Pemda di Sumsel diwajibkan bina cabor unggulan
Jum'at, 30 November 2012 - 22:03 WIB
Pemda di Sumsel diwajibkan bina cabor unggulan
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan di OKU Selatan, Jumat (30/11), ditetapkan bahwa pemerintah
Kabupaten dan kota di Sumsel harus membina salah satu cabang unggulan. Dengan cara ini diharapkan dapat membantu melahirkan atlet berprestasi di Sumsel.
Pernyataan itu dikemukakan langsung oleh Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang. Penetapan olahraga unggulan mana yang dibina oleh daerah akan disesuaikan dengan keputusan rapat beberapa waktu lalu.
Hal ini dikarenakan hingga sekarang belum ada kabupaten/kota memiliki cabang olahraga unggulan. Bila nanti setiap kabupaten dan kota membina cabang olahraga unggulan maka diharapkan atlet yang berprestasi dari daerah akan bermunculan.
"Saat ini KONI Sumsel telah memiliki beberapa cabang olahraga unggulan seperti anggar, atletik, pencak silat, senam, wushu, judo, menembak, biliar dan loncat indah, tetapi itupun masih dibina oleh KONI Sumsel dan bukan dari kabupaten dan kota padahal potensi olahraga di daerah cukup besar,"ujarnya.
Yang jelas, menurut dia, pembenahan sistem pembinaan olahraga harus dimulai dari setiap kabupaten dan kota harus minimal memiliki satu cabang unggulan.
Selain itu dijelaskan Muddai, keuntungan adanya cabang olahraga unggulan di daerah antara lain untuk memberikan tanggung jawab kepada kabupaten dan kota supaya lebih fokus dalam membina atlet. Adapun pola pembinaan olahraga unggulan yang dilakukan di daerah nantinya dapat mengefektifkan dalam pembentukan pusat pembinaan pelatihan pelajar (PPLP) kabupaten dan kota.
Nantinya atlet dari PPLP daerah akan bertanding dengan kegiatan yang dijadwalkan di kabupaten dan kota dan selanjutnya mereka akan berasaing di Kejurnas antar PPLP.
"Pembinaan melalui PPLP sudah terbukti lebih efektif karena pada SEA Games dan PON XVIII beberapa peraih medali emas merupakan atlet yang dibina melalui pelatihan pelajar itu,"terangnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel Syaidina Ali mengatakan, pembinaan PPLP di Sumsel sudah berjalan mulai 2006 dengan sumber dana dari pemerintah pusat.
"Saat ini atlet PPLP sudah banyak berhasil meraih medali emas pada PON dan itu perlu dikembangkan hingga di kabupaten dan kota,' ujarnya.
Sementara itu, pada rakor tersebut juga ditetapkan bahwa Muddai Madang tetap dipertahankan posisinya untuk memimpin induk organisasi olahraga tersebut hingga berakhirnya masa jabatan pada 2016.
Rapat memutuskan Muddai Madang diminta untuk tetap memimpin induk organisiasi olahraga tersebut, karena kegagalan tersebut bukan semata-mata disebabkan kepengurusan.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, untuk menjadi pemimpin bukanlah mudah karena organisasi olahraga merupakan pengabdian. Jika jiwa itu tidak ada, maka roda organisasi tidak berjalan secara maksimal.
Sehubungan hal itu pihaknya sependapat jika Ketua Umum KONI Sumsel tetap dipertahakan, karena pengusaha tersebut rela berkorban demi kemajuan organisasi.
Kabupaten dan kota di Sumsel harus membina salah satu cabang unggulan. Dengan cara ini diharapkan dapat membantu melahirkan atlet berprestasi di Sumsel.
Pernyataan itu dikemukakan langsung oleh Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang. Penetapan olahraga unggulan mana yang dibina oleh daerah akan disesuaikan dengan keputusan rapat beberapa waktu lalu.
Hal ini dikarenakan hingga sekarang belum ada kabupaten/kota memiliki cabang olahraga unggulan. Bila nanti setiap kabupaten dan kota membina cabang olahraga unggulan maka diharapkan atlet yang berprestasi dari daerah akan bermunculan.
"Saat ini KONI Sumsel telah memiliki beberapa cabang olahraga unggulan seperti anggar, atletik, pencak silat, senam, wushu, judo, menembak, biliar dan loncat indah, tetapi itupun masih dibina oleh KONI Sumsel dan bukan dari kabupaten dan kota padahal potensi olahraga di daerah cukup besar,"ujarnya.
Yang jelas, menurut dia, pembenahan sistem pembinaan olahraga harus dimulai dari setiap kabupaten dan kota harus minimal memiliki satu cabang unggulan.
Selain itu dijelaskan Muddai, keuntungan adanya cabang olahraga unggulan di daerah antara lain untuk memberikan tanggung jawab kepada kabupaten dan kota supaya lebih fokus dalam membina atlet. Adapun pola pembinaan olahraga unggulan yang dilakukan di daerah nantinya dapat mengefektifkan dalam pembentukan pusat pembinaan pelatihan pelajar (PPLP) kabupaten dan kota.
Nantinya atlet dari PPLP daerah akan bertanding dengan kegiatan yang dijadwalkan di kabupaten dan kota dan selanjutnya mereka akan berasaing di Kejurnas antar PPLP.
"Pembinaan melalui PPLP sudah terbukti lebih efektif karena pada SEA Games dan PON XVIII beberapa peraih medali emas merupakan atlet yang dibina melalui pelatihan pelajar itu,"terangnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel Syaidina Ali mengatakan, pembinaan PPLP di Sumsel sudah berjalan mulai 2006 dengan sumber dana dari pemerintah pusat.
"Saat ini atlet PPLP sudah banyak berhasil meraih medali emas pada PON dan itu perlu dikembangkan hingga di kabupaten dan kota,' ujarnya.
Sementara itu, pada rakor tersebut juga ditetapkan bahwa Muddai Madang tetap dipertahankan posisinya untuk memimpin induk organisasi olahraga tersebut hingga berakhirnya masa jabatan pada 2016.
Rapat memutuskan Muddai Madang diminta untuk tetap memimpin induk organisiasi olahraga tersebut, karena kegagalan tersebut bukan semata-mata disebabkan kepengurusan.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, untuk menjadi pemimpin bukanlah mudah karena organisasi olahraga merupakan pengabdian. Jika jiwa itu tidak ada, maka roda organisasi tidak berjalan secara maksimal.
Sehubungan hal itu pihaknya sependapat jika Ketua Umum KONI Sumsel tetap dipertahakan, karena pengusaha tersebut rela berkorban demi kemajuan organisasi.
(aww)