Kemenpora serius mendamaikan PSSI-KPSI
Senin, 03 Desember 2012 - 23:33 WIB
Kemenpora serius mendamaikan PSSI-KPSI
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan turun tangan menyelesaikan konflik antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Staf ahli Kemenpora Faisal Abdullah di Makassar mengatakan, pada 2013 nanti, pemerintah sudah punya agenda untuk menyelesaikan kisruh sepak bola Indonesia yang melibatkan PSSI dan KPSI.
Menurut dia, rencananya Kemenpora akan bertemu FIFA dan Asian Footbal Confederation (AFC), guna membahas rencana tersebut. ''Memang pemerintah tidak bisa ikut campur, namun bukan berarti tidak ada jalan keluar,” katanya.
Caranya, dengan meminta masukan dari FIFA dan AFC, soal hal-hal apa saja yang bisa diintervensi pemerintah. ''Berdasarkan petunjuk FIFA dan AFC tersebut, pemerintah mencoba mencari jalan keluarnya,” sebutnya.
Mantan Wakil Dekan III Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mengakui, soal organisasi tidak ada masalah. Yang menjadi problem adalah individu-individunya. ''Joint Committee (JC) yang dibentuk juga tidak sesuai harapan,” paparnya.
Dia membatah jika pemerintah dinilai gagal dalam menyelesaikan konflik yang sudah berjalaan kurang lebih satu tahun tersebut. ''Pemerintah tidak mau ikut campur terlalu jauh bukan karena tidak peduli,” katanya.
Pertimbangannya menurut Faisal, PSSI diminta lebih dulu menyelesaikan persoalan tersebut secara internal. Jika tidak ada jalan keluar, baru akan dicarikan solusinya. ''Makanya kami akan upayakan perdamaian itu di tahun 2013 nanti,” paparnya.
Dia mengakui, untuk mendamaikan dua kubu yang bertikai tersebut, bukanlah pekerjaan mudah dan bisa terealisasi dalam waktu cepat. ''Satu tahun ke depan, masalah ini mungkin belum clear. Namun, kami yakin, pasti ada solusi,” tuturnya.
Dia mengatakan, sepak bola Indonesia makin jauh tertinggal dibanding negara tetangga lain lantaran konflik tersebut. ''Paling menyakitkan adalah kita tidak lolos ke final saat AFF Cup belum lama ini. Ini adalah prestasi kedua terburuk,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada cara lain kecuali insan sepakbola Indonesia bersatu. Karena 2015 mendatang, sudah menunggu agenda yang lebih besar. ''Ada kualifikasi Piala Asia dan persiapannya harus matang,” tandasnya.
Menurut dia, rencananya Kemenpora akan bertemu FIFA dan Asian Footbal Confederation (AFC), guna membahas rencana tersebut. ''Memang pemerintah tidak bisa ikut campur, namun bukan berarti tidak ada jalan keluar,” katanya.
Caranya, dengan meminta masukan dari FIFA dan AFC, soal hal-hal apa saja yang bisa diintervensi pemerintah. ''Berdasarkan petunjuk FIFA dan AFC tersebut, pemerintah mencoba mencari jalan keluarnya,” sebutnya.
Mantan Wakil Dekan III Universitas Hasanuddin (Unhas) ini mengakui, soal organisasi tidak ada masalah. Yang menjadi problem adalah individu-individunya. ''Joint Committee (JC) yang dibentuk juga tidak sesuai harapan,” paparnya.
Dia membatah jika pemerintah dinilai gagal dalam menyelesaikan konflik yang sudah berjalaan kurang lebih satu tahun tersebut. ''Pemerintah tidak mau ikut campur terlalu jauh bukan karena tidak peduli,” katanya.
Pertimbangannya menurut Faisal, PSSI diminta lebih dulu menyelesaikan persoalan tersebut secara internal. Jika tidak ada jalan keluar, baru akan dicarikan solusinya. ''Makanya kami akan upayakan perdamaian itu di tahun 2013 nanti,” paparnya.
Dia mengakui, untuk mendamaikan dua kubu yang bertikai tersebut, bukanlah pekerjaan mudah dan bisa terealisasi dalam waktu cepat. ''Satu tahun ke depan, masalah ini mungkin belum clear. Namun, kami yakin, pasti ada solusi,” tuturnya.
Dia mengatakan, sepak bola Indonesia makin jauh tertinggal dibanding negara tetangga lain lantaran konflik tersebut. ''Paling menyakitkan adalah kita tidak lolos ke final saat AFF Cup belum lama ini. Ini adalah prestasi kedua terburuk,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada cara lain kecuali insan sepakbola Indonesia bersatu. Karena 2015 mendatang, sudah menunggu agenda yang lebih besar. ''Ada kualifikasi Piala Asia dan persiapannya harus matang,” tandasnya.
(aww)