Lini belakang Persiba timpang
Minggu, 02 Desember 2012 - 12:53 WIB
Lini belakang Persiba timpang
A
A
A
Sindonews.com – Persiba Bantul mempunyai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum Indonesian Primier League (IPL) resmi dihelat pada 9 Ferbruari mendatang, termasuk saat friendly match kontra tim asal Malaysia Perbadanan Kesejahteraan Negeri Selangor (PKNS) FC yang rencana digelar Jumat (7/12) mendatang.
Pekerjaan rumah itu tak lain adalah memperbaiki lini belakang yang timpang usai ditinggal kapten Wahyu Wijiastanto ke Semen Padang. Sebenarnya, tim Laskar Sultan Agung mendapatkan pengganti sepadan, yakni Nova Arianto. Sayangnya, Persiba kalah bersaing dengan Pelita Bandung Raya (PBR) untuk mendapatkan tanda tangan pemain kelahiran Semarang, 4 November 1978 itu.
Nova memilih PBR dibanding Persiba. Bahkan, Nova sudah berseragam PBR saat mengalahkan SSB asal Bandung, Saswco U-21 dengan skor 1-0 dalam laga ujicoba perdana tim yang bermarkas di Bandung tersebut.
Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengakui, lini belakang tim asuhannya masih rawan. Dia juga mengakui belum bisa mendapatkan pengganti Nova yang sebelumnya digadang-gadang sebagai benteng kuat lini belakang tim kebanggan publik Bantul. “Kita masih mencari penggantinya,” katanya, Sabtu (1/12/2012).
Dia berharap, saat melakoni laga uji coba melawan PKNS FC, Persiba sudah mendapatkan stopper tangguh. Persiba memiliki pemain seleksi seperti Anam Syahrul, Bruno Casmir atau Michael Ndubuisi. Selain itu, pemain lama Persiba seperti Slamet Widodo dan Ahmad Taufik sebenarnya berpotensi mengisi lubang yang ditinggalkan Nova.
Namun, Sajuri menilai stopper yang dimiliki Persiba masih jauh dari harapan. Rata-rata kelemahan mereka terletak pada stamina yang tidak mampu tampil konsisten selama 90 menit. “Kalau untuk sekedar uji coba tidak ada masalah, namun kalau untuk laga resmi saat kompetisi dimulai, itu mejadi masalah,” ungkap pria yang baru selesai ikut kursus kepelatihan lisensi A Nasional.
Sajuri mengatakan, jika Persiba tidak mampu mendapatkan stopper andalan menjelang IPL digelar, stopper yang ada sekarang ini akan dimaksimalkan. “Mereka harus ditingkatkan stamina fisiknya,” ungkapnya.
Pekerjaan rumah itu tak lain adalah memperbaiki lini belakang yang timpang usai ditinggal kapten Wahyu Wijiastanto ke Semen Padang. Sebenarnya, tim Laskar Sultan Agung mendapatkan pengganti sepadan, yakni Nova Arianto. Sayangnya, Persiba kalah bersaing dengan Pelita Bandung Raya (PBR) untuk mendapatkan tanda tangan pemain kelahiran Semarang, 4 November 1978 itu.
Nova memilih PBR dibanding Persiba. Bahkan, Nova sudah berseragam PBR saat mengalahkan SSB asal Bandung, Saswco U-21 dengan skor 1-0 dalam laga ujicoba perdana tim yang bermarkas di Bandung tersebut.
Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengakui, lini belakang tim asuhannya masih rawan. Dia juga mengakui belum bisa mendapatkan pengganti Nova yang sebelumnya digadang-gadang sebagai benteng kuat lini belakang tim kebanggan publik Bantul. “Kita masih mencari penggantinya,” katanya, Sabtu (1/12/2012).
Dia berharap, saat melakoni laga uji coba melawan PKNS FC, Persiba sudah mendapatkan stopper tangguh. Persiba memiliki pemain seleksi seperti Anam Syahrul, Bruno Casmir atau Michael Ndubuisi. Selain itu, pemain lama Persiba seperti Slamet Widodo dan Ahmad Taufik sebenarnya berpotensi mengisi lubang yang ditinggalkan Nova.
Namun, Sajuri menilai stopper yang dimiliki Persiba masih jauh dari harapan. Rata-rata kelemahan mereka terletak pada stamina yang tidak mampu tampil konsisten selama 90 menit. “Kalau untuk sekedar uji coba tidak ada masalah, namun kalau untuk laga resmi saat kompetisi dimulai, itu mejadi masalah,” ungkap pria yang baru selesai ikut kursus kepelatihan lisensi A Nasional.
Sajuri mengatakan, jika Persiba tidak mampu mendapatkan stopper andalan menjelang IPL digelar, stopper yang ada sekarang ini akan dimaksimalkan. “Mereka harus ditingkatkan stamina fisiknya,” ungkapnya.
(wbs)