AFC sesalkan kisruh sepak bola Indonesia
Rabu, 12 Desember 2012 - 01:11 WIB
AFC sesalkan kisruh sepak bola Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komite Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC), Prince Ali bin Hussein mengaku kecewa dengan masalah yang menerpa sepak bola Indonesia. Dia pun berharap, masalah itu akan segera diselesaikan.
Sepak bola nasional memang tengah carut marut. Adanya dualisme organisasi sepak bola nasional (PSSI dan KPSI) membuat semuanya tak terkendali. Saat ini ada dua liga yang berjalan, yaitu Liga Premier League di bawah naungan PSSI dan Liga Super Indonesia yang ada dalam naungan KPSI. Bahkan, ada dua tim nasional Indonesia!
Yang paling mengecewakan pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA ini adalah tragedi yang menimpa pemain Persis Solo, Diego Mendieta. Seperti diberitakan sebelumnya, Mendieta harus merenggang nyawa akibat kekurangan dana dalam proses penyembuhan penyakitnya. Mendieta tak punya uang karena gajinya selama empat bulan tak dibayar oleh pihak Persis Solo.
"Saya melihat bagaimana pentingnya sepak bola untuk orang Indonesia dan masalah ini harus diselesaikan. Anda tak boleh memiliki dua liga dalam satu negara dan itu adalah masalah mendasar yang harus diselesaikan,"ujar Prince Ali dalam wawancaranya dengan Reuters.
"Kami sudah mencoba yang terbaik dengan gugus tugas AFC (Joint Committee). Mereka sudah berusaha yang terbaik untuk menyelesaikan ini. Tapi ini tragedi mengerikan dan dengan kematian pemain itu hanyalah sebuah contoh kenapa masalah ini harus diselesaikan dan diurutkan segera,"ia menambahkan.
Sepak bola nasional memang tengah carut marut. Adanya dualisme organisasi sepak bola nasional (PSSI dan KPSI) membuat semuanya tak terkendali. Saat ini ada dua liga yang berjalan, yaitu Liga Premier League di bawah naungan PSSI dan Liga Super Indonesia yang ada dalam naungan KPSI. Bahkan, ada dua tim nasional Indonesia!
Yang paling mengecewakan pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA ini adalah tragedi yang menimpa pemain Persis Solo, Diego Mendieta. Seperti diberitakan sebelumnya, Mendieta harus merenggang nyawa akibat kekurangan dana dalam proses penyembuhan penyakitnya. Mendieta tak punya uang karena gajinya selama empat bulan tak dibayar oleh pihak Persis Solo.
"Saya melihat bagaimana pentingnya sepak bola untuk orang Indonesia dan masalah ini harus diselesaikan. Anda tak boleh memiliki dua liga dalam satu negara dan itu adalah masalah mendasar yang harus diselesaikan,"ujar Prince Ali dalam wawancaranya dengan Reuters.
"Kami sudah mencoba yang terbaik dengan gugus tugas AFC (Joint Committee). Mereka sudah berusaha yang terbaik untuk menyelesaikan ini. Tapi ini tragedi mengerikan dan dengan kematian pemain itu hanyalah sebuah contoh kenapa masalah ini harus diselesaikan dan diurutkan segera,"ia menambahkan.
(wir)