Insan bola harap-harap cemas menanti vonis FIFA

Selasa, 11 Desember 2012 - 23:30 WIB
Insan bola harap-harap...
Insan bola harap-harap cemas menanti vonis FIFA
A A A
Sindonews.com - Harapan agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA disampaikan pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Nil Maizar. Pelatih berusia 42 tahun yang baru saja gagal membawa Timnas Garuda lolos dari fase grup Piala AFF 2012 menuturkan, jika dirinya terus memantau dan menunggu seperti apa proses yang nantinya akan menentukan masa depan persepakbolaan Indonesia ke depan.

"Sebaiknya yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana kita semua menunggu saja seperti apa proses ke depan. Yang pasti, semoga saja semua proses yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar. Berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat Indonesia," ungkap Nil, saat dihubungi SINDO, Selasa (11/12).

Sayang, ditanya soal nasib Timnas Garuda di kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C, Nil enggan berbicara lebih mendalam. Mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut seolah masih menyimpan, apa prediksinya soal nasib sepak bola Indonesia di masa mendatang. Nil hanya berharap, apa pun putusan yang keluar nanti adalah yang terbaik bagi sepakbola Indonesia.

''Kita semua tentu berharap yang terbaik bagi sepak bola Indonesia. Jika saya ditanya bagaimana nasib timnas ke depan, sebaiknya sama-sama ditunggu dulu seperti apa keputusan yang akan keluar nantinya,” jelas Nil.

Tidak hanya Nil yang berharap kebaikan masih menyertai pesepakbolaan Indonesia. Karena hal senada pun disuarakan mantan penyerang timnas Indonesia di era 1980 sampai awal 1990, Ricky Yacobi. Ricky yang saat ini lebih memilih mengabdikan dirinya dalam membina bibit-bibit muda sepak bola Indonesia, mau apa pun putusannya sepak bola Indonesia ke depan harus lebih mengembangkan sepak bola usia dini.

''Jika hukuman benar-benar datang, seharusnya digunakan untuk melakukan pembenahan. Agar waktu yang ada tidak terbuang percuma. Satu harapan saya, jika sepak bola Indonesia benar-benar melewati fase baru harus ada pembenahan di usia dini. Karena seharusnya, di tingkat usia dini wajib ada kompetisi yang rutin,” jelas Ricky.
(aww)
Berita Terkait
Bung Harpa Soroti Konflik...
Bung Harpa Soroti Konflik Kepentingan Jabatan Ganda Erick Thohir di PSSI dan Kemenpora
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
WasitResmi Piala Dunia...
WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
21 menit yang lalu
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
1 jam yang lalu
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
2 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
11 jam yang lalu
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
12 jam yang lalu
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
12 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved