Jateng akui keunggulan karateka Jatim
Senin, 26 November 2012 - 14:14 WIB
Jateng akui keunggulan karateka Jatim
A
A
A
Sindonews.com – Tim Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia Jawa Tengah harus mengakui keunggulan tim Jawa Timur pada Kejurnas Kyokushinkai di Knight Stadium Semarang, yang berakhir kemarin (25/11) petang. Tim Jatim berhasil memperoleh lima emas, lima perak, dan tiga perunggu. Kemenangan Jatim kali ini juga mengukuhkan Jatim sebagai juara bertahan. Pasalnya pada kejurnas yang sama tahun lalu Jatim juga berhasil meraih juara umum.
Sementara itu, tim Jateng hanya mampu menempati peringkat kedua dengan perolehan dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Diposisi ketiga ditempati oleh Jawa Barat yang memperoleh satu emas.
Emas Jateng diperoleh dari Leonardi Ali (kelas 60 kg putra) dan Sindu Wibowo (kelas 61-65 kg putra). Perak disumbangkan Ilyas (remaja putra), sedangkan dua perunggu dipersembahkan Koo Boen Han (kelas 61-65 kg putra) dan Gunawan Wijaya (kelas atas 71 kg). Pelatih Jateng, Gunawan Wijaya, menyatakan, meski hasil yang diperoleh oleh atlet-atlet Jateng tidak memenuhi target, namun pihaknya tetap puas. “Di beberapa kelas kita unggul seperti kelas 60 kg putra dan kelas 61-65 kg,” imbuhnya.
Dia mengakui, petarung-petarung Jatim memang cukup kuat. Selain itu jumlah atlet Jatim juga cukup banyak, sehingga pada setiap nomor bisa menurunkan lebih dari satu atlet. ”Pembinaan atlet Jatim juga bagus, regenerasinya bagus, sehingga banyak menelorkan atlet-atlet tanggung,” katanya.
Dia mengaku, hasil kejurnas kali ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Jateng untuk semakin meningkatkan pembinaan, terutama bagi atlet-atlet muda. “Ke depan, kita akan semakin meningkatkan pembinaan secara intens, dengan pembinaan yang lebih intens dan terukur, kejurnas Kyokushinkai tahun depan di Surabaya akan lebih baik,” jelasnya.
Ketua panitia kejurnas, Andreas Budi Wirohardjo, mengatakan, kejuaraan kali ini diikuti oleh 78 karateka dari berbagai daerah di Indonesia. Di kejuaraan ini dipertandingkan lima kelompok yakni junior putra (bawah 12 tahun), remaja putra/putri (12-17 tahun) dan dewasa putra/putri. Khusus dewasa dibagi empat kelas yakni bawah 60 kg, 61-65 kg, 66-70 kg, dan atas 70 kg.
Diharapkan dari kejurnas tersebut, dapat memompa semangat masing-masing atlet untuk terus berprestasi. “Yang pasti, dalam tubuh organisasi Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia selalu berkomitmen mendidik karateka yang tangguh, mandiri, tegar dan kuat,” pungkasnya.
Sementara itu, tim Jateng hanya mampu menempati peringkat kedua dengan perolehan dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Diposisi ketiga ditempati oleh Jawa Barat yang memperoleh satu emas.
Emas Jateng diperoleh dari Leonardi Ali (kelas 60 kg putra) dan Sindu Wibowo (kelas 61-65 kg putra). Perak disumbangkan Ilyas (remaja putra), sedangkan dua perunggu dipersembahkan Koo Boen Han (kelas 61-65 kg putra) dan Gunawan Wijaya (kelas atas 71 kg). Pelatih Jateng, Gunawan Wijaya, menyatakan, meski hasil yang diperoleh oleh atlet-atlet Jateng tidak memenuhi target, namun pihaknya tetap puas. “Di beberapa kelas kita unggul seperti kelas 60 kg putra dan kelas 61-65 kg,” imbuhnya.
Dia mengakui, petarung-petarung Jatim memang cukup kuat. Selain itu jumlah atlet Jatim juga cukup banyak, sehingga pada setiap nomor bisa menurunkan lebih dari satu atlet. ”Pembinaan atlet Jatim juga bagus, regenerasinya bagus, sehingga banyak menelorkan atlet-atlet tanggung,” katanya.
Dia mengaku, hasil kejurnas kali ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Jateng untuk semakin meningkatkan pembinaan, terutama bagi atlet-atlet muda. “Ke depan, kita akan semakin meningkatkan pembinaan secara intens, dengan pembinaan yang lebih intens dan terukur, kejurnas Kyokushinkai tahun depan di Surabaya akan lebih baik,” jelasnya.
Ketua panitia kejurnas, Andreas Budi Wirohardjo, mengatakan, kejuaraan kali ini diikuti oleh 78 karateka dari berbagai daerah di Indonesia. Di kejuaraan ini dipertandingkan lima kelompok yakni junior putra (bawah 12 tahun), remaja putra/putri (12-17 tahun) dan dewasa putra/putri. Khusus dewasa dibagi empat kelas yakni bawah 60 kg, 61-65 kg, 66-70 kg, dan atas 70 kg.
Diharapkan dari kejurnas tersebut, dapat memompa semangat masing-masing atlet untuk terus berprestasi. “Yang pasti, dalam tubuh organisasi Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-do Indonesia selalu berkomitmen mendidik karateka yang tangguh, mandiri, tegar dan kuat,” pungkasnya.
(nug)