Red Bull sempat khawatir Vettel gagal juara
Senin, 26 November 2012 - 16:14 WIB
Red Bull sempat khawatir Vettel gagal juara
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Teknik Red Bull, Adrian Newey, sebelumnya merasa khawatir pembalap andalannya Sebastian Vettel gagal menjadi juara Formula Satu (F1) 2012 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, ketika pada lap pertama jet darat yang dikendarainya tersebut berputar. Namun, pembalap asal Jerman itu mampu meneruskan balapan hingga finish di posisi keenam.
"Terus terang setelah lap pertama saya pikir itu akhir dari Vettel. Namun, saya terkejut ketika melihat mobil kembali meneruskan balapan. Dia sempat menyatakan lewat radio bahwa dalam pikirannya ia tidak akan pernah meninggalkan balapan," kata Newey seperti dilansir Crash, Senin (26/11).
"Ketika Vettel ingin melanjutkan balapan, lalu kami mengambil inisiatif untuk memotret mobil. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi. Dari hasil jepretan tersebut ternyata kondisi knalpot sangat mengkhawatirkan dan kami langsung mengambil keputusan menggantinya," lanjutnya. "Yang bisa kami lakukan adalah mengubah pemetaan mesin untuk menjaga knalpot sebisa mungkin."
Sebelumnya, Vettel berhasil menjadi juara dunia Formula 1 untuk ketiga secara beruntun, meski pada balapan terakhir di Grand Prix (GP) Brasil ia hanya mampu finish keenam. Vettel memastikan meraih gelar juara dunia setelah mampu mengumpulkan 281 poin dan hanya unggul tiga poin atas pembalap Ferrari, Fernando Alonso, yang menempati posisi kedua di klasemen pembalap.
Namun, gelar juara Sebastian Vettel ternyata digugat. Hal ini terkait kontroversi yang dilakukan pembalap Red Bull Racing tersebut saat menjalani balapan terakhir Formula One (F1) di Grand Prix Brasil, Senin dini hari (26/11). Kontroversi itu terjadi pada lap sembilan saat Vettel menyalip Kamui Kobayashi. Beberapa pihak menilai, tindakan Vettel mendahului Kobayashi merupakan tindakan yang ilegal karena pada saat itu bendera kuning tengah dikibarkan.
"Terus terang setelah lap pertama saya pikir itu akhir dari Vettel. Namun, saya terkejut ketika melihat mobil kembali meneruskan balapan. Dia sempat menyatakan lewat radio bahwa dalam pikirannya ia tidak akan pernah meninggalkan balapan," kata Newey seperti dilansir Crash, Senin (26/11).
"Ketika Vettel ingin melanjutkan balapan, lalu kami mengambil inisiatif untuk memotret mobil. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi. Dari hasil jepretan tersebut ternyata kondisi knalpot sangat mengkhawatirkan dan kami langsung mengambil keputusan menggantinya," lanjutnya. "Yang bisa kami lakukan adalah mengubah pemetaan mesin untuk menjaga knalpot sebisa mungkin."
Sebelumnya, Vettel berhasil menjadi juara dunia Formula 1 untuk ketiga secara beruntun, meski pada balapan terakhir di Grand Prix (GP) Brasil ia hanya mampu finish keenam. Vettel memastikan meraih gelar juara dunia setelah mampu mengumpulkan 281 poin dan hanya unggul tiga poin atas pembalap Ferrari, Fernando Alonso, yang menempati posisi kedua di klasemen pembalap.
Namun, gelar juara Sebastian Vettel ternyata digugat. Hal ini terkait kontroversi yang dilakukan pembalap Red Bull Racing tersebut saat menjalani balapan terakhir Formula One (F1) di Grand Prix Brasil, Senin dini hari (26/11). Kontroversi itu terjadi pada lap sembilan saat Vettel menyalip Kamui Kobayashi. Beberapa pihak menilai, tindakan Vettel mendahului Kobayashi merupakan tindakan yang ilegal karena pada saat itu bendera kuning tengah dikibarkan.
(nug)