Duo Medan gembira sambut penyatuan kompetisi
Kamis, 06 Desember 2012 - 19:17 WIB
Duo Medan gembira sambut penyatuan kompetisi
A
A
A
Sindonews.com - Wacana penyatuan kompetisi liga sepak bola Indonesia ditanggapi positif oleh dua kubu PSMS Medan yang berseberangan. Kedua belah pihak legawa, jika memang liga akhirnya harus disatukan untuk menghindari jatuhnya sanksi terhadap Indonesia.
Pasca pertemuan Menpora Andy Mallarangeng dengan kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin dan KPSI pimpinan La Nyala Mattalitti, Rabu (5/12) di kantor Menpora, baik PSMS Medan kepemimpinan Indra Sakti Harahap ataupun Benny Sihotang menilai, langkah tersebut cukup tepat.
"Saya yang akan menghadiri langsung Kongres PSSI di Palangkaraya bersama ketum (Benny Sihotang) tanggal 10 Desember nanti. Karena KPSI juga menggelar kongres di Ancol tanggal 8 (Sabtu) Desember nanti. Jadi diharapkan hasil kongres KPSI akan dibawa ke Kongres PSSI," ujar Wakil ketua II PSMS, Julius Raja.
Kongres PSSI seyogianya dijadwalkan bergulir tanggal 6 Desember kemarin. Namun mengalami dua kali perubahan, sebelumnya diubah menjadi tanggal 7 Desember, selanjutnya berganti lagi ke hari Senin (10/12) mendatang.
"Kongres KPSI saya dengar Sabtu (8/12). Tidak masalah KPSI menggelarnya, karena itu merupakan rangkuman pertemuan internal mereka. Yang terpenting, tanggal 10 Desember sudah ada rumusan dari AFC aakah masih terjadi dualisme atau tidak, itu yang akan dilaporkan ke FIFA. Harapan kami sih, bersatu agar terhindar dari sanksi," bebernya.
Sebagai peserta kongres PSSI, pria yang akrab disapa King ini mengatakan, ada tiga agenda kongres di Palangkaraya. Pengesahan revisi statuta PSSI, penggabungan liga profesional dan pengembalian empat mantan EXCO PSSI yang terkena sanksi komite etik PSSI.
"Acuan kongres nanti adalah hasil statuta kongres Solo. Bahwa salah satunya pasal 23, peserta kongres diikuti 103 peserta. Perinciannya, 18 peserta ISL, 16 Divisi Utama, 14 Divisi I, 12 Divisi 2, 10 Divisi 3, 33 pengprov dan lima asosiasi dari sepak bola wanita, wasit, pemain dan pelatih," ungkap King menjelaskan.
Dia berharap, liga bersatu akan berimbas ke bawah. "Kalau di atas satu, di bawah harus satu. Intinya kami berharap semunya akan kembali seperti semula," bebernya.
Julius Raja juga berharap, pemerintah akan turun tangan seperti halnya menpora yang menjembatani kedua kubu untuk bersatu. "Kalau di atas, menpora turun tangan, ke bawah, kami berhara pengprov, DPR atau wali kota turun tangan, soalnya di Sumut juga terjadi dualisme kepengurusan PSSI," harapnya.
Kendati senada, Indra Sakti Harahap menyatakan, akan terus memantau perkembangan yang terjadi. "Belum bisa dipastikan seperti apa akhirnya. Kami masih rapat (di KPSI), semua masih berjalan," ungkapnya.
Dia mengaku penyatuan liga merupakan langkah terbaik untuk menghindari sanksi FIFA. " Bagus kalau satu, dan proses penyatuannya akan kami lihat dulu seperti apa. Namun intinya, kami dukung ke arah itu," ungkapnya.
Penyatuan liga jika terwujud, dua kubu di PSMS Medan mau tidak mau harus meleburkan diri. Kondisi ini tentunya berpengaruh pada berbagai aspek di klub, seperti pengurus dan pelatih, terlebih pemain.
Pasca pertemuan Menpora Andy Mallarangeng dengan kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin dan KPSI pimpinan La Nyala Mattalitti, Rabu (5/12) di kantor Menpora, baik PSMS Medan kepemimpinan Indra Sakti Harahap ataupun Benny Sihotang menilai, langkah tersebut cukup tepat.
"Saya yang akan menghadiri langsung Kongres PSSI di Palangkaraya bersama ketum (Benny Sihotang) tanggal 10 Desember nanti. Karena KPSI juga menggelar kongres di Ancol tanggal 8 (Sabtu) Desember nanti. Jadi diharapkan hasil kongres KPSI akan dibawa ke Kongres PSSI," ujar Wakil ketua II PSMS, Julius Raja.
Kongres PSSI seyogianya dijadwalkan bergulir tanggal 6 Desember kemarin. Namun mengalami dua kali perubahan, sebelumnya diubah menjadi tanggal 7 Desember, selanjutnya berganti lagi ke hari Senin (10/12) mendatang.
"Kongres KPSI saya dengar Sabtu (8/12). Tidak masalah KPSI menggelarnya, karena itu merupakan rangkuman pertemuan internal mereka. Yang terpenting, tanggal 10 Desember sudah ada rumusan dari AFC aakah masih terjadi dualisme atau tidak, itu yang akan dilaporkan ke FIFA. Harapan kami sih, bersatu agar terhindar dari sanksi," bebernya.
Sebagai peserta kongres PSSI, pria yang akrab disapa King ini mengatakan, ada tiga agenda kongres di Palangkaraya. Pengesahan revisi statuta PSSI, penggabungan liga profesional dan pengembalian empat mantan EXCO PSSI yang terkena sanksi komite etik PSSI.
"Acuan kongres nanti adalah hasil statuta kongres Solo. Bahwa salah satunya pasal 23, peserta kongres diikuti 103 peserta. Perinciannya, 18 peserta ISL, 16 Divisi Utama, 14 Divisi I, 12 Divisi 2, 10 Divisi 3, 33 pengprov dan lima asosiasi dari sepak bola wanita, wasit, pemain dan pelatih," ungkap King menjelaskan.
Dia berharap, liga bersatu akan berimbas ke bawah. "Kalau di atas satu, di bawah harus satu. Intinya kami berharap semunya akan kembali seperti semula," bebernya.
Julius Raja juga berharap, pemerintah akan turun tangan seperti halnya menpora yang menjembatani kedua kubu untuk bersatu. "Kalau di atas, menpora turun tangan, ke bawah, kami berhara pengprov, DPR atau wali kota turun tangan, soalnya di Sumut juga terjadi dualisme kepengurusan PSSI," harapnya.
Kendati senada, Indra Sakti Harahap menyatakan, akan terus memantau perkembangan yang terjadi. "Belum bisa dipastikan seperti apa akhirnya. Kami masih rapat (di KPSI), semua masih berjalan," ungkapnya.
Dia mengaku penyatuan liga merupakan langkah terbaik untuk menghindari sanksi FIFA. " Bagus kalau satu, dan proses penyatuannya akan kami lihat dulu seperti apa. Namun intinya, kami dukung ke arah itu," ungkapnya.
Penyatuan liga jika terwujud, dua kubu di PSMS Medan mau tidak mau harus meleburkan diri. Kondisi ini tentunya berpengaruh pada berbagai aspek di klub, seperti pengurus dan pelatih, terlebih pemain.
(aww)