Wolff : Kehadiran Bottas bukan langkah bunuh diri
Sabtu, 01 Desember 2012 - 11:09 WIB
Wolff : Kehadiran Bottas bukan langkah bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif tim Williams, Toto Wolff mengatakan mengganti Bruno Senna dengan Valtteri Bottas bukan langkah 'bunuh diri'. Hal ini diungkapkannya setelah muncul spekulasi tentang dampak keuangan dari keputusannya tersebut yang akan terjadi tahun depan.
"Keuangan memang memainkan peran penting. Namun, bagi kami itu penting untuk memiliki paket terbaik, dan kami bahagia Bottas telah berkomitmen untuk bersaing di Formula One (F1) tahun depan. Pasalnya, kami telah mengikuti perkembangannya," katanya seperti dilansir Crash, Sabtu (1/12/2012).
"Bottas telah berada dengan tim selama beberapa tahun, dan dia tidak hanya melakukan pekerjaan yang baik musim 2012, tetapi ia cukup berhasil untuk mengamankan dukungan dari penggemarnya di Finlandia. Kami juga telah memiliki mitra yang akan tinggal bersama kami tahun depan. Jadi mendapatkan Bottas bukanlah langkah bunuh diri," tambahnya.
Valtteri merupakan anak didik dari mantan juara dunia Formula One, Mika Hakkinen. Williams tak asal menunjuk pembalap berusia 23 tahun ini. Butuh dua tahun bagi Williams untuk membuat Bottas siap untuk tampil di F1. Karena itu, tahun depan dia akan mendampingi Pastor Maldonado.
"Selalu menjadi impian saya untuk bisa bersaing di kejuaraan dunia F1. Untuk melakukannya dengan salah satu tim paling legendaris dalam olahraga ini tentu sangat istimewa," tutup Bottas.
"Keuangan memang memainkan peran penting. Namun, bagi kami itu penting untuk memiliki paket terbaik, dan kami bahagia Bottas telah berkomitmen untuk bersaing di Formula One (F1) tahun depan. Pasalnya, kami telah mengikuti perkembangannya," katanya seperti dilansir Crash, Sabtu (1/12/2012).
"Bottas telah berada dengan tim selama beberapa tahun, dan dia tidak hanya melakukan pekerjaan yang baik musim 2012, tetapi ia cukup berhasil untuk mengamankan dukungan dari penggemarnya di Finlandia. Kami juga telah memiliki mitra yang akan tinggal bersama kami tahun depan. Jadi mendapatkan Bottas bukanlah langkah bunuh diri," tambahnya.
Valtteri merupakan anak didik dari mantan juara dunia Formula One, Mika Hakkinen. Williams tak asal menunjuk pembalap berusia 23 tahun ini. Butuh dua tahun bagi Williams untuk membuat Bottas siap untuk tampil di F1. Karena itu, tahun depan dia akan mendampingi Pastor Maldonado.
"Selalu menjadi impian saya untuk bisa bersaing di kejuaraan dunia F1. Untuk melakukannya dengan salah satu tim paling legendaris dalam olahraga ini tentu sangat istimewa," tutup Bottas.
(aww)