Munroe isyaratkan gantung sarung tinju
Selasa, 27 November 2012 - 11:49 WIB
Munroe isyaratkan gantung sarung tinju
A
A
A
Sindonews.com - Petinju kelas bantam super, Rendall Munroe, sedang mempertimbangkan keputusannya untuk gantung sarung tinju, setelah ia tak berdaya ketika kalah TKO dari petinju berusia 24 tahun, Scott Quigg, akhir pekan lalu.
Petinju berusia 32 tahun itu berharap bisa kembali mencari gelar juara dunia dengan membidik kemenangan saat meladeni Quigg. Namun, sialnya, ia malah menuai kekalahan. Quigg menghentikan perlawanan Munroe di ronde keenam, dan kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi Munroe, yang sedang menyusun rencana masa depan dengan sangat manis.
Munroe, yang pernah gagal merebut gelar WBC dari Toshiaki Nishioka pada 2010, mengakui jika dirinya tergoda untuk meninggalkan dunia olahraga yang membesarkan namanya itu apabila ia tidak mampu ke atas lagi. "Saya sudah memiliki waktu yang tepat dan karier yang bagus, tapi datang ke laga ini saya harus menyalahkan diri sendiri untuk itu," ujarnya kepada Boxing Scene, Senin waktu setempat (26/11).
"Pelatih saya (Jason Shinfield) mengatakan kepada saya: 'Kau kalah, kau kehilangan', dan di belakang pikiran saya, saya sudah siap bahwa saya akan mengatakan kepada istri dan anak-anak saya di rumah jika saya kekalahan itu akan menjadi akhir dari karir saya."
"Saya sudah memiliki karir yang bisa dibanggakan. Saya datang dari tingkat bawah menuju ke atas," pungkas petinju dengan rekor 24 menang (10KO), 3 kali kalah dan satu kali imbang itu.
Petinju berusia 32 tahun itu berharap bisa kembali mencari gelar juara dunia dengan membidik kemenangan saat meladeni Quigg. Namun, sialnya, ia malah menuai kekalahan. Quigg menghentikan perlawanan Munroe di ronde keenam, dan kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi Munroe, yang sedang menyusun rencana masa depan dengan sangat manis.
Munroe, yang pernah gagal merebut gelar WBC dari Toshiaki Nishioka pada 2010, mengakui jika dirinya tergoda untuk meninggalkan dunia olahraga yang membesarkan namanya itu apabila ia tidak mampu ke atas lagi. "Saya sudah memiliki waktu yang tepat dan karier yang bagus, tapi datang ke laga ini saya harus menyalahkan diri sendiri untuk itu," ujarnya kepada Boxing Scene, Senin waktu setempat (26/11).
"Pelatih saya (Jason Shinfield) mengatakan kepada saya: 'Kau kalah, kau kehilangan', dan di belakang pikiran saya, saya sudah siap bahwa saya akan mengatakan kepada istri dan anak-anak saya di rumah jika saya kekalahan itu akan menjadi akhir dari karir saya."
"Saya sudah memiliki karir yang bisa dibanggakan. Saya datang dari tingkat bawah menuju ke atas," pungkas petinju dengan rekor 24 menang (10KO), 3 kali kalah dan satu kali imbang itu.
(nug)