Cabor desak perombakan pengurus KONI Jatim
Senin, 26 November 2012 - 22:44 WIB
Cabor desak perombakan pengurus KONI Jatim
A
A
A
Sindonews.com - Bak bola salju, desakan agar perombakan pengurus KONI Jatim dilakukan semakin membesar jelang Musprovlub digelar Desember, mendatang. Sejumlah pengurus cabang olahraga mulai berani buka suara karena tak kuat lagi memendam kekecewaan. "Yang gagal harus diganti, itu sudah menjadi tanggung jawab pengurus KONI Jatim," ujar Manajer Gulat Jatim, Endy Surjiawan di KONI Jatim.
Ditambahkan Endy, bukan hanya pada sosok Ketua Umum KONI Jatim yang saat ini dijabat Erlangga Satriagung. ''Yang merasa gagal siapa saja. Bukan meminta diganti, tapi konsekuensinya gagal harus diganti. Kalau menunjuk orang malah tidak enak, yang merasa gagal,” elaknya.
Sebagai gambaran, lanjut Endy, dicabor gulat, dalam gelaran PON XVIII/2012 Riau kemarin ditarget untuk merebut tiga medali emas. Namun pada realisasinya kontingen gulat Jawa Timur tidak berhasil memboyong medali emas. Hanya mendapatkan enam medali perak. "Jika ini
dianggap sebuah kegagalan maka seluruh skuad gulat Jawa Timur siap diganti termasuk saya. Pengurus KONI juga harus diganti, " tandasnya.
Desakan perubahan pengurus KONI Jawa Timur bukan hanya karena gagal di PON. Namun selama ini juga lamban dalam bekerja, termasuk dalam urusan mencarikan bonus manajer dan pelatih. Hingga saat ini, belum diketahu pasti kapan bonus bakal cair.
Sebelumnya, Wakil Ketua Pengprov Persatuan Golf Indonesi (PGI) Jatim, Sujatmiko juga mengeluhkan kinerja pengurus KONI Jatim. Salah satunya masalah pengadaan dan perlengkapan. "Bukan hanya lambat, tapi banyak peralatan atlet yang diberikan salah. Jauh jika dibandingkan pengurus sebelumnya, " ujarnya.
Sayangnya, harapan pengurus cabang olahraga akan ada perubahan di KONI Jatim sulit dipenuhi. Sebab, wajah-wajah lama kemungkinan akan tetap bertahan dalam Musprovlub pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Timur. Sebab, hingga kini belum ada figur baru yang muncul.
Nama-nama seperti Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung dan Wakil Ketua KONI Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti tetap muncul. Serta satu lagi yang mungkin jadi calon kejutan adalah mantan Komandan Kontingen KONI Jawa Timur di PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Soekarno Marsaid.
Ketua Harian KONI Jawa Timur Dhimam Abror sendiri mengaku sampai sekarang belum mengetahui soal adanya figur baru dalam Musprovlub yang akan datang. Bahkan, belum ada pertemuan khusus untuk membahas siapa saja calon yang bakal dimunculkan.
''Belum ada pembahasan khusus, kalau ada usul silakan,” katanya saat dikonfirmasi di kantor KONI Jawa Timur, kemarin.
Yang pasti, tonggak kepemimpinan KONI Jawa Timur yang akan datang bukan seorang pejabat publik. Dalam UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) jelas disebutkan, seorang pejabat publik dilarang merangkap jabatan sebagai ketua KONI. Peraturan ini yang terlambat diantisipasi oleh Jawa Timur.
''UU sudah berlaku, mau tidak mau harus mengikuti. Jawa Barat sudah mengantisipasinya dari awal, kita (Jawa Timur) masih ribut sendiri,” ungkapnya.
Ditambahkan Endy, bukan hanya pada sosok Ketua Umum KONI Jatim yang saat ini dijabat Erlangga Satriagung. ''Yang merasa gagal siapa saja. Bukan meminta diganti, tapi konsekuensinya gagal harus diganti. Kalau menunjuk orang malah tidak enak, yang merasa gagal,” elaknya.
Sebagai gambaran, lanjut Endy, dicabor gulat, dalam gelaran PON XVIII/2012 Riau kemarin ditarget untuk merebut tiga medali emas. Namun pada realisasinya kontingen gulat Jawa Timur tidak berhasil memboyong medali emas. Hanya mendapatkan enam medali perak. "Jika ini
dianggap sebuah kegagalan maka seluruh skuad gulat Jawa Timur siap diganti termasuk saya. Pengurus KONI juga harus diganti, " tandasnya.
Desakan perubahan pengurus KONI Jawa Timur bukan hanya karena gagal di PON. Namun selama ini juga lamban dalam bekerja, termasuk dalam urusan mencarikan bonus manajer dan pelatih. Hingga saat ini, belum diketahu pasti kapan bonus bakal cair.
Sebelumnya, Wakil Ketua Pengprov Persatuan Golf Indonesi (PGI) Jatim, Sujatmiko juga mengeluhkan kinerja pengurus KONI Jatim. Salah satunya masalah pengadaan dan perlengkapan. "Bukan hanya lambat, tapi banyak peralatan atlet yang diberikan salah. Jauh jika dibandingkan pengurus sebelumnya, " ujarnya.
Sayangnya, harapan pengurus cabang olahraga akan ada perubahan di KONI Jatim sulit dipenuhi. Sebab, wajah-wajah lama kemungkinan akan tetap bertahan dalam Musprovlub pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Timur. Sebab, hingga kini belum ada figur baru yang muncul.
Nama-nama seperti Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung dan Wakil Ketua KONI Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti tetap muncul. Serta satu lagi yang mungkin jadi calon kejutan adalah mantan Komandan Kontingen KONI Jawa Timur di PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Soekarno Marsaid.
Ketua Harian KONI Jawa Timur Dhimam Abror sendiri mengaku sampai sekarang belum mengetahui soal adanya figur baru dalam Musprovlub yang akan datang. Bahkan, belum ada pertemuan khusus untuk membahas siapa saja calon yang bakal dimunculkan.
''Belum ada pembahasan khusus, kalau ada usul silakan,” katanya saat dikonfirmasi di kantor KONI Jawa Timur, kemarin.
Yang pasti, tonggak kepemimpinan KONI Jawa Timur yang akan datang bukan seorang pejabat publik. Dalam UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) jelas disebutkan, seorang pejabat publik dilarang merangkap jabatan sebagai ketua KONI. Peraturan ini yang terlambat diantisipasi oleh Jawa Timur.
''UU sudah berlaku, mau tidak mau harus mengikuti. Jawa Barat sudah mengantisipasinya dari awal, kita (Jawa Timur) masih ribut sendiri,” ungkapnya.
(aww)