Atlet pelatnas bersaing di kejurnas gantole
Selasa, 11 Desember 2012 - 17:47 WIB
Atlet pelatnas bersaing di kejurnas gantole
A
A
A
Sindonews.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap menghelat kejuaraan nasional gantole di Pantai Parangtritis, Februari mendatang. Kejuaraan ini masuk dalam penilaian bagi peserta untuk masuk dalam Kontingen Indonesia di Asian Beach Games tahun depan.
Pelatih gantole DIY A Munandar mengatakan, sejumlah atlet nasional akan ikut ambil bagian dalam kejuraan tersebut. Bahkan, sejumlah atlet mancanegara kemungkinan ikut meramaikan agenda tahunan Jogja Air Show tersebut. "Ini termasuk olahraga mahal, namun banyak peserta yang akan ikut, mungkin atlet luar negeri juga adan yang ikut," katanya, Selasa (11/12).
Menurut dia, sejumlah nomor akan dilombakan di ajang tersebut. Meski belum dirilis nomor-nomor yang dilombakan, yang pasti untuk nomor ketetapan mendarat menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan. "Kejuaraan masih dua bulan lagi, kita belum tahu apa saja yang dilombakan, yang pasti (nomor) ketepatan mendarat akan dilombakan," ungkapnya.
Munandar mengakui, sebenarnya Gantole DIY ingin mendaftarkan banyak peserta di ajang tersebut. Kapasitas tuan rumah menjadi faktor utama, termasuk dalam menggapai prestasi. Namun, keterbatasan piranti membuat keinginan itu sulit dicapai. "Kita hanya punya dua pesawat, jadi mungkin sedikit yang kita ikutkan," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah atlet gantole asal Solo sudah menyiapkan persiapan untuk menghadapi kejuaraan Gantole di Parangtritis tersebut. Atlet yang masuk Tim Jawa Tengah tersebut optimistis bisa membawa hasil memuaskan. Rasa percaya diri sedang bagus setelah mampu menyabet sekeping medali emas pada kejuaraan serupa di Padang belum lama ini.
Kabid Binpres gantole Solo Prakoso Tri Wibowo mengakui, meski ajang di Parangtritis masih lama, tim sudah disiapkan untuk ajang di kawasan objek wisata pantai di Kabupaten Bantul. "Cuaca kurang bersahabat, namun latihan untuk persiapan di Parangtritis tetap dilakukan," katanya.
Menurut dia. sejauh ini sejumlah alet gantole Solo berlatih start terbang di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, dengan ketinggian 460 meter di atas permukaan laut (dpl). Di lokasi tersebut, para atlet menggelar teknik latihan sambar pita dan ketepatan mendarat.
"Untuk nomor croos country saat ini masih riskan karena cuaca yang kurang mendukung," kata pria yang akrab disapa Bowo.
Pelatih gantole DIY A Munandar mengatakan, sejumlah atlet nasional akan ikut ambil bagian dalam kejuraan tersebut. Bahkan, sejumlah atlet mancanegara kemungkinan ikut meramaikan agenda tahunan Jogja Air Show tersebut. "Ini termasuk olahraga mahal, namun banyak peserta yang akan ikut, mungkin atlet luar negeri juga adan yang ikut," katanya, Selasa (11/12).
Menurut dia, sejumlah nomor akan dilombakan di ajang tersebut. Meski belum dirilis nomor-nomor yang dilombakan, yang pasti untuk nomor ketetapan mendarat menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan. "Kejuaraan masih dua bulan lagi, kita belum tahu apa saja yang dilombakan, yang pasti (nomor) ketepatan mendarat akan dilombakan," ungkapnya.
Munandar mengakui, sebenarnya Gantole DIY ingin mendaftarkan banyak peserta di ajang tersebut. Kapasitas tuan rumah menjadi faktor utama, termasuk dalam menggapai prestasi. Namun, keterbatasan piranti membuat keinginan itu sulit dicapai. "Kita hanya punya dua pesawat, jadi mungkin sedikit yang kita ikutkan," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah atlet gantole asal Solo sudah menyiapkan persiapan untuk menghadapi kejuaraan Gantole di Parangtritis tersebut. Atlet yang masuk Tim Jawa Tengah tersebut optimistis bisa membawa hasil memuaskan. Rasa percaya diri sedang bagus setelah mampu menyabet sekeping medali emas pada kejuaraan serupa di Padang belum lama ini.
Kabid Binpres gantole Solo Prakoso Tri Wibowo mengakui, meski ajang di Parangtritis masih lama, tim sudah disiapkan untuk ajang di kawasan objek wisata pantai di Kabupaten Bantul. "Cuaca kurang bersahabat, namun latihan untuk persiapan di Parangtritis tetap dilakukan," katanya.
Menurut dia. sejauh ini sejumlah alet gantole Solo berlatih start terbang di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, dengan ketinggian 460 meter di atas permukaan laut (dpl). Di lokasi tersebut, para atlet menggelar teknik latihan sambar pita dan ketepatan mendarat.
"Untuk nomor croos country saat ini masih riskan karena cuaca yang kurang mendukung," kata pria yang akrab disapa Bowo.
(aww)