Jatim pertahankan juara umum Popwil IV
Jum'at, 07 Desember 2012 - 18:03 WIB
Jatim pertahankan juara umum Popwil IV
A
A
A
Sindonews.com - Reputasi Jatim sebagai gudang bibit atlet ternyata belum pudar. Terbukti, provinsi paling ujung timur Pulau Jawa itu masih bisa mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) IV di Makassar 2012. Dari delapan cabang olahraga, total Jatim mendulang 22 emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Terpaut jauh dari tuan rumah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berada di posisi runner-up dengan torehan sembilan emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Disusul Kalimantan Timur berada di peringkat ketiga dengan tiga emas, 16 perak. Di peringkat empat di duduki NTB dengan tiga emas, empat perak.
Selain meraih juara umum, Jatim juga akan berhasil meloloskan 178 atlet pelajar dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XII di Jakarta, Juli 2013 mendatang. "Ini sudah sesuai targat kami, selain juara umum di semua cabor kita juga lolos ke Popnas," ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim, Dr Sugeng Riyono.
Pada Popwil kali ini, Jatim mengirimkan 185 atlet terbaik yang turun di cabang Olahraga (Cabor) tenis lapangan, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw, sepak bola, bola basket dan pencak silat. Hanya tujuh atlet dari cabor pencak silat yang gagal meraih tiket ke Popwil karena hanya meraih posisi ketiga. Sesuai aturan, hanya juara satu dan dua yang berhak bertanding di Popnas.
Jumlah atlet Jatim yang berlaga di Popnas nanti, dipastikan bertambah. Sebab, ada cabor yang dilombakan di Popnas tapi tidak di pertandingkan di Popwil. Di antaranya renang, karate, panahan, atletik dan senam. "Tugas kita di Popnas nanti akan lebih berat. Setelah dari Popwil kita akan segera lakukan evaluasi, " tandas Sugeng Riyono.
Meski hanya di ikuti sembilan daerah, gelar juara umum POPWIL sedikit mengobati kekecewan insan olahraga Jatim setelah terpuruk di PON XVII/Riau, September lalu. "Ini salah satu upaya kami ikut melakukan pembibitan untuk menyiapan atlet bibit unggul yang bisa dimanfaatkan pengurus cabang olahraga maupun KONI ke depan, " tandasnya.
Kontingen POWIL Jatim memang tampil perkasa hampir disemua cabor. Selain merajai tenis meja, pencak silat dan bola voli, Jatim juga membuat sejarah baru di cabor basket putra. "Untuk pertama kalinya basket bisa menang, kami terima kasih kepada beberapa pihak yang membantu, khususnya cabor basket dan lainnya, " ucap Dudi Harijanto, Kabid Pembinaan dan Prestasi Dispora Jatim.
Dibeberapa cabor, Jatim tetap harus waspada karena tampil kurang meyakinkan di POPWIL. Selain sepakbola yang lolos Popnas di urutan ketiga, cabang sepaktakraw putra juga masih mencemaskan. Tim sepak takraw putra Jatim harus puas di posisi kedua. Sedangkan juara direbut oleh tim Sulawesi Selatan.
Kegagalan meraih juara, karena dari empat kali main, tim Jatim meraih tiga kemenangan atas Sulbar dengan skor 2-1, Sultra (3-0) dan Kaltim (3-0). Sedangkan satu-satunya kekalahan dialami saat bertanding melawan tuan rumah 0-3. "Target utama lolos Popnas dan kita bisa merealisasikannya,"ujar Edy Santoso, Manajer Sepak Takrwa.
Terpaut jauh dari tuan rumah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berada di posisi runner-up dengan torehan sembilan emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Disusul Kalimantan Timur berada di peringkat ketiga dengan tiga emas, 16 perak. Di peringkat empat di duduki NTB dengan tiga emas, empat perak.
Selain meraih juara umum, Jatim juga akan berhasil meloloskan 178 atlet pelajar dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XII di Jakarta, Juli 2013 mendatang. "Ini sudah sesuai targat kami, selain juara umum di semua cabor kita juga lolos ke Popnas," ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim, Dr Sugeng Riyono.
Pada Popwil kali ini, Jatim mengirimkan 185 atlet terbaik yang turun di cabang Olahraga (Cabor) tenis lapangan, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw, sepak bola, bola basket dan pencak silat. Hanya tujuh atlet dari cabor pencak silat yang gagal meraih tiket ke Popwil karena hanya meraih posisi ketiga. Sesuai aturan, hanya juara satu dan dua yang berhak bertanding di Popnas.
Jumlah atlet Jatim yang berlaga di Popnas nanti, dipastikan bertambah. Sebab, ada cabor yang dilombakan di Popnas tapi tidak di pertandingkan di Popwil. Di antaranya renang, karate, panahan, atletik dan senam. "Tugas kita di Popnas nanti akan lebih berat. Setelah dari Popwil kita akan segera lakukan evaluasi, " tandas Sugeng Riyono.
Meski hanya di ikuti sembilan daerah, gelar juara umum POPWIL sedikit mengobati kekecewan insan olahraga Jatim setelah terpuruk di PON XVII/Riau, September lalu. "Ini salah satu upaya kami ikut melakukan pembibitan untuk menyiapan atlet bibit unggul yang bisa dimanfaatkan pengurus cabang olahraga maupun KONI ke depan, " tandasnya.
Kontingen POWIL Jatim memang tampil perkasa hampir disemua cabor. Selain merajai tenis meja, pencak silat dan bola voli, Jatim juga membuat sejarah baru di cabor basket putra. "Untuk pertama kalinya basket bisa menang, kami terima kasih kepada beberapa pihak yang membantu, khususnya cabor basket dan lainnya, " ucap Dudi Harijanto, Kabid Pembinaan dan Prestasi Dispora Jatim.
Dibeberapa cabor, Jatim tetap harus waspada karena tampil kurang meyakinkan di POPWIL. Selain sepakbola yang lolos Popnas di urutan ketiga, cabang sepaktakraw putra juga masih mencemaskan. Tim sepak takraw putra Jatim harus puas di posisi kedua. Sedangkan juara direbut oleh tim Sulawesi Selatan.
Kegagalan meraih juara, karena dari empat kali main, tim Jatim meraih tiga kemenangan atas Sulbar dengan skor 2-1, Sultra (3-0) dan Kaltim (3-0). Sedangkan satu-satunya kekalahan dialami saat bertanding melawan tuan rumah 0-3. "Target utama lolos Popnas dan kita bisa merealisasikannya,"ujar Edy Santoso, Manajer Sepak Takrwa.
(aww)