Pemain muda Ajax terpesona aksi Madrid
Jum'at, 07 Desember 2012 - 10:34 WIB
Pemain muda Ajax terpesona aksi Madrid
A
A
A
Sindonews.com - Pemain muda Ajax Amsterdam Viktor Fischer mengaku permainan skuad Real Madrid masih diatas standar klubnya. Ia menambahkan timnya harus kewalahan ketika menghadapi skuad asuhan Jose Mourinho itu, terbukti De Amsterdammers terpaksa menyerah dengan skor serupa pada pertemuan sebelumnya, 1-4 pada laga terakhir penyisihan grup Liga Champions.
"Lima menit pertama saya tidak tahu apa yang saya hadapi. Tingkatan permainan mereka terlihat memiliki level yang lebih tinggi bahkan dari PSV (Eindhoven) yang kemungkinan adalah lawan terberat kami di Belanda," terang Fischer seperti dilansir Soccerway, Jumat (7/12/2012).
Ia juga menambahkan menyalahkan dirinya sehingga mampu menciptakan peluang bagi striker Los Blancos Karim Benzema untuk memberikan umpan yang turut adil terjadinya gol awal. Sebuah perangkap offside Ajax yang gagal, berhasil dimanfaatkan oleh Benzema untuk mengirimkan umpan silang yang akhirnya dimaksimalkan oleh Ronaldo untuk membuka keunggulan timnya.
"Ini mungkin terdengar gila usai kalah 1-4 akan tetapi, sebagai pemain yang baru berusia 18 tahun, itu adalah sebuah pengalaman hebat. Saya menyalahkan diriku sendiri setelah kehilangan bola, aku merasa terkejut," tandasnya.
"Lima menit pertama saya tidak tahu apa yang saya hadapi. Tingkatan permainan mereka terlihat memiliki level yang lebih tinggi bahkan dari PSV (Eindhoven) yang kemungkinan adalah lawan terberat kami di Belanda," terang Fischer seperti dilansir Soccerway, Jumat (7/12/2012).
Ia juga menambahkan menyalahkan dirinya sehingga mampu menciptakan peluang bagi striker Los Blancos Karim Benzema untuk memberikan umpan yang turut adil terjadinya gol awal. Sebuah perangkap offside Ajax yang gagal, berhasil dimanfaatkan oleh Benzema untuk mengirimkan umpan silang yang akhirnya dimaksimalkan oleh Ronaldo untuk membuka keunggulan timnya.
"Ini mungkin terdengar gila usai kalah 1-4 akan tetapi, sebagai pemain yang baru berusia 18 tahun, itu adalah sebuah pengalaman hebat. Saya menyalahkan diriku sendiri setelah kehilangan bola, aku merasa terkejut," tandasnya.
(akr)