Persiba harus segera tunjuk pelatih
Kamis, 29 November 2012 - 13:14 WIB
Persiba harus segera tunjuk pelatih
A
A
A
Sindonews.com – Liga kasta tertinggi, Indonesian Primier League (IPL) resmi dihelat 9 Februari mendatang. Namun, Persiba yang musim lalu finish di posisi 4 besar, sampai saat ini belum resmi menunjuk pelatih kepala. Untuk bisa bersaing, Laskar Sultan Agung harus secepatnya menunjuk pelatih.
Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengatakan, untuk persiapan menyongsong bergulirnya kompetisi, setiap tim idealnya memiliki waktu 3 bulan. Kurang dari 3 bulan dianggap kurang ideal karena dipastikan persiapan kurang maksimal. "Sampai saat ini Persiba masih kosong pelatih. Itu (pelatih) harus segera ditunjuk," katanya, Kamis (29/11/2012).
Menurut dia, jika sampai saat ini secara definitif pelatih kepala belum ditunjuk, otomatis akan mengganggu persiapan teknis tim. “Idealnya persiapan itu tiga bulan sebelum dimulainya kompetisi. Jika sekarang belum punya pelatih dan persiapan belum dimulai secara teknis, jelas ini akan berdampak pada pertarungan kita nanti,” jelasnya.
Sajuri menegaskan, penunjukan pelatih kepala sangat mendesak bagi Persiba. Pasalnya untuk memilih pemain juga harus disesuaikan dengan konsep pelatih kepala. Meski managemen menujuk Sajuri sebagai ketua tim seleksi pemain, namun Sajuri mengaku canggung jika pembentukan skuad tidak mengikutsertaan pelatih kepala.
Sajuri yang baru saja mengikuti kursus kepelatihan lisensi A Nasional di Magelang, secara persyaratan tidak memungkinkan menjadi nakoda atau pelatih kepala Persiba. Untuk menukangi tim kasta tertinggi, seorang pelatih harus sudah mengantongi lisensi A Nasional, syukur sudah berlisensi A Asian Football Confederation (AFC) sementara sertifikasi lisensi A Nasional milik Sajuri baru bisa turun secepatnya 6 bulan sejak kursus selesai.
Guru SMAN 1 Pajangan ini tidak mempersoalkan siapa pun yang ditunjuk oleh managemen sebagai nakoda Persiba musim depan. Sajuri yang tetap diplot sebagai asisten pelatih, siap bekerja sama dengan pelatih kepala yang ditunjuk. "Siapapun pelatihnya nanti saya tidak masalah, harapannya pelatih kepala mampu mengkoordinir dan merangkul semua kalangan baik pemain, perangkat tim, manajemen serta pendukung Persiba, ungkapnya.
Sementara itu, Manajemen Persiba mengaku pemilihan pelatih kepala sampai saat ini masih dalam tahap proses pemilihan. Sejumlah hal menjadi bahan pertimbangan manajemen sebelum menentukan pelatih kepala musim depan. Namun, informasi yang beredar kondisi finansial yang dialami Persiba menjadi kendala dalam menunjuk pelatih kepala, termasuk negoisasi kontrak pemain dan persiapan tim secara teknis
Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengatakan, untuk persiapan menyongsong bergulirnya kompetisi, setiap tim idealnya memiliki waktu 3 bulan. Kurang dari 3 bulan dianggap kurang ideal karena dipastikan persiapan kurang maksimal. "Sampai saat ini Persiba masih kosong pelatih. Itu (pelatih) harus segera ditunjuk," katanya, Kamis (29/11/2012).
Menurut dia, jika sampai saat ini secara definitif pelatih kepala belum ditunjuk, otomatis akan mengganggu persiapan teknis tim. “Idealnya persiapan itu tiga bulan sebelum dimulainya kompetisi. Jika sekarang belum punya pelatih dan persiapan belum dimulai secara teknis, jelas ini akan berdampak pada pertarungan kita nanti,” jelasnya.
Sajuri menegaskan, penunjukan pelatih kepala sangat mendesak bagi Persiba. Pasalnya untuk memilih pemain juga harus disesuaikan dengan konsep pelatih kepala. Meski managemen menujuk Sajuri sebagai ketua tim seleksi pemain, namun Sajuri mengaku canggung jika pembentukan skuad tidak mengikutsertaan pelatih kepala.
Sajuri yang baru saja mengikuti kursus kepelatihan lisensi A Nasional di Magelang, secara persyaratan tidak memungkinkan menjadi nakoda atau pelatih kepala Persiba. Untuk menukangi tim kasta tertinggi, seorang pelatih harus sudah mengantongi lisensi A Nasional, syukur sudah berlisensi A Asian Football Confederation (AFC) sementara sertifikasi lisensi A Nasional milik Sajuri baru bisa turun secepatnya 6 bulan sejak kursus selesai.
Guru SMAN 1 Pajangan ini tidak mempersoalkan siapa pun yang ditunjuk oleh managemen sebagai nakoda Persiba musim depan. Sajuri yang tetap diplot sebagai asisten pelatih, siap bekerja sama dengan pelatih kepala yang ditunjuk. "Siapapun pelatihnya nanti saya tidak masalah, harapannya pelatih kepala mampu mengkoordinir dan merangkul semua kalangan baik pemain, perangkat tim, manajemen serta pendukung Persiba, ungkapnya.
Sementara itu, Manajemen Persiba mengaku pemilihan pelatih kepala sampai saat ini masih dalam tahap proses pemilihan. Sejumlah hal menjadi bahan pertimbangan manajemen sebelum menentukan pelatih kepala musim depan. Namun, informasi yang beredar kondisi finansial yang dialami Persiba menjadi kendala dalam menunjuk pelatih kepala, termasuk negoisasi kontrak pemain dan persiapan tim secara teknis
(wbs)