Pemerintah Turki tolak mendanai GP Turki
Kamis, 06 Desember 2012 - 23:47 WIB
Pemerintah Turki tolak mendanai GP Turki
A
A
A
Sindonews.com - Harapan Turki untuk kembali mendapatkan tempat dalam kalender Formula One (F1) 2013 bisa kembali pupus. Itu terjadi setelah
Menteri Olahraga Suat Kilic mengatakan Pemerintah Turki tidak akan membantu untuk mendanai balapan jet darat di Istanbul Park yang akan berlangsung pada 21 Juli 2013 nanti. Padahal, GP Turki merupakan kandidat kuat untuk mengisi kekosongan di kalender F1 tahun depan.
Spekulasi mengenai GP Turki yang siap kembali mengisi kalender F1 2013 muncul setelah Federasi Otomotif Internasional (FIA) mengumumkan tambahan lintasan di Eropa. Namun, nasib buruk itu akhirnya terjadi ketika Pemerintah Turki menolak menyuntikkan dana sekitar USD13,5 juta untuk penyelenggaraan selama lima tahun.
"Kalau mau, sektor swasta dapat membawa F1 kembali ke Turki. Tapi, kami tidak akan membayar biaya hak yang telah diusulkan pihak swasta tersebut untuk mengembalikan balapan F1 ke negara kami," tegas Kilic seperti dilansir Crash, Kamis (6/12/2012).
"Pemerintah besar kemungkinan tidak akan mendapatkan keuntungan dari balapan ini, setelah kami mengeluarkan dana sebesar USD13,5 juta untuk penyelenggaraan selama lima tahun. Justru, pihak penyelenggara yang akan meraup keuntungan dari hasil balapan tersebut."
Menteri Olahraga Suat Kilic mengatakan Pemerintah Turki tidak akan membantu untuk mendanai balapan jet darat di Istanbul Park yang akan berlangsung pada 21 Juli 2013 nanti. Padahal, GP Turki merupakan kandidat kuat untuk mengisi kekosongan di kalender F1 tahun depan.
Spekulasi mengenai GP Turki yang siap kembali mengisi kalender F1 2013 muncul setelah Federasi Otomotif Internasional (FIA) mengumumkan tambahan lintasan di Eropa. Namun, nasib buruk itu akhirnya terjadi ketika Pemerintah Turki menolak menyuntikkan dana sekitar USD13,5 juta untuk penyelenggaraan selama lima tahun.
"Kalau mau, sektor swasta dapat membawa F1 kembali ke Turki. Tapi, kami tidak akan membayar biaya hak yang telah diusulkan pihak swasta tersebut untuk mengembalikan balapan F1 ke negara kami," tegas Kilic seperti dilansir Crash, Kamis (6/12/2012).
"Pemerintah besar kemungkinan tidak akan mendapatkan keuntungan dari balapan ini, setelah kami mengeluarkan dana sebesar USD13,5 juta untuk penyelenggaraan selama lima tahun. Justru, pihak penyelenggara yang akan meraup keuntungan dari hasil balapan tersebut."
(aww)