Pembangunan SPOrT di Arcamanik mubazir
Selasa, 27 November 2012 - 23:55 WIB
Pembangunan SPOrT di Arcamanik mubazir
A
A
A
Sindonews.com - Pembangunan sarana Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu (SPOrT) Jawa Barat, di lintasan pacuan kuda Arcamanik, tidak hanya menuai kontroversi. Namun rencana pembangunan venue olahraga seperti lapangan baseball, voli pasir dan lain sebagainya, dinilai mubazir.
Hal tersebut cukup beralasan. pasalnya sarana itu diperuntukan bukan untuk menggelar pertandingan, namun sarana olahraga itu dibangun untuk latihan saja. ''Lihat di maketnya ada lapangan voli pasir,lapangan baseball dan softball, menurut saya itu mubazir, sebab hanya untuk latihan saja bukan untuk menggelar pertandingan,”kata pengamat olahraga Jabar, Ajat Sudrajat, Selasa (27/11).
Ajat menilai, Jabar sudah mempunyai lapangan voli pasir di Lodaya, Kota Bandung, yang cukup representif untuk menggelar pertandingan. Bukan hanya itu, di komplek olahraga Lodaya juga sudah ada lapangan softball dan baseball. Kini lapangan yang ada di komplek Lodaya itu, hanya butuh perbaikan saja.
Bahkan untuk lapangan softball, Kabupaten Bandung juga mempunyai lapangan anyar, yakni di sekitar Jalak Harupat. “Venue-venue itu cukup diperbaiki Pemprov, itu kan lebih efisien,”singkatnya.
Begitu juga dengan sarana latihan untuk beladiri. Saat ini, ada beberapa cabang olahraga beladiri, seperti tinju, silat, judo, karate, sudah mempunyai sarana latihan di komplek Pajajaran.
Padahal masih banyak lagi cabor, yang membutuhkan sarana pertandingan yang berlevel internasional, seperti renang, basket, senam dan voli. ''Senam saat ini masih latihan di tempat bekas gudang bulog, ini kan memprihatinkan. Belum lagi basket, Jabar belum punya lapangan pertandingan seperti di Riau,”tegasnya.
Mantan Sekretaris Umum KONI Jabar itu juga menilai, bahwa pemikiran tentang pembangunan SPOrT Arcamanik ini, berawal di tahun 2010. Namun seharusnya, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) melakukan survei, tentang perkembangan sarana olahraga di Jabar itu supaya tidak mubadzir.
''SPOrT Jabar ini proyek 2009 atau 2010 lalu, sementara Disorda tidak mendata ulang, sarana apa saja yang belum ada di Jabar,“singkatnya.
Untuk itu dirinya berharap, Disorda merevisi tentang rencana pembangunan venue olahraga di Jabar. Terlebih Jabar akan bertindak sebagai tuan rumah PON di tahun 2016 nanti. Sebab, pada pelaksanaan pesta olahraga itu, bukan hanya dibutuhkan tempat pertandingan berkaliber internasional, namun harus memikirkan lokasi yang strategis untuk menopang kesuksesan prestasi.
''Arcamanik sangat strategis, bukan hanya sebagai penopang sukses penyelenggaraan, lokasinya juga sangat ideal untuk meningkatkan perekonomian rakyat,” katanya.
Sebenarnya, saat ini KONI Jabar telah membangun beberapa sarana latihan cabor, seperti judo, silat dan karate. Bahkan KONI Jabar kini tengah memikirkan sarana latihan untuk wushu dan senam.
''Berbicara masalah tempat latihan, memang kita masih bisa usahakan. Justru yang kita pikirkan adalah senam dan wushu, Tapi untuk tempat pertandingan resmi, itu tanggung jawab Disorda,“ ungkap Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif.
Hal tersebut cukup beralasan. pasalnya sarana itu diperuntukan bukan untuk menggelar pertandingan, namun sarana olahraga itu dibangun untuk latihan saja. ''Lihat di maketnya ada lapangan voli pasir,lapangan baseball dan softball, menurut saya itu mubazir, sebab hanya untuk latihan saja bukan untuk menggelar pertandingan,”kata pengamat olahraga Jabar, Ajat Sudrajat, Selasa (27/11).
Ajat menilai, Jabar sudah mempunyai lapangan voli pasir di Lodaya, Kota Bandung, yang cukup representif untuk menggelar pertandingan. Bukan hanya itu, di komplek olahraga Lodaya juga sudah ada lapangan softball dan baseball. Kini lapangan yang ada di komplek Lodaya itu, hanya butuh perbaikan saja.
Bahkan untuk lapangan softball, Kabupaten Bandung juga mempunyai lapangan anyar, yakni di sekitar Jalak Harupat. “Venue-venue itu cukup diperbaiki Pemprov, itu kan lebih efisien,”singkatnya.
Begitu juga dengan sarana latihan untuk beladiri. Saat ini, ada beberapa cabang olahraga beladiri, seperti tinju, silat, judo, karate, sudah mempunyai sarana latihan di komplek Pajajaran.
Padahal masih banyak lagi cabor, yang membutuhkan sarana pertandingan yang berlevel internasional, seperti renang, basket, senam dan voli. ''Senam saat ini masih latihan di tempat bekas gudang bulog, ini kan memprihatinkan. Belum lagi basket, Jabar belum punya lapangan pertandingan seperti di Riau,”tegasnya.
Mantan Sekretaris Umum KONI Jabar itu juga menilai, bahwa pemikiran tentang pembangunan SPOrT Arcamanik ini, berawal di tahun 2010. Namun seharusnya, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) melakukan survei, tentang perkembangan sarana olahraga di Jabar itu supaya tidak mubadzir.
''SPOrT Jabar ini proyek 2009 atau 2010 lalu, sementara Disorda tidak mendata ulang, sarana apa saja yang belum ada di Jabar,“singkatnya.
Untuk itu dirinya berharap, Disorda merevisi tentang rencana pembangunan venue olahraga di Jabar. Terlebih Jabar akan bertindak sebagai tuan rumah PON di tahun 2016 nanti. Sebab, pada pelaksanaan pesta olahraga itu, bukan hanya dibutuhkan tempat pertandingan berkaliber internasional, namun harus memikirkan lokasi yang strategis untuk menopang kesuksesan prestasi.
''Arcamanik sangat strategis, bukan hanya sebagai penopang sukses penyelenggaraan, lokasinya juga sangat ideal untuk meningkatkan perekonomian rakyat,” katanya.
Sebenarnya, saat ini KONI Jabar telah membangun beberapa sarana latihan cabor, seperti judo, silat dan karate. Bahkan KONI Jabar kini tengah memikirkan sarana latihan untuk wushu dan senam.
''Berbicara masalah tempat latihan, memang kita masih bisa usahakan. Justru yang kita pikirkan adalah senam dan wushu, Tapi untuk tempat pertandingan resmi, itu tanggung jawab Disorda,“ ungkap Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif.
(aww)