Kecewa, Persib desak pengurus PSSI dan KPSI mundur
Senin, 10 Desember 2012 - 13:20 WIB
Kecewa, Persib desak pengurus PSSI dan KPSI mundur
A
A
A
Sindonews.com – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menilai PSSI dan KPSI tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan konflik sekaligus menyelematkan masa depan sepak bola Indonesia.
Di tengah ancaman hukuman dari FIFA, kedua organisasi yang selama ini berseteru justru kian menunjukkan egonya masing-masing. Akibatnya FIFA yang memberikan tenggat waktu sampai 14 Desember, siap-siap mengetukkan palu tanda hukuman bagi sepak bola Indonesia.
Karena itu, Umuh menyarankan lebih baik jika harus ada pergantian kepengurusan di tingkat PSSI. Maka orang-orang yang terlibat didalamnya merupakan pengurus baru dan sebelumnya tidak memiliki sangkut paut dengan kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin maupun PSSI versi KPSI pimpinan La Nyalla Mataliti.
“Pasti klub dalam situasi merasa bingung ketika harus mengambil keputusan. Kalau boleh saran lebih baik pengurusnya mundur semua dan diganti sama orang-orang baru,” cetus Umuh.
Persib memang akhirnya mengambil langkah tegas dan menyatakan tidak akan ikut kongres apapun sepanjang kedua kubu masih memelihara pertikaian. Karena itu, meski turut diundang dalam kongres PSSI yang akhirnya tak mendapatkan restu dari Kemenpora. Maung Bandung memilih tidak mengirim utusan.
Apa yang saat ini terjadi di sepak bola Indonesia jelas Umuh sudah terlalu memprihatinkan dan cukup merugikan masyarakat awam sepak bola Indonesia yang diyakini Umuh lebih menginginkan sepak bola Indonesia yang lebih baik dan maju dibandingkan sekarang.
“Apa jadinya kalau sepak bola Indonesia akhirnya di banned (hukum) oleh FIFA? Yang merasakan sakit hati dan dirugikan adalah masyarakat Indonesia secara luas. Jadi saya menyerukan kepada semua pihak untuk duduk bersama. Apabila masih tidak mau, lebih baik mundur semuanya,” tandas Umuh.
Di tengah ancaman hukuman dari FIFA, kedua organisasi yang selama ini berseteru justru kian menunjukkan egonya masing-masing. Akibatnya FIFA yang memberikan tenggat waktu sampai 14 Desember, siap-siap mengetukkan palu tanda hukuman bagi sepak bola Indonesia.
Karena itu, Umuh menyarankan lebih baik jika harus ada pergantian kepengurusan di tingkat PSSI. Maka orang-orang yang terlibat didalamnya merupakan pengurus baru dan sebelumnya tidak memiliki sangkut paut dengan kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin maupun PSSI versi KPSI pimpinan La Nyalla Mataliti.
“Pasti klub dalam situasi merasa bingung ketika harus mengambil keputusan. Kalau boleh saran lebih baik pengurusnya mundur semua dan diganti sama orang-orang baru,” cetus Umuh.
Persib memang akhirnya mengambil langkah tegas dan menyatakan tidak akan ikut kongres apapun sepanjang kedua kubu masih memelihara pertikaian. Karena itu, meski turut diundang dalam kongres PSSI yang akhirnya tak mendapatkan restu dari Kemenpora. Maung Bandung memilih tidak mengirim utusan.
Apa yang saat ini terjadi di sepak bola Indonesia jelas Umuh sudah terlalu memprihatinkan dan cukup merugikan masyarakat awam sepak bola Indonesia yang diyakini Umuh lebih menginginkan sepak bola Indonesia yang lebih baik dan maju dibandingkan sekarang.
“Apa jadinya kalau sepak bola Indonesia akhirnya di banned (hukum) oleh FIFA? Yang merasakan sakit hati dan dirugikan adalah masyarakat Indonesia secara luas. Jadi saya menyerukan kepada semua pihak untuk duduk bersama. Apabila masih tidak mau, lebih baik mundur semuanya,” tandas Umuh.
(wbs)