Polri diminta bubarkan ISL dan IPL
Selasa, 04 Desember 2012 - 23:17 WIB
Polri diminta bubarkan ISL dan IPL
A
A
A
Sindonews.com - Meninggalnya pemain Persis Solo Diego Mendieta menyita perhatian publik. Bahkan PSSI dan KPSI terus mendapat sorotan tajam terkait kasus ini, tak hanya itu Indonesia Super LEague (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) terancam dibubarkan Polisi.
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S. Pane, Persis Solo versi PT Liga Indonesia, tempat Diego bermain telah melakukan pelanggaran Pasal Penipuan. Dalam hal ini Persis Solo tidak membayar gaji Diego, Persis Solo telah melakukan kelalaian hingga menyebabkan seseorang (Diego) meninggal dunia.
"Atas kejadian ini, kita mendesak agar Polri tidak mengizinkan kompetisi LSI dan LPI untuk tahun 2013," tuturnya tegas kepada sindonews. Selasa, (4/12/2012)
Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meninggalnya pemain sepakbola di Indonesia untuk kesekian kalinya menjadi peringatan bagi para pengurus sepak bola di negeri ini.
”Tunggakan gaji yang belum diterima almarhum Diego sendiri ditaksir mencapai angka Rp 120 juta. Biar ini menjadi pengalaman bagi semua klub di Indonesia. Agar jangan sampai pemain bisa ditelantarkan dan kemungkinan terburuk adalah sampai meninggal dunia. Bagi para petinggi PSSI juga harus sadar dengan kondisi seperti ini,” jelas mantan Ketua Umum Persis Solo ini.
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S. Pane, Persis Solo versi PT Liga Indonesia, tempat Diego bermain telah melakukan pelanggaran Pasal Penipuan. Dalam hal ini Persis Solo tidak membayar gaji Diego, Persis Solo telah melakukan kelalaian hingga menyebabkan seseorang (Diego) meninggal dunia.
"Atas kejadian ini, kita mendesak agar Polri tidak mengizinkan kompetisi LSI dan LPI untuk tahun 2013," tuturnya tegas kepada sindonews. Selasa, (4/12/2012)
Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meninggalnya pemain sepakbola di Indonesia untuk kesekian kalinya menjadi peringatan bagi para pengurus sepak bola di negeri ini.
”Tunggakan gaji yang belum diterima almarhum Diego sendiri ditaksir mencapai angka Rp 120 juta. Biar ini menjadi pengalaman bagi semua klub di Indonesia. Agar jangan sampai pemain bisa ditelantarkan dan kemungkinan terburuk adalah sampai meninggal dunia. Bagi para petinggi PSSI juga harus sadar dengan kondisi seperti ini,” jelas mantan Ketua Umum Persis Solo ini.
(wbs)