Nova & Syahrul Anam batal bergabung ke Persiba
Jum'at, 07 Desember 2012 - 13:57 WIB
Nova & Syahrul Anam batal bergabung ke Persiba
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul gagal mendapatkan pengganti Wahyu Wijiastanto, setelah Nova Arianto dan Syahrul Anam yang disiapkan sebagai pengisi utama benteng pertahanan batal bergabung dengan tim Laskar Sultan Agung. Nova Arianto memilih Pelita Bandung Raya (PBR) sementara Syahrul Anam kembali ke pangkuan tim lamanya, Persijap Jepara.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo mengakui, Nova Arianto dan Syahrul Anam sebenarnya diplot sebagai pengisi utama benteng pertahanan. Secara prinsip, managemen sangat tertarik bisa mendapatkan tanda tangan kedua pemain tersebut. "Namun, kenyataan berbeda. Nova memilih PBR, Anang kembali ke Persijap," katanya, Jumat (7/12/2012).
Dia mengatakan, tidak bisa membentengi pemain bidikannya itu tetap bersama Persiba musim depan. Beberapa alasannya selain kondisi finansial tim, mungkin juga dipengaruhi iming-iming gaji yang lebih tinggi. "Sejauh ini, kami memang membebaskan pemain untuk memilih tim yang disukainya. Kami tidak tahu, mereka batal berjodoh dengan Persiba itu faktornya apa. Mungkin karena Persiba belum memberi kepastian soal kontrak," jelasnya.
Wikan mengakui, sebagai pemain profesional sangat butuh kepastian ke mana akan bermain. Soal kepastian itu yang diakuinya belum diberikan Persiba kepada para penggawanya. "Kalau ingin bersama kami, mari menunggu kepastian dari kami. Kalau tidak sabar menunggu ya gimana lagi," kata dia.
Yang jelas, batalnya Nova dan Anam berseragam merah-merah (jersey home Persiba) membuat manajemen terus mencari pemain pengganti yang berposisi di lini belakang. Saat ini, ada sejumlah pemain belakang yang ikut seleksi seperti Bruno Casmir, Michael Ndubuisi dan lainnya. Namun, manajemen menegaskan tetap mencari yang lain karena berkaitan dengan kuota legiun asing.
"Pasti kami akan mencari pemain belakang, mungkin pemain domestik. Bruno dan Ndubuisi adalah pemain asing, ada regulasi yang mengatur kuota pemain asing (maksimal untuk tim IPL: 3 pemain asing non Asia dan 1 pemain asing Asia). Lagi pula, banyak pemain domestik yang kualitasnya tidak kalah dengan pemain asing," jelas Wikan.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo mengakui, Nova Arianto dan Syahrul Anam sebenarnya diplot sebagai pengisi utama benteng pertahanan. Secara prinsip, managemen sangat tertarik bisa mendapatkan tanda tangan kedua pemain tersebut. "Namun, kenyataan berbeda. Nova memilih PBR, Anang kembali ke Persijap," katanya, Jumat (7/12/2012).
Dia mengatakan, tidak bisa membentengi pemain bidikannya itu tetap bersama Persiba musim depan. Beberapa alasannya selain kondisi finansial tim, mungkin juga dipengaruhi iming-iming gaji yang lebih tinggi. "Sejauh ini, kami memang membebaskan pemain untuk memilih tim yang disukainya. Kami tidak tahu, mereka batal berjodoh dengan Persiba itu faktornya apa. Mungkin karena Persiba belum memberi kepastian soal kontrak," jelasnya.
Wikan mengakui, sebagai pemain profesional sangat butuh kepastian ke mana akan bermain. Soal kepastian itu yang diakuinya belum diberikan Persiba kepada para penggawanya. "Kalau ingin bersama kami, mari menunggu kepastian dari kami. Kalau tidak sabar menunggu ya gimana lagi," kata dia.
Yang jelas, batalnya Nova dan Anam berseragam merah-merah (jersey home Persiba) membuat manajemen terus mencari pemain pengganti yang berposisi di lini belakang. Saat ini, ada sejumlah pemain belakang yang ikut seleksi seperti Bruno Casmir, Michael Ndubuisi dan lainnya. Namun, manajemen menegaskan tetap mencari yang lain karena berkaitan dengan kuota legiun asing.
"Pasti kami akan mencari pemain belakang, mungkin pemain domestik. Bruno dan Ndubuisi adalah pemain asing, ada regulasi yang mengatur kuota pemain asing (maksimal untuk tim IPL: 3 pemain asing non Asia dan 1 pemain asing Asia). Lagi pula, banyak pemain domestik yang kualitasnya tidak kalah dengan pemain asing," jelas Wikan.
(akr)