Agum: Kena sanksi tahunan, sepak bola Indonesia habis!
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:40 WIB
Agum: Kena sanksi tahunan, sepak bola Indonesia habis!
A
A
A
Sindonews.com - Penyelesaian permasalahan sepak bola Indonesia yang masih menemui jalan buntu membuat para pecinta sepak bola dan rakyat Indonesia cemas dan geram. Pasalnya, FIFA telah menyatakan akan membahas masalah Indonesia dalam rapat Komite Eksekutif di Tokyo, Jepang, pada 14 Desember.
Mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menilai kekisruhan di dalam sepak bola Indonesia terkini sangat mungkin akan berujung kepada sanksi FIFA. Kendati dirinya sudah melakukan berbagai cara dengan pemerintah untuk mencegah Indonesia terkena sanksi FIFA. Dengan sanksi kini membayangi, ia pun berharap agar seluruh pihak terkait dapat berupaya meminimalisasi imbasnya.
"Sampai hari ini saja tidak bisa bersatu, apa boleh buat. Kita harus bersiap menghadapi kemungkinan terjelek. Bersiap menerima suspend. Sekarang, waktunya memikirkan bagaimana kalau kita terkena suspend," ujar Agum usai peresmian pembukaan Taufik Hidayat Arena di Ciracas, Jakarta , (10 Desember 2012).
Dia mengimbau dan menyarankan kepada pemerintah untuk berembuk dengan PSSI dan KPSI. "Namun ketika dipanggil, dicapai semua kesepakatan, tapi besoknya mentah lagi," ucapnya.
Dirinya menambahkan dengan masing-masing menggelar kongres, di Palangkaraya dan di Jakarta memperbesar jatuhnya sanksi FIFA. "Saya rasa kita akan mendapatkan dampak yang sangat tidak bagus bagi dunia sepak bola Indonesia. Semua sanksi sudah mengarah ke sana."
Dirinya menyarankan kepada pemerintah, kepada Menpora sementara supaya siap-siap menghadapi kemungkinan terjelek, yaitu kena sanksi. Langkah yang bisa ditempuh adalah bagaimana supaya sanksi ini tidak berlangsung lama. Bagaimana mengupayakan sanksi itu dijatuhkan sesedikit mungkin waktunya.
"Kita semua harus bertekad untuk bersatu. Itu yang bisa kita upayakan. Kalau sampai kena sanksi bertahun-tahun, habislah kita," pungkasnya.
Mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menilai kekisruhan di dalam sepak bola Indonesia terkini sangat mungkin akan berujung kepada sanksi FIFA. Kendati dirinya sudah melakukan berbagai cara dengan pemerintah untuk mencegah Indonesia terkena sanksi FIFA. Dengan sanksi kini membayangi, ia pun berharap agar seluruh pihak terkait dapat berupaya meminimalisasi imbasnya.
"Sampai hari ini saja tidak bisa bersatu, apa boleh buat. Kita harus bersiap menghadapi kemungkinan terjelek. Bersiap menerima suspend. Sekarang, waktunya memikirkan bagaimana kalau kita terkena suspend," ujar Agum usai peresmian pembukaan Taufik Hidayat Arena di Ciracas, Jakarta , (10 Desember 2012).
Dia mengimbau dan menyarankan kepada pemerintah untuk berembuk dengan PSSI dan KPSI. "Namun ketika dipanggil, dicapai semua kesepakatan, tapi besoknya mentah lagi," ucapnya.
Dirinya menambahkan dengan masing-masing menggelar kongres, di Palangkaraya dan di Jakarta memperbesar jatuhnya sanksi FIFA. "Saya rasa kita akan mendapatkan dampak yang sangat tidak bagus bagi dunia sepak bola Indonesia. Semua sanksi sudah mengarah ke sana."
Dirinya menyarankan kepada pemerintah, kepada Menpora sementara supaya siap-siap menghadapi kemungkinan terjelek, yaitu kena sanksi. Langkah yang bisa ditempuh adalah bagaimana supaya sanksi ini tidak berlangsung lama. Bagaimana mengupayakan sanksi itu dijatuhkan sesedikit mungkin waktunya.
"Kita semua harus bertekad untuk bersatu. Itu yang bisa kita upayakan. Kalau sampai kena sanksi bertahun-tahun, habislah kita," pungkasnya.
(wbs)