Mourinho: Kritik jadi olahraga nasional di Spanyol
Sabtu, 01 Desember 2012 - 18:09 WIB
Mourinho: Kritik jadi olahraga nasional di Spanyol
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho kembali mengatakan pernyataan yang kontroversial. Dalam konferensi pers jelang laga kontra Altetico Madrid, pelatih asal Portugal itu mengatakan apabila kritik kepada orang lain telah menjadi ''olahraga nasional'' di Spanyol. Pasalnya usai kekalahan Madrid atas Real Betis 1-0 pada akhir pekan lalu membuat media di Spanyol mengkritik dengan keras pelatih berjuluk The Special One itu.
"Anda bisa memberikan aplaus atau mencaci saya. Jika ingin melakukannya, saya akan ada di ruang istirahat pukul 21:00 (waktu lokal). Memberikan orang kitik adalah olahraga nasional di sini, tapi hal itu tidak jadi masalah," ucap Mourinho kepada wartawan seperti dilansir Soccerway, Sabtu (1/12/2012).
"Sepak bola tidak akan memaksa saya keluar dulu. Saya berharap para penggemar mendukung tim dan membantu kami memenangkan permainan," sambung pelatih yang telah memenangkan tiga gelar domestik dengan tiga klub dari negara yang berbeda ini.
Ia juga menambahkan mengecam kritik kepada dirinya yang mencoba memanaskan situasi terkait dengan kekalahan atas Betis sehingga membuat selisih Los Blancos dengan Barcelona menjadi 11 poin yang membuat mereka akan semakin sulit bersaing dalam mempertahankan gelar La Liga.
"Saya tak bermain untuk apa pun. Pertandingan itu untuk dinikmati. Jika Anda menang, Anda menikmati pengalaman itu. Jika Anda menuai kekalahan maka Anda juga harus menikmatinya juga. Kami bermain setiap tiga hari jadi tidak banyak waktu untuk senang atau sedih," tandasnya.
"Anda bisa memberikan aplaus atau mencaci saya. Jika ingin melakukannya, saya akan ada di ruang istirahat pukul 21:00 (waktu lokal). Memberikan orang kitik adalah olahraga nasional di sini, tapi hal itu tidak jadi masalah," ucap Mourinho kepada wartawan seperti dilansir Soccerway, Sabtu (1/12/2012).
"Sepak bola tidak akan memaksa saya keluar dulu. Saya berharap para penggemar mendukung tim dan membantu kami memenangkan permainan," sambung pelatih yang telah memenangkan tiga gelar domestik dengan tiga klub dari negara yang berbeda ini.
Ia juga menambahkan mengecam kritik kepada dirinya yang mencoba memanaskan situasi terkait dengan kekalahan atas Betis sehingga membuat selisih Los Blancos dengan Barcelona menjadi 11 poin yang membuat mereka akan semakin sulit bersaing dalam mempertahankan gelar La Liga.
"Saya tak bermain untuk apa pun. Pertandingan itu untuk dinikmati. Jika Anda menang, Anda menikmati pengalaman itu. Jika Anda menuai kekalahan maka Anda juga harus menikmatinya juga. Kami bermain setiap tiga hari jadi tidak banyak waktu untuk senang atau sedih," tandasnya.
(akr)