Anggarkan Rp86 miliar, KONI fokus Jabar Kahiji
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:33 WIB
Anggarkan Rp86 miliar, KONI fokus Jabar Kahiji
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat sudah mengajukan Rp86 miliar kepada pemerintah Provinsi Jabar untuk anggaran olahraga tahun 2013. Hal ini diungkapkan Ketua KONI Jabar, Azis Syarif, di komplek olahraga Pajajaran, Selasa (11/12). ”Kita sudah ajukan angaran untuk 2013 mendatang, untuk nominalnya sebanyak Rp 86 miliar,“ singkatnya.
Azis mengalu, jumlah tersebut sudah cukup untuk menggelar pembinaan atlet ke depan. Apalagi di tahun 2013 nanti, Jabar akan menggelar Pelatihan daerah (Pelatda) jangka panjang, sebagai persiapan perhelatan akbar multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.
Bukan hanya itu, Jabar juga akan dihadapkan dengan agenda olahraga yang besar, yakni PON Remaja. Pada perhelatan olahraga multieven kelompok umur (KU) 17 tahun itu juga merupakan rangkaian program pembinaan atlet berpotensi.
”Program pembinaan untuk tahun 2016 harus berkesinambungan. Kita harus benar-benar serius dan fokus. Sebab, proses untuk meraih gelar Jabar Kahiji di PON XIX, tidak mudah,“ ungkapnya.
Dari program latihan pembinaan atlet, KONI sudah mempunyai beberapa program, seperti melibatkan kembali pelatih asing asal Korea Selatan, seperti yang telah dilakukan Jabar, jelang PON Riau lalu. Bahkan menambah jumlah pelatih yang akan menangani beberapa cabor di Jabar.
”Kerja sama dengan pelatih Korsel sudah diperpanjang bahkan sekarang ditambah dan dilibatkan pada seleksi atlet, lalu akan ada lagi training center di Korsel,“ katanya.
Untuk itu, pihaknya tidak khawatir, bila dianggap pengajuan anggaran untuk tahun 2013 itu, terlalu besar atau terlalu kecil. Yang terpenting, kata Azis, dalam penggunaannya efektif dan tepat sararan.
Berkaca dari sebelumnya dalam penggunaan anggaran 2012, di mana dengan kucuran dana Rp. 90 miliar, prestasi olahraga Jabar mampu menyaingi provinsi-provinsi lain yang dinilai kuat dari sisi anggaran seperti Jatim Rp200 miliar dan Jakarta Rp250 miliar.
”Tahun ini anggaran Jabar paling kecil dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Kaltim, atau Riau, tapi kita bisa mengalahkan juara bertahan dan menempel ketat DKI Jakarta di dua besar,“ ungkapnya.
Jadi dengan tepat sasara, dirinya juga yakin pemerintah bisa merealiasikan ajuan anggaran itu. Pemerintah Jabar, memang terus meningkatkan perhatiannya terhadap olahraga prestasi di Jabar. Apalagi Jabar berhasil memperbaiki peringkat dari peringkat empat ke rangking dua klasemen akhir di PON XVIII lalu.
Bukti perhatian pemerintah ini, saat pelaksanaan PON Riau, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyempatkan diri datang ke Riau, untuk menyaksikan patriot-patroit olahraga Jabar dua kali, yakni jelang pembukaan dan penutupan PON Riau.
Di PON XIX 2016 pun, pemerintah bergegas melakukan pembenahan di sektor sarana dan prasarana, salah satunya, membantu pembangunan SUS Gedebage. Saat ini Pemprov jabar tengah serius menata persiapan menjelang perhelatan akbar empat tahunan itu.
Azis mengalu, jumlah tersebut sudah cukup untuk menggelar pembinaan atlet ke depan. Apalagi di tahun 2013 nanti, Jabar akan menggelar Pelatihan daerah (Pelatda) jangka panjang, sebagai persiapan perhelatan akbar multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.
Bukan hanya itu, Jabar juga akan dihadapkan dengan agenda olahraga yang besar, yakni PON Remaja. Pada perhelatan olahraga multieven kelompok umur (KU) 17 tahun itu juga merupakan rangkaian program pembinaan atlet berpotensi.
”Program pembinaan untuk tahun 2016 harus berkesinambungan. Kita harus benar-benar serius dan fokus. Sebab, proses untuk meraih gelar Jabar Kahiji di PON XIX, tidak mudah,“ ungkapnya.
Dari program latihan pembinaan atlet, KONI sudah mempunyai beberapa program, seperti melibatkan kembali pelatih asing asal Korea Selatan, seperti yang telah dilakukan Jabar, jelang PON Riau lalu. Bahkan menambah jumlah pelatih yang akan menangani beberapa cabor di Jabar.
”Kerja sama dengan pelatih Korsel sudah diperpanjang bahkan sekarang ditambah dan dilibatkan pada seleksi atlet, lalu akan ada lagi training center di Korsel,“ katanya.
Untuk itu, pihaknya tidak khawatir, bila dianggap pengajuan anggaran untuk tahun 2013 itu, terlalu besar atau terlalu kecil. Yang terpenting, kata Azis, dalam penggunaannya efektif dan tepat sararan.
Berkaca dari sebelumnya dalam penggunaan anggaran 2012, di mana dengan kucuran dana Rp. 90 miliar, prestasi olahraga Jabar mampu menyaingi provinsi-provinsi lain yang dinilai kuat dari sisi anggaran seperti Jatim Rp200 miliar dan Jakarta Rp250 miliar.
”Tahun ini anggaran Jabar paling kecil dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Kaltim, atau Riau, tapi kita bisa mengalahkan juara bertahan dan menempel ketat DKI Jakarta di dua besar,“ ungkapnya.
Jadi dengan tepat sasara, dirinya juga yakin pemerintah bisa merealiasikan ajuan anggaran itu. Pemerintah Jabar, memang terus meningkatkan perhatiannya terhadap olahraga prestasi di Jabar. Apalagi Jabar berhasil memperbaiki peringkat dari peringkat empat ke rangking dua klasemen akhir di PON XVIII lalu.
Bukti perhatian pemerintah ini, saat pelaksanaan PON Riau, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyempatkan diri datang ke Riau, untuk menyaksikan patriot-patroit olahraga Jabar dua kali, yakni jelang pembukaan dan penutupan PON Riau.
Di PON XIX 2016 pun, pemerintah bergegas melakukan pembenahan di sektor sarana dan prasarana, salah satunya, membantu pembangunan SUS Gedebage. Saat ini Pemprov jabar tengah serius menata persiapan menjelang perhelatan akbar empat tahunan itu.
(aww)