Kisruh terus, pemerintah ancam cabut dana subsidi PSSI
Kamis, 06 Desember 2012 - 14:53 WIB
Kisruh terus, pemerintah ancam cabut dana subsidi PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Konflik yang terus mendera Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) membuat wajah sepak bola Indonesia kian suram oleh karena itu, pemerintah berencana menghentikan pemberian dana bantuan (subsidi) bagi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) jika permasalahan di internal PSSI tak terselesaikan.
Staf Khusus Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Faisal Abdullah menyatakan sudah mulai menjalankan kebijakan penghentian anggaran kepada PSSI sejak Januari lalu dan akan terus dilanjutkan hingga persoalan internal mereka selesai.
"Jadi sejak Januari sampai sekarang pun belum ada yang diturunkan untuk subsidi kepada PSSI sebagaimana seperti kepada sejumlah cabang olahraga, untuk itu subsidi PSSI kita stop dulu, sampai kekisruhan yang terjadi di sana selesai," tuturnya seperti dilansir bbcsport, Kamis (6/12/2012)
Faisal mengatakan belum ada batasan waktu sampai kapan keputusan penundaan pemberiaan dana bantuan atau subsidi PSSI itu akan mereka terapkan. "Kita mengharapkan secepatnya konflik bisa diselesaikan apakah itu satu bulan atau dua bulan. Untuk PSSI kita stop dulu, sampai kekisruhan yang terjadi di sana selesai" tandasnya.
Sementara itu Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar, mengatakan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng soal pengehentian dana kepada PSSI adalah peringatan agar organisasinya bisa bekerja keras untuk meraih prestasi yang bagus.
"Ini bukan ancaman hanya peringatan agar kita bekerja keras jadi belum diputuskan seperti yang dibesarkan oleh media." tuturnya.
Bahkan dirinya menilai kebijakan tersebut akan menghambat pembinaan pemain usia muda. Akibatnya banyak program-program untuk timnas akan terganggu.
" Timnas saat tidak hanya untuk senior tapi punya lima strata timnas mulai dari U-15, U-16, U-17, U-19, U-21, U-23 sampai timnas senior. Belum lagi sekarang untuk pembinaan jangka panjang di kompetesi amatir seluruh perangkat pertandingan dibayar oleh PSSI kalau dulu kan oleh klub dan ini tentu butuh dana yang besar, " tuturnya.
Staf Khusus Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Faisal Abdullah menyatakan sudah mulai menjalankan kebijakan penghentian anggaran kepada PSSI sejak Januari lalu dan akan terus dilanjutkan hingga persoalan internal mereka selesai.
"Jadi sejak Januari sampai sekarang pun belum ada yang diturunkan untuk subsidi kepada PSSI sebagaimana seperti kepada sejumlah cabang olahraga, untuk itu subsidi PSSI kita stop dulu, sampai kekisruhan yang terjadi di sana selesai," tuturnya seperti dilansir bbcsport, Kamis (6/12/2012)
Faisal mengatakan belum ada batasan waktu sampai kapan keputusan penundaan pemberiaan dana bantuan atau subsidi PSSI itu akan mereka terapkan. "Kita mengharapkan secepatnya konflik bisa diselesaikan apakah itu satu bulan atau dua bulan. Untuk PSSI kita stop dulu, sampai kekisruhan yang terjadi di sana selesai" tandasnya.
Sementara itu Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar, mengatakan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng soal pengehentian dana kepada PSSI adalah peringatan agar organisasinya bisa bekerja keras untuk meraih prestasi yang bagus.
"Ini bukan ancaman hanya peringatan agar kita bekerja keras jadi belum diputuskan seperti yang dibesarkan oleh media." tuturnya.
Bahkan dirinya menilai kebijakan tersebut akan menghambat pembinaan pemain usia muda. Akibatnya banyak program-program untuk timnas akan terganggu.
" Timnas saat tidak hanya untuk senior tapi punya lima strata timnas mulai dari U-15, U-16, U-17, U-19, U-21, U-23 sampai timnas senior. Belum lagi sekarang untuk pembinaan jangka panjang di kompetesi amatir seluruh perangkat pertandingan dibayar oleh PSSI kalau dulu kan oleh klub dan ini tentu butuh dana yang besar, " tuturnya.
(wbs)