Hatton siap pensiun jika dikalahkan Senchenko
Minggu, 25 November 2012 - 05:02 WIB
Hatton siap pensiun jika dikalahkan Senchenko
A
A
A
Sindonews.com - Ricky Hatton menyatakan bahwa perhatian terbesarnya menjelang kembali ke ring adalah apakah dirinya mampu menjaga emosinya di Manchester Arena, Sabtu waktu setempat (24/11) atau Minggu WIB. Petinju berusia 34 tahun itu akan mendapatkan sambutan yang meriah dari sekitar 20 ribu penonton ketika ia mengakhiri absen 3,5 tahun di ring tinju untuk menghadapi Vyacheslav Senchenko. "Ini akan menjadi malam yang sangat emosional," tegasnya, seperti dikutip Sky Sports, Sabtu (24/11).
"Saya sudah mencoba untuk mempersiapkan diri untuk itu dengan membayangkan seperti apa berjalan melewati mereka (penonton) saat menuju ring dan melangkah ke dalam ring untuk pertama kalinya."
Selama tidak aktif di dunia tinju, Hatton diketahui sedang berjuang melawan kecanduannya terhadap drugs dan alkohol karena depresi akibat kekalahan dari Manny Pacquiao pada 2 Mei 2009. Dia juga berjanji, apabila ia menderita kekalahan dari Senchenko, maka ia akan benar-benar menggantung sarung tinjunya atau pensiun selamanya dari dunia tinju profesional.
"Sebenarnya saya orang yang sangat mendalam. Semua orang melihat saya ketika saya memenangkan gelar juara dunia dan berpikir apakah saya pria tangguh karena saya tidak melakukan langkah mundur tapi pada dasarnya saya sangat lembut di dalam," tutur petinju dengan rekor 45 menang (32KO) dan dua kali kalah itu.
"Saya harus menahan semuanya secara bersama-sama dan mencoba untuk tetap tenang. Itulah yang saya paling saya khawatirkan."
"Saya sudah mencoba untuk mempersiapkan diri untuk itu dengan membayangkan seperti apa berjalan melewati mereka (penonton) saat menuju ring dan melangkah ke dalam ring untuk pertama kalinya."
Selama tidak aktif di dunia tinju, Hatton diketahui sedang berjuang melawan kecanduannya terhadap drugs dan alkohol karena depresi akibat kekalahan dari Manny Pacquiao pada 2 Mei 2009. Dia juga berjanji, apabila ia menderita kekalahan dari Senchenko, maka ia akan benar-benar menggantung sarung tinjunya atau pensiun selamanya dari dunia tinju profesional.
"Sebenarnya saya orang yang sangat mendalam. Semua orang melihat saya ketika saya memenangkan gelar juara dunia dan berpikir apakah saya pria tangguh karena saya tidak melakukan langkah mundur tapi pada dasarnya saya sangat lembut di dalam," tutur petinju dengan rekor 45 menang (32KO) dan dua kali kalah itu.
"Saya harus menahan semuanya secara bersama-sama dan mencoba untuk tetap tenang. Itulah yang saya paling saya khawatirkan."
(nug)