Mundurnya Andi Mallarangeng ganggu penyelesaian konflik PSSI
Jum'at, 07 Desember 2012 - 23:16 WIB
Mundurnya Andi Mallarangeng ganggu penyelesaian konflik PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Mundurnya Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng bukan tidak mungkin mengganggu penyelesaian konflik yang terjadi antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Halim Mahfudz, mengaku belum mengetahui berapa besar pengaruhnya mundurnya Andi Mallarangeng dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga dengan pelenyesaian kisruh sepak bola nasional.
"Berpengaruh atau tidak belum tahu, dan andai itu memang benar berpengaruh kami belum tahu sejauh mana pengaruhnya karena pemerintah dalam kasus sepak bola hanya menjalankan tugas di undang-undang No. 3 tahun 2005 yakni tentang Sistem Keolahragaan Nasional," jelas Halim saat dihubungi sindonews, Jumat (7/12/2012).
Menurutnya, dua hari lalu, Andi meminta PSSI untuk segera menyelesaikan konflik sesuai dengan MoU yang telah disepakati kedua belah pihak. Jika tidak, menurut Andi, pemerintah akan mengambil kewenangannya sesuai undang-undang yang berlaku. Langkah itu diambil Andi agar Indonesia tak mendapatkan saksi dari FIFA.
"Semoga ada hasilnya dari kongres nanti. Jadi masalah ini tidak sampai ke pemerintah. Tentunya harus melakukan verifikasi untuk menjalankan kongres. Tidak bisa hanya saya sendiri yang mengurus tetapi ada tim verifikasi dari PSSI. Mungkin hari ini akan ada verifikasi oleh tim," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Halim Mahfudz, mengaku belum mengetahui berapa besar pengaruhnya mundurnya Andi Mallarangeng dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga dengan pelenyesaian kisruh sepak bola nasional.
"Berpengaruh atau tidak belum tahu, dan andai itu memang benar berpengaruh kami belum tahu sejauh mana pengaruhnya karena pemerintah dalam kasus sepak bola hanya menjalankan tugas di undang-undang No. 3 tahun 2005 yakni tentang Sistem Keolahragaan Nasional," jelas Halim saat dihubungi sindonews, Jumat (7/12/2012).
Menurutnya, dua hari lalu, Andi meminta PSSI untuk segera menyelesaikan konflik sesuai dengan MoU yang telah disepakati kedua belah pihak. Jika tidak, menurut Andi, pemerintah akan mengambil kewenangannya sesuai undang-undang yang berlaku. Langkah itu diambil Andi agar Indonesia tak mendapatkan saksi dari FIFA.
"Semoga ada hasilnya dari kongres nanti. Jadi masalah ini tidak sampai ke pemerintah. Tentunya harus melakukan verifikasi untuk menjalankan kongres. Tidak bisa hanya saya sendiri yang mengurus tetapi ada tim verifikasi dari PSSI. Mungkin hari ini akan ada verifikasi oleh tim," ujarnya.
(wbs)