Kinerja ketum KONI Sumsel sudah maksimal
Selasa, 04 Desember 2012 - 21:07 WIB
Kinerja ketum KONI Sumsel sudah maksimal
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Badan Audit Internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Dhani Indra mengatakan jika kinerja Muddai Madang sebagai ketua KONI sudah maksimal. Karena itulah dia menilai, mestinya masyarakat terutama para pendemo yang melakukan aksinya kemarin lusa melihat sisi positif dari perkembangan dunia olahraga di provinsi ini, bukan hanya melihat kegagalan yang umumnya disebabkan faktor-faktor non teknis pertandingan.
"Pada dasarnya apa yang telah dilakukan Ketua Umum KONI sudah maksimal dan pembagian tugas pun sudah merata. Mulai dari persiapan melalui Training Camp hingga uji coba dengan Jawa Timur yang menjadi juara umum PON 2008 dan DKI Jakarta yang juga menjadi juara umum di PON Riau," ujarnya.
Sedangkan terkait kegagalan di PON tersebut, menurutnya disebabkan banyak faktor di luar perkiraan, diantaranya faktor keberuntungan dan tidak standarnya venue yang digunakan, seperti lapangan tembak yang masih manual. Sedangkan atlet Sumsel memang sudah terbiasa dengan sistem digital.
"Saat kembali dari Riau, ketika di bandara atlet, berpengalaman Pieter Taslim membanting medali perunggu yang didapatnya, karena merasa kecewa dan tidak mampu memberikan medali emas di PON terakhirnya untuk Sumsel. Serta itu semua sudah faktor keberuntungan. Sampai saat ini medali itu masih ada pada saya," imbuhnya.
Sedangkan, terkait rencana mundurnya Muddai Madang dari Ketua Umum KONI Sumsel, mantan Sekretaris BP4OR ini menganggap sudah sudah cukup ksatria, akan tapi situasi yang membuatnya harus tetap aktif di KONI dan banyak Pengprov cabang olahraga yang menginginkannya tetap menyelesaikan tugas hingga masa kepengurusannya berakhir.
"Saya rasa sikap itu sudah cukup kesatria, tapi memang situasi yang ada sekarang membuatnya harus tetap bertahan. Di samping dukungan sejumlah pihak untuk membuatnya tetap bertahan dan Pengprov juga mesti menjadikan semua itu sebagai pengalaman dan tetap membantu KONI dalam hal pembibitan atlet," pungkasnya.
"Pada dasarnya apa yang telah dilakukan Ketua Umum KONI sudah maksimal dan pembagian tugas pun sudah merata. Mulai dari persiapan melalui Training Camp hingga uji coba dengan Jawa Timur yang menjadi juara umum PON 2008 dan DKI Jakarta yang juga menjadi juara umum di PON Riau," ujarnya.
Sedangkan terkait kegagalan di PON tersebut, menurutnya disebabkan banyak faktor di luar perkiraan, diantaranya faktor keberuntungan dan tidak standarnya venue yang digunakan, seperti lapangan tembak yang masih manual. Sedangkan atlet Sumsel memang sudah terbiasa dengan sistem digital.
"Saat kembali dari Riau, ketika di bandara atlet, berpengalaman Pieter Taslim membanting medali perunggu yang didapatnya, karena merasa kecewa dan tidak mampu memberikan medali emas di PON terakhirnya untuk Sumsel. Serta itu semua sudah faktor keberuntungan. Sampai saat ini medali itu masih ada pada saya," imbuhnya.
Sedangkan, terkait rencana mundurnya Muddai Madang dari Ketua Umum KONI Sumsel, mantan Sekretaris BP4OR ini menganggap sudah sudah cukup ksatria, akan tapi situasi yang membuatnya harus tetap aktif di KONI dan banyak Pengprov cabang olahraga yang menginginkannya tetap menyelesaikan tugas hingga masa kepengurusannya berakhir.
"Saya rasa sikap itu sudah cukup kesatria, tapi memang situasi yang ada sekarang membuatnya harus tetap bertahan. Di samping dukungan sejumlah pihak untuk membuatnya tetap bertahan dan Pengprov juga mesti menjadikan semua itu sebagai pengalaman dan tetap membantu KONI dalam hal pembibitan atlet," pungkasnya.
(aww)