Bandung proteksi atlet jelang Porda
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:15 WIB
Bandung proteksi atlet jelang Porda
A
A
A
Sindonews.com - Perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat dihelat di Bekasi. Sejumlah daerah telah membidik atlet-atlet berprestasi asal Kota Bandung untuk memperkuat daerahnya.
Kebijakan itu membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung mengambil langkah untuk memproteksi atlet binaannya. Untuk mengantisipasi agar atlet tidak menerima tawaran pindah ke daerah lain, baik secara ilegal atau resmi, KONI Kota Bandung akan membentuk tim advokasi.
Dijelaskannya, melalui bidang hukum, tim advokasi itu nantinya akan memberi perlindungan kepada atlet. Hal tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Bandung, Aan Johana pada acara Sosialisasi Peraturan Mutasi Atlet dan Mekanisme Perizinan Kegiatan Keolahragaan
Yang diselenggarakan di Hotel Mitra, Kota Bandung, Rabu (12/12).
Program tersebut digelar untuk meminimalisasi maraknya atlet Kota Bandung yang sudah dibina di Bandung, namun pada saatnya event atlet malah membela daerah lain. Untuk itu, sebagai langkah mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan semacam itu, akan memproteksi atlet yang sudah di bina dan dimiliki kota Bandung. Hal itu juga dilakukan dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga kota Bandung menuju Porda 2014 mendatang.
"Perlindungan dalam hal ini cukup banyak. Salah satunya jika memang atlet tersebut ingin pindah, ya harus melalui proses dan aturan yang benar. Dalam hal ini ada proses yang memang harus dilalui sebelum mereka pindah. Dengan begitu jika nantinya ternyata di daerah yang baru dibelanya tersebut kurang mendapatkan perhatian dengan baik maka kami bisa bertindak," ungkapnya.
Menurut Aan, agar para atlet tidak tergiur dengan tawaran pindah maka selain memberi perlindungan, pihaknya pun akan mengupayakan dengan memberikan kesejahteraan kepada atlet. Bahkan, kata Aan, kesejahteraan atlet ini akan lebih ditingkatkan lagi.
Selain itu, pihaknya juga akan mengikuti jejak KONI Jabar yang sudah mengantisipasi hal-hal non teknis yang selalu terjadi baik sebelum event maupun saat event keolahragaan berlangsung.
Kebijakan itu membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung mengambil langkah untuk memproteksi atlet binaannya. Untuk mengantisipasi agar atlet tidak menerima tawaran pindah ke daerah lain, baik secara ilegal atau resmi, KONI Kota Bandung akan membentuk tim advokasi.
Dijelaskannya, melalui bidang hukum, tim advokasi itu nantinya akan memberi perlindungan kepada atlet. Hal tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Bandung, Aan Johana pada acara Sosialisasi Peraturan Mutasi Atlet dan Mekanisme Perizinan Kegiatan Keolahragaan
Yang diselenggarakan di Hotel Mitra, Kota Bandung, Rabu (12/12).
Program tersebut digelar untuk meminimalisasi maraknya atlet Kota Bandung yang sudah dibina di Bandung, namun pada saatnya event atlet malah membela daerah lain. Untuk itu, sebagai langkah mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan semacam itu, akan memproteksi atlet yang sudah di bina dan dimiliki kota Bandung. Hal itu juga dilakukan dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga kota Bandung menuju Porda 2014 mendatang.
"Perlindungan dalam hal ini cukup banyak. Salah satunya jika memang atlet tersebut ingin pindah, ya harus melalui proses dan aturan yang benar. Dalam hal ini ada proses yang memang harus dilalui sebelum mereka pindah. Dengan begitu jika nantinya ternyata di daerah yang baru dibelanya tersebut kurang mendapatkan perhatian dengan baik maka kami bisa bertindak," ungkapnya.
Menurut Aan, agar para atlet tidak tergiur dengan tawaran pindah maka selain memberi perlindungan, pihaknya pun akan mengupayakan dengan memberikan kesejahteraan kepada atlet. Bahkan, kata Aan, kesejahteraan atlet ini akan lebih ditingkatkan lagi.
Selain itu, pihaknya juga akan mengikuti jejak KONI Jabar yang sudah mengantisipasi hal-hal non teknis yang selalu terjadi baik sebelum event maupun saat event keolahragaan berlangsung.
(aww)