Beto: KPSI dan PSSI hancurkan sepak bola Indonesia
Selasa, 11 Desember 2012 - 13:52 WIB
Beto: KPSI dan PSSI hancurkan sepak bola Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Akhirnya KPSI dan PSSI memilih tetap menggelar kongres dan mengeluarkan putusan masing-masing dan karena keputusan tersebut sepak bola Indonesia berada dalam ancaman FIFA yang kemungkinan akan diputuskan dalam rapat Exco FIFA di Tokyo, 14 Desember 2012. Ini ditengarai, lantaran kedua pihak .
Pelatih Pro Duta FC (klub IPL), Roberto Bianchi menegaskan apa sedang yang terjadi saat ini di Indonesia sangat memalukan dan sangat tak masuk akal. “Di sini yang terjadi, sepak bola sedang dihancurkan, sementara di negara lain sedang mengalami perkembangan yang sangat baik. Seperti di Malaysia, Thailand, Singapura juga Filipina,” ujarnya seperti dilansir, goal.com, Selasa (11/12/2012).
Pelatih yang akrab disapa Beto ini menambahkan, jika sanksi FIFA benar terjadi, maka Indonesia akan menjadi amatir dalam sepakbola. “Saya berharap ada solusi yang baik untuk hal ini, dan untuk orang-orang tertentu harus menyadari apa yang telah dan sedang lakukan adalah sangat buruk bagi sepak bola Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin menegaskan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran apapun. Kongres yang diperintahkan FIFA untuk digelar pada 10 Desember kemarin pun telah dilaksanakan, walaupun harus dilakukan di lobi hotel setelah pintu ruang sidang dikunci oleh polisi.
Djohar mengakui, PSSI diundang untuk Jepang untuk menghadiri pertandingan Piala Dunia Antarklub yang sedang berlangsung. Kesempatan ini akan mereka gunakan untuk melakukan lobi kepada FIFA sebelum melakukan rapat EXCO pada 14 Desember.
"Kita akan manfaatkan kesempatan ini untuk memberi penjelasan pada FIFA, karena petinggi-petinggi mereka sedang berkumpul di sana. Kami harapkan FIFA betul-betul melihat dan kita akan menyampaikan kepada FIFA situasinya, " pungkasnya.
Pelatih Pro Duta FC (klub IPL), Roberto Bianchi menegaskan apa sedang yang terjadi saat ini di Indonesia sangat memalukan dan sangat tak masuk akal. “Di sini yang terjadi, sepak bola sedang dihancurkan, sementara di negara lain sedang mengalami perkembangan yang sangat baik. Seperti di Malaysia, Thailand, Singapura juga Filipina,” ujarnya seperti dilansir, goal.com, Selasa (11/12/2012).
Pelatih yang akrab disapa Beto ini menambahkan, jika sanksi FIFA benar terjadi, maka Indonesia akan menjadi amatir dalam sepakbola. “Saya berharap ada solusi yang baik untuk hal ini, dan untuk orang-orang tertentu harus menyadari apa yang telah dan sedang lakukan adalah sangat buruk bagi sepak bola Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin menegaskan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran apapun. Kongres yang diperintahkan FIFA untuk digelar pada 10 Desember kemarin pun telah dilaksanakan, walaupun harus dilakukan di lobi hotel setelah pintu ruang sidang dikunci oleh polisi.
Djohar mengakui, PSSI diundang untuk Jepang untuk menghadiri pertandingan Piala Dunia Antarklub yang sedang berlangsung. Kesempatan ini akan mereka gunakan untuk melakukan lobi kepada FIFA sebelum melakukan rapat EXCO pada 14 Desember.
"Kita akan manfaatkan kesempatan ini untuk memberi penjelasan pada FIFA, karena petinggi-petinggi mereka sedang berkumpul di sana. Kami harapkan FIFA betul-betul melihat dan kita akan menyampaikan kepada FIFA situasinya, " pungkasnya.
(wbs)