TOSFED desak pemerintah danai GP Turki
Jum'at, 07 Desember 2012 - 03:12 WIB
TOSFED desak pemerintah danai GP Turki
A
A
A
Sindonews.com - Federasi Olahraga Automobil Turki (TOSFED) dalam laman resminya menyebutkan perihal tentang GP Turki, yang terakhir diadakan pada 2011 sebelum dihapus karena perselisihan atas biaya penyelenggaraan, telah dibahas dalam pertemuan dengan Federasi Automobil Internasional (FIA) di Istanbul, Turki.
"Kami di TOSFED telah melakukan semua usaha agar balap F1, yang telah diselenggarakan sebanyak tujuh kali sampai sekarang, dapat diadakan kembali di trek kami, Istanbul Park.. (pada 2013) dan di tahun-tahun mendatang," kata Ketua TOSFED, Demire Berberoglu, dalam sebuah pernyataan, kemarin (6/12).
Berberoglu mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai antara operator sirkuit, Vural Ak, dengan pihak F1, Bernie Ecclestone, tetapi pemerintah juga harus memainkan perannya. "Semua orang tahu bahwa apa yang dibutuhkan untuk hadir dalam kalender F1 2013 dan tahun-tahun berikut adalah jaminan dan persetujuan anggaran yang dibutuhkan di tingkat pemerintah," kata Berberoglu.
"Ini akan terus berkembang menunggu keputusan perdana menteri."
Sebelumnya, seorang pengusaha Turki, Vural Ak, yang telah mengambil alih pengelolaan sirkuit Istanbul Park, mengatakan bahwa kesepakatan telah tercapai dengan bos F1, Bernie Ecclestones. Ak mengatakan, bagaimanapun, keputusan akhir terletak dengan pemerintah Turki.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Turki, Suat Kilic mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya telah membantu membawa F1 kembali ke Turki, pemerintah membuat sebuah "pengorbanan" dalam rangka untuk meningkatkan olahraga. "Pemerintah kami membayar USD13,5 juta per tahun untuk hak penyelenggaraan selama lima tahun. Dalam pertukaran untuk itu, semua pendapatan masuk ke dalam kantung penyelenggara, sehingga negara tidak mendapatkan keuntungan dari itu," jelas Kilic.
Sehingga, hal tersebut jelas membuat pemerintah Turki keberatan untuk membantu mendanai pelaksanaan lomba jet darat di Istanbul.
Sirkuit Istanbul sendiri sebenarnya sangat digemari oleh pembalap dan tim F1, karena susunannya yang menantang. Namun jalannya perlombaan gagal menarik minat banyak penduduk setempat.
"Kami di TOSFED telah melakukan semua usaha agar balap F1, yang telah diselenggarakan sebanyak tujuh kali sampai sekarang, dapat diadakan kembali di trek kami, Istanbul Park.. (pada 2013) dan di tahun-tahun mendatang," kata Ketua TOSFED, Demire Berberoglu, dalam sebuah pernyataan, kemarin (6/12).
Berberoglu mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai antara operator sirkuit, Vural Ak, dengan pihak F1, Bernie Ecclestone, tetapi pemerintah juga harus memainkan perannya. "Semua orang tahu bahwa apa yang dibutuhkan untuk hadir dalam kalender F1 2013 dan tahun-tahun berikut adalah jaminan dan persetujuan anggaran yang dibutuhkan di tingkat pemerintah," kata Berberoglu.
"Ini akan terus berkembang menunggu keputusan perdana menteri."
Sebelumnya, seorang pengusaha Turki, Vural Ak, yang telah mengambil alih pengelolaan sirkuit Istanbul Park, mengatakan bahwa kesepakatan telah tercapai dengan bos F1, Bernie Ecclestones. Ak mengatakan, bagaimanapun, keputusan akhir terletak dengan pemerintah Turki.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Turki, Suat Kilic mengatakan bahwa pemerintah sebelumnya telah membantu membawa F1 kembali ke Turki, pemerintah membuat sebuah "pengorbanan" dalam rangka untuk meningkatkan olahraga. "Pemerintah kami membayar USD13,5 juta per tahun untuk hak penyelenggaraan selama lima tahun. Dalam pertukaran untuk itu, semua pendapatan masuk ke dalam kantung penyelenggara, sehingga negara tidak mendapatkan keuntungan dari itu," jelas Kilic.
Sehingga, hal tersebut jelas membuat pemerintah Turki keberatan untuk membantu mendanai pelaksanaan lomba jet darat di Istanbul.
Sirkuit Istanbul sendiri sebenarnya sangat digemari oleh pembalap dan tim F1, karena susunannya yang menantang. Namun jalannya perlombaan gagal menarik minat banyak penduduk setempat.
(nug)