PSMS versi Indra bereskan kontrak pemain
Senin, 26 November 2012 - 22:22 WIB
PSMS versi Indra bereskan kontrak pemain
A
A
A
Sindonews.com - Setelah dipastikan berkompetisi di ranah Divisi Utama PT Liga Indonesia, tim PSMS besutan Suimin Diharja bisa bernapas lega. Pasalnya, penandatanganan kontrak akan segera dilakukan sesuai janji Ketua Umum PSMS versi Indra Sakti Harahap.
Indra Sakti Harahap mengatakan akan segera menggelar rapat pengurus untuk membahasnya di Gedung Mantan Pemain PSMS Medan. Rapat tertutup ini, kata Indra akan membahas beberapa item penting. Di antaranya, komposisi manajemen (CEO, manajer tim, manajer pemasaran dan panitia pelaksana), pengucuran kontrak pemain dan pelatih, fasilitas (home base, home ground) termasuk stadion atau lapangan-lapangan alternatif.
"Jadi paling lambat 5 Desember rampung semua, sebelum kongres 8-9 Desember di Jakarta. Paling jauh 15 Desember semua terealisasi. Yang kita prioritaskan adalah penyusunan komposisi manajemen ini. Lalu kontrak pemain dan tim pelatih secepatnya dituntaskan," katanya lewat sambungan telepon seluler.
Indra membeberkan penentuan manajemen terpenting karena merekalah yang akan menentukan penggajian dan kebijakan operasional. Dia mengakui pihaknya sudah mengantongi tiga figur CEO yang sudah dikantongi. Sayang, dia enggan membeberkan figur-figur yang dimaksud.
Seorang sumber menyebutkan, satu sosok CEO adalah Fityan Hamdi, eks sektim PSMS Medan ISL. "Wah, saya kurang tahu, dan memang tidak bisa sebutkan nama dulu. Yang pasti ada tiga figur. Kami butuh dua sampai tiga hari untuk menetapkannya, harus dibahas sampai matang," katanya.
Perihal kriteria CEO, ada beberapa poin-poin normatif yang ditetapkan. Punya prinsip kepemimpinan, memahami manajerial sepak bola, mampu bekerja secara kolektif, dan punya rasa kesetiakawanan. "Kalau soal finansial kita kan saling bahu membahu. Jadi enggak mesti dia harus punya perusahaan kan," ujarnya sembari tertawa.
Di pos manajer tim, Indra menyebutkan Alexander Gho sudah ditetapkan. Sedangkan, pos-pos lainnya masih dalam pembahasan. "Ini memang harus segera diselesaikan, karena kami diwajibkan PT LI merekomendasikan secepatnya. Lalu kontrak-kontrak pemain dan pelatih bisa segera diurusi kan," ucapnya.
Langkah apalagi yang akan dilakukan?. "Hal terpenting lainnya, adalah mengonsolidasikan klub-klub anggota pemilik PSMS Medan. Harus ada konsep untuk membangun profesionalisme di level klub-klub. Sebab, dari klub-klub ini juga kita bertumpu. Misalnya, pembinaan pemain-pemain secara berkesinambungan untuk nantinya bisa memperkuat PSMS Medan," ucap Indra yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota
Medan itu.
Selain itu pihaknya mengusung moto "PSMS Sing Sing So Bangkit". Menurutnya karena menceritakan soal perjuangan seorang pemuda yang tak punya uang, tapi tampan mendapatkan perempuan (boru tulang). "Dengan moto ini kami mau perbaiki PSMS," tandasnya.
Indra Sakti Harahap mengatakan akan segera menggelar rapat pengurus untuk membahasnya di Gedung Mantan Pemain PSMS Medan. Rapat tertutup ini, kata Indra akan membahas beberapa item penting. Di antaranya, komposisi manajemen (CEO, manajer tim, manajer pemasaran dan panitia pelaksana), pengucuran kontrak pemain dan pelatih, fasilitas (home base, home ground) termasuk stadion atau lapangan-lapangan alternatif.
"Jadi paling lambat 5 Desember rampung semua, sebelum kongres 8-9 Desember di Jakarta. Paling jauh 15 Desember semua terealisasi. Yang kita prioritaskan adalah penyusunan komposisi manajemen ini. Lalu kontrak pemain dan tim pelatih secepatnya dituntaskan," katanya lewat sambungan telepon seluler.
Indra membeberkan penentuan manajemen terpenting karena merekalah yang akan menentukan penggajian dan kebijakan operasional. Dia mengakui pihaknya sudah mengantongi tiga figur CEO yang sudah dikantongi. Sayang, dia enggan membeberkan figur-figur yang dimaksud.
Seorang sumber menyebutkan, satu sosok CEO adalah Fityan Hamdi, eks sektim PSMS Medan ISL. "Wah, saya kurang tahu, dan memang tidak bisa sebutkan nama dulu. Yang pasti ada tiga figur. Kami butuh dua sampai tiga hari untuk menetapkannya, harus dibahas sampai matang," katanya.
Perihal kriteria CEO, ada beberapa poin-poin normatif yang ditetapkan. Punya prinsip kepemimpinan, memahami manajerial sepak bola, mampu bekerja secara kolektif, dan punya rasa kesetiakawanan. "Kalau soal finansial kita kan saling bahu membahu. Jadi enggak mesti dia harus punya perusahaan kan," ujarnya sembari tertawa.
Di pos manajer tim, Indra menyebutkan Alexander Gho sudah ditetapkan. Sedangkan, pos-pos lainnya masih dalam pembahasan. "Ini memang harus segera diselesaikan, karena kami diwajibkan PT LI merekomendasikan secepatnya. Lalu kontrak-kontrak pemain dan pelatih bisa segera diurusi kan," ucapnya.
Langkah apalagi yang akan dilakukan?. "Hal terpenting lainnya, adalah mengonsolidasikan klub-klub anggota pemilik PSMS Medan. Harus ada konsep untuk membangun profesionalisme di level klub-klub. Sebab, dari klub-klub ini juga kita bertumpu. Misalnya, pembinaan pemain-pemain secara berkesinambungan untuk nantinya bisa memperkuat PSMS Medan," ucap Indra yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota
Medan itu.
Selain itu pihaknya mengusung moto "PSMS Sing Sing So Bangkit". Menurutnya karena menceritakan soal perjuangan seorang pemuda yang tak punya uang, tapi tampan mendapatkan perempuan (boru tulang). "Dengan moto ini kami mau perbaiki PSMS," tandasnya.
(aww)