansir Francesco Ianari dan Mauro Pinnelli sebagai dua dari 15 orang pelaku yang berhasil ditangkap seusai kerusuhan berdarah yang menyebabkan tujuh fansTottenham terluka.Dari keterangan yang dihimpun,polisi menyebut Ianari dan Pinnelli sebagai anggota dari salah satu kelompokUltras Roma.

Polisi belum merinci keterlibatan Ianari dan Pinnelli lebih lanjut.Namun, mereka memastikan belum ada pendukung Lazio yang terlibat. Hasil investigasi sementara polisi Italia tentu saja sangat mengejutkan. Pasalnya,spekulasi yang berkembang beberapa hari ini mengarah kepada UltrasLazio.Motif politik juga diembuskan.Sebab,Lazio adalah klub yang memiliki basis pendukung penganut Fasisme,sedangkan Tottenham adalah klub dengan akar Yahudi.

Saat pertandingan,konflik yang melibatkan Israel dan Palestina sedang memanas di Gaza. “Mereka datang dari mana-mana.Saya tidak melihat orang yang menusuk saya. Ada banyak orang di tempat itu.Saat itu, saat berada di luar bar sedang minum. Lalu,tiba-tiba serangan terjadi. Kejadiannya sangat cepat.Saya tidak bisa mengingat lebih detail.Yang saya rasakan sebuah pukulan dan diteruskan dengan tusukan,”ujar Ashley Mills,korban penusukan yang kini dirawat di RS San Camillo Roma,dilansir ESPN Soccernet.

Kekerasan yang terjadi sebelum pertandingan itu memunculkan reaksi. Bahkan,Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giancarlo Abete langsung mengirimkan surat permohonan maaf kepada Ketua Umum Federasi Sepak Bola Inggris (FA) David Bernstein.Dalam surat yang dipublikasikan ke media itu, Abete mengutuk keras tindakan yang dilakukan terhadap pendukung Spurs. Dia berjanji akan menjatuhkan hukuman berat kepada klub yang suporternya terlibat.

“Ada bukti yang menunjukkan tujuan dari para pengacau itu untuk merusak citra dan keramahan orang-orang Italia, khususnya warga Kota Roma.Pihak berwenang telah mengambil tindakan atas kejadian itu dan kami menunggu hasilnya.Karena itu,kami (FIGC) meminta maaf secara terbuka kepada pendukung Spurs dan keluarga besar FA,”tulis Abete,dilansir Football Italia. Sementara dari kubu Tottenham, melalui pernyataan resmi klub,mereka tetap menuntut otoritas berwenang di Italia maupun UEFA untuk menjatuhkan sanksi kepada pelaku.

Meski diketahui keterlibatan Romanisti,Tottenham juga tetap meminta hukuman dijatuhkan kepada Lazio.Pasalnya,sepanjang pertandingan,para pendukung Gli Aquilottimenyanyikan lagu-lagu penghinaan terhadap Yahudi.Mereka juga membentangkan spanduk politik bertemakan dukungan kepada Palestina.

“Untuk sementara kami akan terus memantau perkembangan korban yang masih dirawat di rumah sakit.Mills adalah satu dari empat fansyang masih berada di RS San Camillo. Namun, untuk masalah di luar itu,kami menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas Italia.Kami juga memercayakan masalah ini kepada UEFA,”bunyi pernyataan klub London Utara itu
(wbs)
Berita Terkini
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
2 jam yang lalu
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
2 jam yang lalu
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
4 jam yang lalu
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
5 jam yang lalu
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
5 jam yang lalu
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved