Ia Kurnia utamakan kekeluargaan
Minggu, 02 Desember 2012 - 13:42 WIB
Ia Kurnia utamakan kekeluargaan
A
A
A
Sindonews.com - Nama Ia Kurnia mungkin kerap terdengar di telinga para bobotoh Persib Bandung. Ya, dia adalah dokter tim Atep dkk saat maung Bandung mengarungi kompetisi Liga Super 2008. Dokter Kurnia dengan apik mendampingi Jaya Hartono yang saat itu tampil sebagai pelatih. Di setiap pertandingan maupun latihan, dia secara mendalam memantau perkembangan punggawa Persib. Termasuk memperhatikan pemulihan para pemain yang cedera.
Setelah beberapa tahun namanya tak terdengar, dr Kurnia kembali menampakkan diri di tengah-tengah publik sepakbola Bandung. Namun tidak lagi berada di bawah panji Persib. Kini, sosok bersahaja tersebut berada di tengah-tengah Nemanja Obric dkk, tim Pelita Bandung Raya.
Kurnia pun terlihat sumringah dengan posisinya saat ini. Baginya, menjadi dokter sebuah tim sepakbola memiliki sensasi tersendiri. Hal itu pula yang membuat dr Kurnia tidak berpikir terlalu lama untuk bergabung di bawah komando pelatih Simon McMenemy. Sedikitnya hingga satu musim ke depan, Kurnia akan memantau kesehatan para punggawa Pelita Bandung Raya.
"Saya bersyukur masih mendapat kepercayaan dari kalangan sepakbola untuk menangani kesehatan tim. Ini satu kesempatan untuk berkarir lagi di dunia kedokteran olahraga. Walaupun spesialisasi tersebut tidak saya dapatkan dari melanjutkan akademik, dan hanya dari pelatihan-pelatihan saja, tapi menjadi dokter tim memberikan kebanggaan tersendiri buat saya," tutur dr Kurnia di sela latihan Pelita Bandung Raya, Lapangan Brigif 15 Kujang II, Cimahi.
Kesenangannya terhadap bidang kedokteran olahraga, dirasakan dr Kurnia jauh sebelum resmi bergabung di Persib. Dahulu, dia merupakan dokter panitia pelaksana pertandingan (Panpel) pertandingan.
"Karir saya dimulai saat menjadi dokter panpel. Setiap Persib tanding pasti saya menangani. Beberapa waktu kemudian saya resmi gabung menjadi dokter tim Persib. Dan saat ini bisa bergabung dengan tim Pelita Bandung Raya. Di mana pun, yang penting bisa mengaplikasikan ilmu saya. Dan bisa dekat dengan anak-anak (pesepakbola)," ujarnya.
Dalam bekerja, dr Kurnia memang mengutamakan kedekatan dengan para pemain. Menurutnya, sebagai suatu kesatuan, tim sepakbola harus memiliki suasana kekeluargaan yang tinggi. Sehingga pendekatan personal mutlak wajib dilakukan. Pendekatan emosional yang dilakukannya di Persib beberapa tahun lalu pun ternyata tidak habis begitu saja. Kini, dengan adanya beberapa mantan pemain Maung Bandung di Pelita Bandung Raya, suasana kekeluargaan tinggal dilanjutkan.
"Di hari pertama saya menemui pemain, suasananya seperti reunian. Kan ada Eka Ramdani, Nova Arianto, Edi Kurnia, Edi Hafid, kita seperti ayah dan anak saja. Dan di Pelita Bandung Raya pun saya akan memperlakukan para pemain sedekat mungkin secara emosional. Selain skil dan fisik, kekompakan dalam tim juga harus ada. Bahkan untuk menguatkan para pemain dari sisi mental, saya sudah siapkan program konseling," tutur dr Kurnia.
Setelah beberapa tahun namanya tak terdengar, dr Kurnia kembali menampakkan diri di tengah-tengah publik sepakbola Bandung. Namun tidak lagi berada di bawah panji Persib. Kini, sosok bersahaja tersebut berada di tengah-tengah Nemanja Obric dkk, tim Pelita Bandung Raya.
Kurnia pun terlihat sumringah dengan posisinya saat ini. Baginya, menjadi dokter sebuah tim sepakbola memiliki sensasi tersendiri. Hal itu pula yang membuat dr Kurnia tidak berpikir terlalu lama untuk bergabung di bawah komando pelatih Simon McMenemy. Sedikitnya hingga satu musim ke depan, Kurnia akan memantau kesehatan para punggawa Pelita Bandung Raya.
"Saya bersyukur masih mendapat kepercayaan dari kalangan sepakbola untuk menangani kesehatan tim. Ini satu kesempatan untuk berkarir lagi di dunia kedokteran olahraga. Walaupun spesialisasi tersebut tidak saya dapatkan dari melanjutkan akademik, dan hanya dari pelatihan-pelatihan saja, tapi menjadi dokter tim memberikan kebanggaan tersendiri buat saya," tutur dr Kurnia di sela latihan Pelita Bandung Raya, Lapangan Brigif 15 Kujang II, Cimahi.
Kesenangannya terhadap bidang kedokteran olahraga, dirasakan dr Kurnia jauh sebelum resmi bergabung di Persib. Dahulu, dia merupakan dokter panitia pelaksana pertandingan (Panpel) pertandingan.
"Karir saya dimulai saat menjadi dokter panpel. Setiap Persib tanding pasti saya menangani. Beberapa waktu kemudian saya resmi gabung menjadi dokter tim Persib. Dan saat ini bisa bergabung dengan tim Pelita Bandung Raya. Di mana pun, yang penting bisa mengaplikasikan ilmu saya. Dan bisa dekat dengan anak-anak (pesepakbola)," ujarnya.
Dalam bekerja, dr Kurnia memang mengutamakan kedekatan dengan para pemain. Menurutnya, sebagai suatu kesatuan, tim sepakbola harus memiliki suasana kekeluargaan yang tinggi. Sehingga pendekatan personal mutlak wajib dilakukan. Pendekatan emosional yang dilakukannya di Persib beberapa tahun lalu pun ternyata tidak habis begitu saja. Kini, dengan adanya beberapa mantan pemain Maung Bandung di Pelita Bandung Raya, suasana kekeluargaan tinggal dilanjutkan.
"Di hari pertama saya menemui pemain, suasananya seperti reunian. Kan ada Eka Ramdani, Nova Arianto, Edi Kurnia, Edi Hafid, kita seperti ayah dan anak saja. Dan di Pelita Bandung Raya pun saya akan memperlakukan para pemain sedekat mungkin secara emosional. Selain skil dan fisik, kekompakan dalam tim juga harus ada. Bahkan untuk menguatkan para pemain dari sisi mental, saya sudah siapkan program konseling," tutur dr Kurnia.
(wbs)